Ketulusan Hati Suamiku

Ketulusan Hati Suamiku
Bab 71


__ADS_3

“baiklah jika menurut nak hasan memang hal itu yang terbaik untuk rumah tangga nak hasan nantinya untuk keputusannya apa kami seraahkan kepada annisa karena annisa yang akan menjalankan rumah tangganya kami sebagai orang tua hanya bisa mengarahkan dan membimbingnya saja” ucap sang papa


“baik om jadi annisa bagaimana keputusan mu untuk ajakan ku menikah apakah kamu bersedia ?” tanya kak hasan pada annisa


Annisa yang kala itu menundukkan kepalanya pun perlahan mengangkat kepalanya dan menatap semua orang yang ada disana sebelum akhirnnya dirinya meminta waktu untuk bicara berdua dengan bang tama


“sebelum annisa jawab apa boleh annisa minta waktu untuk berbicara berdua dengan bang tama terlebi dahulu ? tanya annisa “silahkan annisa” jawab kak hasan


Setelah mendapatkan jawaban itu dirinya pun mengajak sang abang untuk berbicara berdua ditaman belakang rumah


Dan sepeninggalan annisa dan bang tama ruang tamu itu jadi sepi sunyi karena tidak ada lagi obrolan diantara mereka semua


Ditaman belakang


Bang tama dan annisa duduk berdua dikursi Panjang yang disediakan disana bang tama sebenarnya ingin melarang annisa untuk menerima pinangan kak hasan tapi dirinya teringat akan kata – kata terakhir papa angkatnya itu jika yang akan menjalani ini adalah annisa bukan dirinya sehingga dirinya pun tak bisa apa – apa dan hanya mendukung segala keputusan yang adiknya ambil


“gimana dek ?” tanya bang tama pada annisa “bang kalua nisa terima kak hasan itu akan membuat kalian sakit hati dan akan benci sama annisa ?” tanya annisa pada bang tama dengan lelehan air mata yang tidak bisa ia bendung lagi

__ADS_1


“tentu saja kita gak ada yang benci sama kamu kita semua menghormati keputusan mu, akan selalu mendukung mu dan tentunya kita semua akan selalu ada dibelakang mu terutama abang sama bayu meskipun nantinya akan ada yang berusaha untuk memisahkan kita itu tidak akan terjadi karena kit aini satu darah yang gak mungkin untuk dipisahkan” ucap bang tama seraya merangkul Pundak sang adik


“annisa bingung bang harus gimana annisa takut” ucap annisa sambal terisak “hei annisa nya abang bukan annisa penakut jangan pernah takut dalam menghadapi sesuatu karena jika kita takut maka kita akan jadi orang yang lemah”


“abang mau tanya sama kamu apa kamu mau menerima hasan dari calon suami mu ?” tanya bang tama pada annisa


“jujur saja bang awalnya nisa berpikir kalau annisa akan menerima kak hasan karena kak hasan orang yang baik terlebih pernah menolong nisa saat itu walaupun gak ada cinta buat kak hasan tapi menurut nis aitu bisa aja hadir kalau lama – lama selalu bersama tapi setelah tadi nisa dengar jawaban kak hasan soal pertanyaan bagas nisa jadi bimbang, nisa takut kalau nantinya nisa bakal terpisah sama kalian semua dan juga kalian akan benci sama nisa” jawab annisa


“gimana kalau kita minta waktu aja dulu sama si hasan sampai besok dan nanti kita akan bicara sama yang lainnya mumpung yang lainnya ada disini juga ?” saran bang tama pada annisa


“apa gak papa bang kalau nisa minta waktu lagi sama kak hasan ?” tanya annisa


Setelah itu merekapun kembali keruang tamu dan suasanyapun masih saja hening sampai bang tama dan annisa duduk bergabung berasama mereka


“sebelumnya aku minta maaf san karena aku yang berbicara bukan annisa, setelah tadi aku berbincang dengan annisa aku mau meminta waktu padamu untuk annisa sampai besok sore” ucap bang tama


“baiklah jika memang itu keputusan annisa aku akan memberikan waktu sampai dengan besok sore dan besok malam aku akan kembali lagi kesini untuk meminta jawabannya” ucap kak hasan

__ADS_1


“terimakasih kak” ucap annisa


Setelah itu kak hasan pamit undur diri karena hari juga sudah semakin sore, sepeninggalan kak hasan bang tama kembali berbicara pada keemapt orang tua yang berada didekatnya itu “maaf pa ma om tante jika tidak keberatan annisa ingin mengobrol bersama kalian dan juga devon mira serta bagas” ucap bang tama


“iya kami bisa kok kami juga tidak keberatan” ucap orang tua mira “baiklah kalau orang tua mira sudah setuju tentunya kami juga setuju iya kan pa ?” tanya mamanya devon pada suaminya “iyaa dong pasti apasih yang gak buat anak gadis papa” ucap sang papa yang sengaja menyebut anak gadis papa


“kalau gitu kita bicaranya nanti malam aja ya sehabis makan malam, tanggung ini sebentar lagi senja biarkan orang tua mira dan yang lainnya bersih – bersih dulu” ucap sang papa


Untung saja saat itu kedua orang tua mira dan mira membawa baju ganti di mobilnya yang memang jika mereka berpergian akan selalu membawanya sehingga tidak repot jika tiba – tiba harus menginap ataupun hal yang seperti ini


Sedangkan bagas yang tidak membawa pakaian ganti pun meminjam pakaian devon


“bapak sama ibu bisa bersih – bersih dikamar tamu ya bu biar mira nanti dikamarnya annisa” ucap mama devon


“iya bu terimakasih” ucap mamanya mira


Setelah itu mama mama mencari anak-anak dan sahabatnya sedangkan papa, annisa dan bang tama lebih dulu menuju lantai atas

__ADS_1


🌹Jangan lupa untuk like, komen dan votenya yaa 😘


__ADS_2