
Beberapa hari setelah pertemuan ku dengan kak hasan dan teman-teman ku kami belum pernah lagi berjumpa
“haii kalian hari ini sibuk gak ?” tanyaku ku pada teman-teman melalui grup whatsapp
“gue hari ini mau keluar kota sih ada acara keluarga” balas devon
“gue hari ini ada diminta untuk turut serta kegiatan di rumah sakit nis, gak enak sih kalau gak datang soalnya kan sih devon gak bisa hadir diacara itu jadi mau gak mau ya gue yang wakilin dari kelompok penelitian kita kemarin” balas bagas
“kalo aku disuruh papa ikut keperusahaan sih nis ada apa ? apa ada hal penting ?” tanya mira
“tidakk,, aku hanya ingin keperpustakaan kampus tapi jika kalian tak bisa tak apa-apa” jawab ku
“beneran gak apa-apa ? kita gak temenin kamu lo?” tanya mereka
“iya beneran, yaudah semoga lancar ya kegiatan kalian” balas ku
“okey kamu juga ya nis dan ingat hati-hati okey” balas ketiga teman ku yang semua kalimatnya hampir sama yaitu menyuruh ku untuk hati-hati mengingat perlakuan ando dan teman-teman nya yang menurut kami aneh itu
Setelah saling berbalaskan pesan aku bersiap untuk pergi kekampus, tak lupa juga aku sarapan terlebih dahulu hari ini aku sarapan dengan mie saja karena mager sekali untuk memasak jika hanya sedikit maklum jika sarapan aku hanya sedikit memakan makanan ku
Setelah aku memastikan tak ada yang terlupakan aku memesan ojek online melalui ponsel ku
Pagi ini aku menggunakan celana levis dan baju berkerah berwarna coklat susu dan rambutku ku ikat kuda seperti biasanya
Siapa pun yang melihat penampilan annisa pagi ini pasti akan terkagum-kagum terlebih jika itu laki-laki, pesona annisa memang begitu memikat semenjak awal dirinya kuliah disini banyak sekali laki-laki yang menggodanya namun sayangnya annisa tak pernah tergoda dengan laki-laki tersebut sebaliknya annisa malah bersikap jutek kepada siapapun termasuk kepada devon dan bagas pada awalnya
Sepuluh menit kemudian ojek yang ku pesan sudah tiba didepan kontrakan ku akupun segera turun dan keluar dari kontrakan
Didepan kontrakan aku bertemu dengan bu aisah dan tetangga yang lain terlihat mereka sedang membeli sayuran di pedagang sayur keliling itu “pagi semuanya” sapa ku “pagi annisa mau kemana nih rapi banget” ucap bu aisah dan yang lainnya “mau kekampus bu” jawab ku “oh iya hati-hati”
Setelah berbasa-basi dengan semuannya aku menaiki motor yang akan mengantarkan ku kekampus
Saat menuju kampus terlihat jalanan begitu lenggang sehingga tak membutuhkan waktu lama untuk samapi dikampus
“turun didepan saja mas” kata ku “oke mba”
“berapa mas ?” tanya ku pada ojek tersebut “sesuai aplikasi mba 15 saja” jawab nya aku pun merogoh task u untuk mengambil dompet ku, stelah kudapatkan yang ku cari ku buka dompet ku dan mengeluarkan uang dua puluh ribu “ini mas kembaliannya ambil saja itung-itung tip dari ku” ucap ku seraya memberikan helm yang tadi ku kenakan “waahh makasih banyak ya mba semoga mba nya jadi orang sukses nantinya” jawab nya dan aku mengaminkan ucapan tukang ojek itu seraya tersenyum dan meninggalkannya masuk kedalam kampus
Saat hendak memasuki lorong menuju perpustakaan ku lihat ada ando dan teman-temannya serta beberapa wanita yang terlihat bergelayut manja di pangkuan ando dan leo
Mereka semua melihat kearah ku “ndo lihat itu ada ratu datang” ucap ari ando pun menoleh kearah ku dan dengan cepat dia menyuruh wanita yang ada dipangkuannya itu untuk berdiri dan pergi darinya namun semua itu terlihat dengan jelas dimataku akupun hanya menatapnya jengah
Saat aku melintasi mereka semua “mau kemana nona” ucap leo aku tak menggubris ucapannya dan berlalu begitu saja
__ADS_1
Tak ku sadari setelah itu ando, leo dan ari tersenyum sinis menatap ku “gimana kalau rencananya kita jalan kan sekarang mumpung dia sendirian tuh gak ada teman-temannya” ucap leo
“boleh juga tapi kita bawa kemana nanti sih nisa tu kan
gak mungkin disini” ucap ari
“tempat biasa aja gimana ?” ucap leo dan diangguki oleh ando dan juga ari
“lo mau ikutan gak lex dan ?” tanya ando pada alex dan Jordan
“lo sampe kapan sih mau kaya gitu terus, lo gak mikirin apa perasaan dia nanti gimana ?” ujar alex
“kalian udah pada gak waras apa gimanasih dia gak pernah cari masalah sama kalian tapi malah kalian yang jahat banget sama dia, inget lo masih punya saudara perempuan, pikirkan kalau saudara lo pada juga ngalamin kaya apa yang akan kalian lakuin ke annisa gimana kalian semua tuh bukan lagi bocah tau gak” ucap Jordan dengan sedikit emosinya
“lo gausah sok-sok an deh ngomong kaya gitu nanti kalau lo pada ngerasain juga bakalan ketagihan kalau lo sama alex gak mau ikutan yaudah sih gak usah sok nasehatin gitu” ucap leo
Setelah perdebatan itu ando, leo dan ari pergi meninggalkan alex dan juga Jordan, alex dan Jordan yang melihat tingkah teman-temannya itu menggelengkan kepala
“sebaiknya kita gausah lagi deketan sama si ando, ari dan juga leo daripada pas ada masalah apa-apa kita juga kena lagian pertemanan ini juga tak baik” ujar alex “lo bener mending kita gausah deketan lagi sama mereka daripada nanti kita malah ikutan kaya mereka amit-amit”
Setelah mengucapkan itu alex dan Jordan meninggalkan koridor itu menuju kantin untuk mengisi perutnya yang sudah keroncongan
Sedangkan si ando, leo dan ari mencari-cari keberadaan annisa “mungkin dia diperpustakaan” ucap ari “ayo kita kesana” jawab ando dan benar saja disana mereka menemui annisa yang sedang membaca salah satu buku diperpustakaan itu
Namun mereka tak mendekati annisa sehingga annisa tak menyadari keberadaan ketiga sekawanan itu
Saat melihat annisa keluar dari perpustakaan tentu saja tiga sekawan itu mengikuti langkah annisa hingga menuju taman yang dekat dengan parkiran belakang kampus
Tiga sekawanan itu memperhatikan situasi ditaman dan parkiran itu, setelah dirasanya tempat itu sepi tak ada orang yang duduk ataupun hanya sekedar melintas disana ando menyuruh temannya itu untuk memindahkan mobilnya keparkiran belakang agar lebih mudah menculik annisa
Tanpa menunggu lama akhirnya mobil ando sudah dipindahkan ando mendekati annisa sedangkan leo yang akan membekap mulut annisa dan ari tentu saja di mendapatkan bagian menyiapkan dan menyetir mobil
“haii nis, sendirian aja ? boleh gue duduk disini ?” tanya ando “suka-suka” jawab ku “kemana temen-temen lo ?” “ada urusan” tanpa annisa ketahui ando sudah memberikan kode pada leo
Leo yang melihat kode yang diberikan andopun langsung bergerak cepat
Annisa kaget ketika ada yang membekap mulut dan hidungnya itu, annisa pun meronta-ronta dibuatnya, ando dan leo menyeringai licik
Dengan cekatan leo membawa annisa masuk kedalam mobil yang sudah disiapkan oleh ari sedangkan ando juga mengikuti langkah leo yang membawa annisa itu
Namun tanpa mereka semua sadari ada sepasang mata yang melihat kejadian itu dan dengan cekatan pula pria itu mengeluarkan ponselnya untuk merekam kejadian yang dilihatnya itu setelah itu laki-laki mengejar mobil yang membawa annisa menggunakan mobilnya
Disepanjang jalan laki-laki itu merasa ada yang tidak beres dirinya juga merasa sakit dan sangat emosi padahal dirinya tidak tau siapa yang dibawa oleh ketiga laki-laki itu dan juga tidak seperti biasanya jika dia ingin tau betul urusan orang lain
__ADS_1
Laki-laki itu mengeluarkan ponselnya dan menelpon orang
“assalamualaikum pak”
“bisa saya minta tolong pak ?”
“tolong kirimkan saya rekaman cctv yang mengarah ketaman dan parikiran belakang pak”
“baik pak terimakasih” laki-laki itu rupanya menelpon satpam yang ada disana
Setelah melakukan perjalanan yang begitu lama sekitar satu jam itu akhirnya ando memasuki salah satu rumah yang letaknya sedikit jauh dari rumah-rumah lainnya yang ada disana
Annisa pun terus meronta-ronta namun apa daya tenaganya kalah melawan ketiga laki-laki itu “yang kalem dong jadi prempuan masa cantik-cantik galak” ucap ando
“apa mau lo ngapain lo semua bawa kesini” ucapku “tenang nona kita akan pesta hari ini pasti kau sangat menyukainya” ujar ari leo yang dari tadi memegangi tangan annisa terus menyeringai licik
Sedangkan laki-laki yang mengikuti ando dan teman-teman nya tadi terlihat ada didepan rumah itu ia juga melakukan hal yang sama yaitu merekam kejadian itu dan betapa terkejutnya ia saat melihat ada seorang perempuan yang terlihat seperti dipaksa oleh ketiga laki-laki tersebut setelah mereka semua masuk dirinya juga memasuki halaman rumah itu terlihat jelas jika rumah itu jauh dari rumah-rumah disana dan juga dirumah ini seperti tidak ada seorangpun yang menempati
Saat ingin masuk kedalam rumah tersebut “sial pintunya terkunci” ucapnya akhirnya mau tak mau ia kembali kedalam mobilnya dan menunggu orang-orang yang masuk kedalam rumah tadi keluar
Sedangkan didalam rumah itu annisa dibawa kesalah satu kamar “lo mau apa jangan macam-macam sama gue” sentak annisa
“hei manis bisa diam tidak sudah ku bilang kita akan berpesta malam ini” jawab ketiga laki-laki itu seraya membentak annisa
Mereka menidurkan annisa dikasur yang ada disana walau sedikit kesulitan karena annisa yang terus meronta-ronta akhirnya ando dan kedua temannya itu berhasil mengikat kaki dan tangan annisa pada sisi ujung tempat tidur itu
Annisa menangis melihat ketiga laki-laki itu pikirannya sudah kemana-mana melihat annisa yang menangis ketiga laki-laki itu tertawa senang “hahaha akhirnya kita bisa ngerasain kamu juga ya dan bakalan kita buktikan kalo lo itu udah gak p****** lagi” ucap tiga laki-laki itu
“jangan sentuh gue brengsek” “gausah teriak-teriak gitu gak aka nada yang dengar suara lo disini” “dasar brengsek”
Sebelum melakukan aksinya ando dan dua temannya itu memaksa annisa meminum pil yang sudah mereka siapkan mereka membuka paksa mulut annisa
Setelah mereka memastikan jika pil itu sudah tertelan oleh annisa mereka duduk disisi annisa sambil tersenyum dengan penuh selidik
“lepasin gue lo semua gila lo semua jahat dasar brengsek” umpat annisa
“husst jangan marah-marah nanti muka lo jadi jelek lo”
Setelah mengatakan itu mereka semua mulai melucuti pakaian annisa, annisa yang merasa dirinya dilecehkan pun terus menangis sambil mengumpati ketiga laki-laki itu
“lo mau apaa brengsek”
🌹
__ADS_1
Penasaran siapa yang mengikuti mobil Ando dan teman-teman nya ?
yuk ikuti terus novel ku dan Jangan lupa untuk like dan komennya ya 🌹