Ketulusan Hati Suamiku

Ketulusan Hati Suamiku
Bab 33


__ADS_3

“Dev” ucap annisa “iya kenapa ?” tanya devon


“makasih” ucap annisa lagi “iya sama-sama” jawab devon


Mereka berdua berbincang-bincang hingga annisa kembali tertidur karena pengaruh obat yang diminumnya, selama annisa tertidur devon terus menjaganya tanpa meninggalkannya meskipun sebentar saja kecuali saat dirinya ingin kekamar mandi itupun kamar mandinya berada didalam ruangan annisa


Sesaat dirinya sedang bermain ponsel terdengar suara ponsel berdering yang diyakininya jika itu adalah ponsel annisa


lalu ia melangkah menuju meja nakas disamping tempat tidur annisa, dirinya melihat ponsel tersebut ternyata panggilan dari bang tama gumamnya kemudian ia mengangkat telpon tersebut


“assalamualikum bang maaf ini devon annisa nya sedang tertidur” ucap devon


“…”


“annisa dirumah sakit bang” ucap devon lagi


Devon menjelaskan mengapa annisa sampai bisa masuk kerumah sakit tanpa ada yang ditutup tutupinya


Bang tama yang merasa khawatir dengan sang adik lantas langsung menuju kerumah sakit dimana adiknya berada, beruntung dirinya sudah berada dibandara


Niat hati datang untuk mewakilkan kedua orang tuanya menghadiri wisuda sang adik yang akan diadakan beberapa hari lagi justru mendapatkan kabar yang tak baik


butuh waktu satu setengah jam untuk bang tama sampai dirumah sakit karena diperjalanan menuju rumah sakit tadi sangat macet


Setelah sampai dirumah sakit bang tama lalu menanyakan pada resepsionis ruangan dimana sang adik dirawat


“maaf mba saya ingin bertanya dimana ruangan atas nama annisa fathiya Husain” ucap bang tama pada salah satu resepsionis itu


“di ruang mawar 02 pak, ruangannya ada di lantai dua sebelah kanan dari tangga” ucap resepsionis itu


Setelah mendengarkan arahan dari resepsionis itu, bang tama lalu melangkah menuju lantai dua namun sebelumnya ia tak lupa mengucapkan terimakasih pada dua resepsionis itu


Saat sudah sampai di lantai dua dirinya mencari ruangan dengan nama ruangan mawar 02, tak butuh waktu lama dirinya menemukan ruangan tersebut dan langsung masuk kedalam


Saat dirinya membuka pintu yang pertama kali dilihatnya adalah annisa sang adik yang terbaring di ranjang rumah sakit dengan mata terpejam,


Lalu ia mengedarkan pandangannya mencari sosok laki-laki yang tadi berbicara dengannya ditelpon

__ADS_1


Dilihatnya bagas yang sedang tertidur di sofa yang ada diruangan itu, bang tama pun mendekatinya dan membangunkan devon


“devon” ucap bang tama, devon yang mendengar seseorang menyebutkan namanya itu lantas membuka matanya


“eh abang sudah datang maaf aku ketiduran tadi” ucapnya


“iya tak apa pasti kamu lelah menjaga annisa, sebaiknya kamu pulanglah dulu istirahat biar gantian abang yang menjaga annisa” ucap bang tama


Karena bang tama terus memaksanya untuk pulang beristirahat akhirnya dirinya pulang dan akan kembali sore nanti


Bang tama meletakkan barang bawaanya di atas sofa tersebut lalu ia melangkahkan kakinya mendekati ranjang sang adik dimana annisa sedang tertidur


Dalam hati bang tama merasa sedih karena sang adik harus merasakan seperti ini karena orang-orang tak bertanggung jawab itu iya siapa lagi jika bukan si Ando, Ari dan juga Leo


Pikir bang tama tak melihat ketiga orang itu akan membuat adiknya jauh lebih baik karena trauma annisa bisa pulih, namun rupanya kesedihan annisa belum bisa menerima keadaan sepenuhnya masih tetanam di dalam hatinya


Meskipun diluar dirinya sudah seperti orang yang baik-baik saja, tak pernah lagi mengeluhkan keadaanya dihadapan orang lain, namun siapa sangka jika hatinya tak setegar itu dan tentunya tak baik-baik saja


Setelah kejadian itu tama sering memantau adiknya meskipun dari jauh dirinya mempercayakan pada sahabat sang adik, bu aisah dan juga hasan yang dulu sempat membantu sang adik untuk menjaganya meskipun itu tak dua puluh empat jam,


Meskipun bu aisah tidak bisa memantau annisa dua puluh empat jam, tapi setidaknya bu aisah bisa sesekali melihat annisa di kontrakannya


Jadi hanya para sahabat annisa yang bisa diandalkan karena mereka lebih banyak menghabiskan waktu bersama


Awalnya bang tama merasa kesal karena mendengar penjelasan devon jika bagas berucap yang menyakiti hati annisa karena dikira Annisa sudah bisa menerima keadaannya seperti yang dilihatnya jika annisa sudah terlihat baik-baik saja


Namun mengingat bagas yang tidak sengaja berucap hal itu pada annisa sebagai sahabatnya lantas bang tama membuang rasa kesalnya itu


.


Sore hari seperti janjinya kini devon kembali kerumah sakit, saat di perjalanan menuju rumah sakit dirinya melihat ada warung makan dan dirinya pun berhenti sejenak di warung makan itu


Devon membeli dua porsi bakmi dan juga satu porsi bubur ayam


Tak hanya membeli tiga porsi makanan saja, devon juga membeli beberapa camilan di supermarket karena ia tahu dirumah sakit tak ada apa-apa hanya air putih aja yang tersedia itupun tak banyak


sedangkan sore ini dirinya mendapat kabar jika kedua sahabatnya itu akan menjenguk annisa dirumah sakit

__ADS_1


Setelah membeli makan dan juga cemilan devon langsung melajukan motornya menuju rumah sakit


Sesampainya dirinya dirumah sakit ia memarkirkan terlebih dahulu motornya lalu menuju keruang rawat annisa


Tok..tokk


“assalamualaikum” ucap devon seraya membuka pintu kamar rawat annisa itu


“waalaikumsalam” jawab mereka yang ada didalam ruangan itu


“eh ada kak hasan juga rupanya udah lama kak ?” tanya devon pada hasan


“baru saja, kamu kenapa tak memberi kabar kalau annisa masuk rumah sakit ?” tanya hasan


“hehe maafkan aku lah kak, kemarin malam aku panik jadi gak ngasih kabar kakak” ucap devon


“jangankan ngasih kabar kamu, aku yang abangnya annisa aja gak diberitahunya kalau tadi aku gak telpon ke nomor annisa” timpal bang tama


“hehe maaf.. maaf, kan aku gak mau buat kalian khawatir” ucap devon


Tiba-tiba dari arah luar ada yang mendorong tubuh devon, untung aja devon bisa menjaga keseimbangannya jadinya gak jatuh mencium lantai ruangan itu


“astaga.. bisa gak sih kalian tu gak usah dorong-dorong” ucap devon kesal saat melihat siapa yang mendorongnya


“hehehe.. maaf bos lo sih ngalangin jalan kita” ucap mira tanpa merasa bersalah


“dasar rempong” ucap devon


“gak salah lo ngatain gue rempong, lihat tuh lo yang rempong bawa-bawa kresek segala” ucap mira tak terima dikatain rempong oleh devon


“eh kan sampai lupa gue, ini bang makanan buat abang sama annisa, tadi aku beliin pasti abang belum makankan” ucap devon pada bang tama seraya menyerahkan beberapa kresek yang tadi dibawanya


“jadi annisa sama tama aja nih yang dikasih makanannya kita gak ?” tanya kak hasan sambil menampakkan wajah cemberutnya


“iya bener tuh kata kak hasan” timpal bagas dan juga mira


“dih sirik aja kalian ini disitu juga ada cemilan dan minuman buat kita semua yang ada sini” ucap devon

__ADS_1


Sontak saja semua yang ada disana tertawa karena membuat devon kesal


😢Sedih deh banyak yang baca tapi dikit aja yang like


__ADS_2