
Malam ini rere dan juga jack menginap dirumah hasan karena hasan dan juga kedua temannya itu tak ingin tetangga hasan berpikiran yang tidak-tidak meskipun disini kawasan perumahan yang jarang sekali orang berkumpul dan bergosip namun bukan berarti taka da dan tak ada salahnya pula mereka berjaga-jaga dari hal-hal yang tidak diinginkan
Mereka semua berkumpul dikamar hasan disana juga terlihat annisa yang terbaring dan sesekali meracau meminta tolong
“Jack ini sudah pukul delapan malam kenapa dia belum juga sadar” tanya nya pada jack “sepertinya dia sangat trauma atas kejadian yang menimpanya makannya ia tak kunjung bangun dari tidurnya”
Hasan melihat lesu kearah annisa terbaring dengan tangan kananya yang terpasang infus sebagai asupan buat dirinya begitu kata jack
Tringgg
Tringggg
Terdengar bunyi ponsel dari tas yang ada didalam tas annisa, hasan pun mengambil ponsel itu ia melihat jika ada ada yang menelpon annisa yaitu mira
“angkatlah san siapa tau itu kerabat atau keluarganya” ucap rere hasan pu mengangkat telpon itu “hallo nisa kamu dari mana saja mengapa pesan ku dan yang lainnya tidak kau balas telpon ku juga baru kau angkat” ucap seseorang disebrang sana “hallo mba maaf jika yang mengangkat telpon ini lain annisa” ucapnya
Deg
Mira yang mendengar suara laki-laki kaget dan langsung berpikiran kemana-mana
“jadi kamu siapa kenapa ponsel annisa ada padamu” sulut mira
“ada yang terjadi padanya tadi siang dan saya tidak bisa menjelaskan ini melalui telpon jika anda berkenan datanglah kerumah saya, saya akan menjelaskan semuanya annisa juga ada disini belum sadarkan diri”
“kirim alamat mu aku akan kesana sekarang”
Hasan pun langsung memberikan alamat tempat tinggalnya, mira yang takut terjadi apa-apa pada sahabatnya itu bergegas pergi tak lupa juga dirinya menghubungi devon dan juga bagas mira juga memberikan alamat hasan agar mereka semua berkumpul disana
Kurang lebih satu jam mereka menempuh perjalanan akhirnya mereka sampai dirumah hasan hampir bersamaan
“apa yang terjadi sama annisa mir ?” tanya bagas dan devon “gue juga belum tau makannya gue nyuruh lo pada datang kesini juga” “yaudah ayo kita masuk”
Kedatangan mereka disambut oleh jack dan juga rere sedangkan hasan menunggu di ruang keluarga
__ADS_1
“silahkan masuk”
“terimakasih kak” ucap mereka serempak
Rere mengarahkan mereka untuk menemui hasan di ruang keluarga dan sesampainya disana mereka mempersilahkan mira, devon dan juga bagas untuk duduk kemudian rere pergi kedapur untuk menyiapkan minuman untuk mereka semua yang ada diruang keluarga
“apa yang terjadi dengan annisa kak” tanya devon tak sabaran
“sebaiknya kalian minum dulu” ucap rere yang datang sambil membawa nampan berisi minuman itu “terimakasih kak” ucap mereka
Lalu hasan menjelaskan semuanya yang terjadi pada annisa, mira menangis mendengar cerita dari hasan tentang annisa sedangkan devon dan bagas sangat marah ketika mendengar cerita itu
“apa kakak tau siapa tiga laki-laki itu ?” tanya devon yng tersulut emosi “saya tidak tau tapi saya sempat memvideo itu dan juga ada rekaman cctv kampus” ucap hasan kemudian memberikan ponselnya pada devon dan juga bagas untuk melihat video itu
“kak bisa aku melihat annisa ?” tanya mira “mari ku antar” ucap rere seraya menggandeng tangan mira dan melangkah pergi dari ruang keluarga itu
Tangan bagas dan devon terkepal kuat ketika melihat video itu
“mereka rupanya berani melakukan hal ini pada annisa merek belum tau siapa kita gas” ucap devon
“besok kita habisi saja anak brengsek itu”
“apa kalian mengenal tiga laki-laki itu ?” tanya hasan “iya kami mengenalnya” “akhir-akhir ini memang mereka terlihat sedang mengincar annisa”
“bisakah kalian beritau aku siapa mereka ?” tanya hasan lagi
“nama mereka ando, ari dan juga leo mereka sering menghina annisa mengatakan jika annisa itu ****** karena mereka pernah bertemu dengan anisa saat annisa daftar ulang dan ditemani oleh laki-laki yang lebih tua darinya tapi laki-laki itu adalah kakak annisa” ucap bagas kemudian devon menambahi jika ando dan teman nya itu adalah anak-anak orang penting dikampus kemudian hasan menanyakan kembali siapa nama orang tua mereka
Setelah tau semuanya mengenai ando dan ketiga temannya itu hasan terlihat memikirkan sesuatu “bisakah besok kalian membawa tiga orang itu keruangan rektor besok jam 10 pagi ?” tanya hasan meskipun devon dan bagas bingung dengan hasan tetapi mereka menyanggupi permintaan hasan “baik besok kami akan membawa tiga orang brengsek itu kehadapan rektor kami tidak takut dengan orang tuanya” ucap mereka “terimakasih atas bantuan kalian dan sebaiknya mala mini kalian tidur lah disini ini sudah terlalu larut jika kalian pulang kerumah” ucap hasan “kami sahabat annisa jadi sudah sepatutnya kami membantu annisa dan terimakasih untuk tawaran kakak tapi bisakah kami melihat annisa ?” tanyanya pada hasan
“bisa mari ikut aku” ucap hasan dan semua yang ada disana mengikuti langkah hasan memasuki sebuah kamar dan mereka melihat annisa yang terbaring lemah sambil meracau tidak jelas, mira sudah menangis dipelukan rere, devon dan juga bagas tak tahan melihat kedua sahabatnya itu dan meteskan air matanya
“kita akan membalaskan dendam mu pada mereka nis” ucap bagas sambil menyeka air matanya itu
__ADS_1
Hasan yang ada disana juga tak kalah sedih melihat kondisi annisa dn ia juga terharu dengan sahabat-sahabat annisa itu yang begitu peduli padanya”
Keesokan harinya
Udah hampir jam sepuluh kita disini tapi belum juga kelihatan ando dan teman-temannya “gimana ini dev mereka gak datang ngampus deh kayanya ?” tanya bagas “coba kita kekantin siapa tau dapet pencerahan” jawab devon
“lo pikir kita lagi kegelapan terus kesesat gitu pake acara dapat pencerahan segala” ucap bagas lagi seraya mencebikkan bibirnya “hahaha lo persis kaya annisa sama mira kalau kaya gitu” “iyalaaahhh gue kan sahabat mereka wajar dong kalau persis kaya mereka” jawab bagas bangga
“lebayy..” jawab devon
Mereka menyusuri kampus namun tetap saja tidak menemukan devon dan teman-temannya, karena merasa lelah dan haus akhirnya mereka pergi kekantin sejenak, saat memasuki pintu kantin mereka melihat ada alex dan Jordan duduk di kursi paling ujung di kantin itu “nahh itu dia alex dan Jordan mending kita tanya mereka” ucap devon “let’s go” jawab bagas
Mereka pun berjalanan beriringan menuju dimana alex dan Jordan sedang menikmati makanannya, sesampainya mereka di depan meja alex dan Jordan mereka bertanya dengan baik-baik dan sopan meskipun didalam hati mereka rasanya ingin berubeh menjadi dua ekor singa
“haii lex dan haii dan” sapa bagas dan devon pada dua orang didepannya itu “hai tumben lo nyamperin kita kenapa” tanya Jordan “mana temen-temen brengsek lo itu ?” tanya devon
“kita gak tau” jawab alex cuek “ck, merekakan teman lo ga mungkin kalian gak tau dimana mereka ?” sentak devon lalu bagas ikut menimpali ucapan devon “atau jangan-jangan lo berdua lagi nyembunyikan mereka dari kita ha” ucap bagas yang sudah tersulut emosi
“lo pada tenang dulu kita gak tau apa yang terjadi sampai-sampai lo pada marah kaya gini seloww man” ucap Jordan “jangan pernah lo tanyakan mereka sama kita-kita lagi karena mereka bukan teman kita lagi” ucap alex
“gausah sok deh” ucap bagas
“lo gak mungkin gatau sama apa yang udah ketiga teman lo itu lakuin kesahabat kita” ucap bagas menggebu-gebu
Melihat devon dan bagas yang begitu marah alex dan Jordan menjelaskan semuanya kemudian alex mengambil ponselnya yang ada diatas meja dan melakukan panggilan kepada tiga temannya itu tak lupa ia juga mengaktifkan mode louspeaker agar mereka yang ada disana mendengar semuanya dan devon serta bagas diminta untuk diam terlebih dahulu agar tak ketahuan oleh ando dan teman-temannya, mau tak mau devon dan bagas menuruti permintaan alex dan Jordan
Namun na’as sekali panggilan itu tidak kunjung diangkat devon yang sudah merasa kesal meminta alamat rumah ando, ari dan juga leo pada laki-laki yang ada dihadapannya itu “thanks bro bantuan lo pada and sorry tadi kita marah sama kalian” ucap bagas dan devon “yoi santai aja kita tau kenapa lo kaya gitu pastikan karena ada sebabnya” “yoi kalau gitu kita cabut dulu” ucap devon
Devon dan bagas meninggalkan meja dimana alex dan Jordan berada
🌹
Hallo readers mohon dukungan novel ku ya dengan like, komen dan jangan lupa kasih vote kalian ya ❤️
__ADS_1