Ketulusan Hati Suamiku

Ketulusan Hati Suamiku
Bab 23


__ADS_3

“kenapa harus kami yang dikeluarkan jika yang bersalah adalah putra bapak dan juga teman-temannya itu”


“siapapun yang berani mengganggu bahkan memfitnah anak saya maka saya tak akan segaan-segan untuk mengeluarkan mereka termasuk kalian saat ini, kalian lupa siapa yang berkuasa dikampus ini ? jadi jangan pernah bermain-main dengan anak saya” ucap sang rektor


“jadi anda sudah merasa sangat berkuasa tuan, dan sebagai seorang rektor seharusnya anda dapat berlaku bijaksana dan adil tapi apakah begini perlakuan anda sebagai seorang rektor ?”


Bukan bagas, devon maupun mira yang menjawab ucapan sang rektor tadi, mereka yang ada disana semua nya terkejut melihat ada hasan dan juga tama


Tama melihat ada tiga orang mahasiswa lain selain sahabat adiknya itu langsung menatap tajam kearah mereka dan yakin jika ketiga mahasiswa inilah yang telah melecehkan sang adik


“tuan muda” ucap sang rektor ketakutan dan memindahkkan posisi yang tadinya duduk dikursi kebesarannya kini dirinya menjatuhkan badannya dilantai dan menundukkan kepalanya di depan hasan dan tama


“papa apa-apaan sih malah menunduk seperti itu kepada pria brengsek itu mereka itu juga sudah mengganggu kesenangan ku” ucap ando yang tak terima dengan perlakuan papanya pada hasan


Hasan tersenyum tipis dan sinis melihat kelakuan ando dan juga sang papa dan tama sudah ingin memukul ketiga mahasiswa itu


Sedangkan yang lainnya masih tak tau harus bgaimana karena mereka terkejut dengan kedatangan hasan dan juga tama namun hal itu tidak berlaku bagi devon, bagas dan juga mira meskipun mereka belum tahu jika hasanlah pemilik kampus ini


“apa yang kalian lakukan pada annisa ha” bentak hasan


“apa maksudnya tuan muda saya tidak melakukan apa-apa pada mahasiswi j***** itu” ucap papa ando


“beraninya kau menghina adik ku begitu ?” ucap tama seraya mencengkram kerah baju papanya ando


“memang benar adanya kan jika adik anda itu j***** dan sebaiknya wanita seperti itu dikeluarkan dari kampus agar tidak mencoreng nama baik kampus tuann” ucap nya


Hasan yang mendengar wanitanya dihina seperti itu sakit rasanya sedangkan tam sudah tak tahan mendengar jika sang adik dihina bahkan direndahkan seperti itu langsung memukul rektor tersebut


Bugh


Bugh


Bugh


“berani-beraninya anda menghina adik saya jika memang benar adik saya melakukan hal itu apakah anda mempunyai bukti hah” sambil terus memukuli sang rektor jika saja tidak di tahan oleh hasan, bagas dan juga devon mungkin papa dari ando itu akan hancur wajah nya


“jangan mengaku-ngaku jika perempuan j***** itu adalah adik mu bukankah dia adalah wanita simpanan mu” ucap leo dengan berani dan langsung saja mendaptakan tamparan yang keras dari keempat laki-laki disana, ya siapa lagi jika bukan hasan, tama, devon dan bagas

__ADS_1


“katakan kenapa kalian melecehkan annisa” ucap hasan seraya duduk dihadapan ke empat laki-laki diruangan itu sedangkan tam dan juga kegita sahabat annisa ikut duduk disebelah hasan


“kami tidak melecehkan annisa dirimu dan juga orang-orang ini sudah memfitnah ku dan juga teman-teman ku apa kalian mau masuk penjara” ucap ando lagi


Sedangkan leo sangat merasa bersalah sekali dengan annisa dan ari mulai diam ketakutan


“kau berani menantang ku rupanya kita lihat saja siapa yang akan masuk kedalam jeruji besi”


“kalau taka da bukti lebih baik jangan asal menuduh” ucap ando masih berusaha mengelak dari kesalahannya


“maaf… maaf karena saya telah melecehkan annisa” mereka semua langsung melihat kea rah leo “maaf kan saya karena saya yang pertama kali merenggut kehormatan annisa” ucapnya lagi


tama yang mendengar pengakuan itu sungguh sakit sekali hatinya begitu pula dengan hasan dan ketiga sahabat annisa


plak


plak


plak


“kami sebagai sahabat annisa tak pernah sedikitpun berani menyentuh annisa kami sangat menjaga annisa berani-berani nya kau lakukan itu pada annisa sahabat kami” ucap bagas dan devon, alhasil leo kembali mendapat tamparan bahkan tendangan


Plak


Plak


Plak


Bugh


Bugh


Mira menangis mendengar pengakuan laki-laki didepannya itu sungguh sakit sekali rasanya melihat sahabat yang sudah dianggap sebagai saudaranya itu dilecehkan


Hasan mengeluarkan ponsel nya dan memutar video serta rekaman suara dimana video itu memperlihatkan annisa yang sedang dilecehkan


Suara pukulan, tendangan dan tamparan begitu menggema diruangan itu

__ADS_1


“maaf.. maaf anak saya tuan”


“maaf.. maaf aku telah melecehkan annisa aku sungguh menyesal”


“maaf… maaf karena aku begitu bodoh menilai annisa”


Sedangkan ando diam seribu bahasa taka da kata-kata yang terlontar dari mulut nya


Dan datanglah beberapa jajaran polisi


“tangkap mereka semua” ucap hasan


“tolonggg… tolong jangan penjarakan kami, paa tolong kami pa” sedangkan yang dimintai tolong tak berani berbuat apa-apa


“kenapa takut kalian sekarang ini belum seberapa dengan perlakuan kepada annisa sampai menimbulkan luka yang begitu dalam pada dirinya” ucap hasan


“silahkan bawa mereka pak nanti saya akan kekantor polisi stelah menyelesaikan urusan disini” ucap hasan dan diangguki oleh pada para polisi itu


Setelah kepergian polisi dan juga tiga mahasiswa itu kini hasan dan yang lainnya menatap sang rektor


“anda sebagai orang kepercayaan orang tua ku tapi inikah yang anda perbuat tuan, sebaiknya anda segera membereskan barang anda sekarang karena mulai detik ini anda tidak perlu bekerja disini lagi” ucap hasan tegas


“tolong tuan.. tolong jangan pecat saya”


“tidak ada bantahan itulah resiko jika anda bermain-main dengan ku atau anda ingin bersama anak anda di dalam penjara” ucap hasan


Sontak saya rektor tersebut tak berani berkutik, kemudian hasan menyuruh rektor tersebut untuk segera membereskan barang-barangnya dan pergi dari ruangan ini


Devon, bagas dan mira yang terkejut membuat mereka bertanya-tanya bagaimana seorang hasan dengan berani mengusir bahkan memecat sang rektor namun melihat keadaan yang tidak kondusif akhirnya mereka memilih mengurungkan niat mereka untuk bertanya


Setelah selesai dengan urusan kampus mereka menuju parkiran bersama dan mereka terbagi menjadi dua yaitu bagas, devon dan hasan pergi ke kantor polisi sedangkan mira dan tama pergi kerumah hasan karena tak memungkinkan jika tama harus ikut serta kekantor karena melihat waktu yang sudah cukup lama dirinya meninggalkan annisa dirumah, meskipun keinginannya untuk ikut ke kantor polisi sangatlah kuat alhasil tama menyerahkan urusan hukum itu pada hasan dan hasan dengan lapang dada membantu tama dalam mengurus sang adik


Yaiyalah kan kak hasan menyukai annisa.. ups


🌹


mohon dukungannya readerss 🙏

__ADS_1


__ADS_2