
Beberapa waktu telah berlalu kini aku dan mira juga semakin akrab, aku tak menyangka jika mira dan keluarganya yang orang kaya itu mau bergaul dengan ku bahkan kini diriku dianggap bagian dari keluarga mereka aku sungguh merasa senang sekali meskipun aku jauh dari keluarga ku yang sebenarnya tapi disini aku juga memiliki keluarga yang juga menyayangi ku
Hari ini tak seperti hari kemarin, hari ini aku terpaksa untuk ijin tak masuk kuliah sebab kurasakan badan ku sedikit demam akupun hanya bisa berbaring dikasur kontrakan ku, untung saja semalam aku sempat membeli bahan makanan cepat saji sehingga pagi ini aku tak perlu repot untuk mencari atau bahkan membuat makanan sebab tubuh ku rasanya lemas sekali
“hallo mir, ada apa” Tanya ku saat ku lihat mira menelpon ku
“kamu kenapa tidak kuliah, are you okey ?” tanyanya
“badan ku sedikit demam dan tubuh ku terasa lemas makannya aku ijin dulu” jelas ku pada mira
“apaaaa kamu sakit kenapa tak mengabari ku sejak tadi, apa kau sudah makan ? aku akan ke kontrakan mu sekarang” ucapnya
“heii aku tak apa aku hanya demam, sudahh.. aku sudah makan dan sebaiknya kau tetap kuliah hari ini okey” kata ku pada mira
“noo say aku akan ke kontrakan mu sekarang jika kau tak masuk kuliah aku merasa sendiri maka dari itu aku lebih baik ke kontrakan mu sekarang” katanya
Akupun tak bisa menolaknya lagi untuk tak kesini, mira sedikit keras kepala jika sudah mengambil keputusan tapi meskipun begitu mira adalah sosok yang baik hati.
Selang beberpa menit aku terbangun tatkala mendengar ketukan dari pintu kamar ku, ku kerjapkan sejenak mataku sebelum akhirnya aku membuka pintu kamar ku
“oh kamu mir kirain siapa, ayo masuk” kataku tat kala melihat miralah yang ada didepan pintu kamar ku
__ADS_1
Kulihat mira membawa banyak makanan dan juga buah-buahan
“nihh untuk mu nis kamu harus banyak makan biar cepat pulih” ucap mira “tapi aku tak bersela untuk makan lihat saja tuh sarapan ku belum habis” kataku seraya menunjuk kearah mangkuk yang berisikan makanan ku tadi
“orang sakit tu makan yang sehat-sehat dan bernutrisi bukan makan mie huh..” katanya lagi akupun hanya tersenyum nyengir kuda sambil mengangkat tangan ku menandakan piss
Mira yang melihat ku hanya menggeleng-gelengkan kepalanya,
kamipun bercerita hingga akhirnya aku tertidur karena pengaruh obat yang tadi ku minum
Mira yang melihat ku tertidur juga ikut membaringkan dirinya disebelah ku
Hingga waktu menjelang sore mira menggeliatkan badan nya meregangkan otot-ototnya, spontan melihat kearah ku yang masih tetap tertidur, mira yang melihat kucuran keringat dari dahi dan tubuh ku yang menyebabkan baju ku basah itu sontak kaget ia pun segera menempelkan punggung tangannya dan betapa terkejutnya dia saat merasakan begitu panas.
“hallo ma”
“mira sedang menuju rumah sakit ma, annisa badan nya panas sekali dan tak kunjung bangun dari tidurnya”
“oke ma, kita bertemu saja dirumah sakit”
Begitulah percakapan mira dengan mamanya
__ADS_1
Selang 1 jam kamipun sampai di rumah sakit, mira langsung meminta bantuan pada perawat yang telah menunggu kehadirannya disana
Yah sehabis mira menelpon mamanya tadi, tante mala langsung menghubungi pihak rumah sakit untuk menyiapkan perawat dan brankar karena anaknya menuju kesana membawa orang yang sedang sakit.
Para perawat membawaku menuju UGD rumah sakit itu, para perawat melarang mira untuk ikut masuk sebab itu akan mengganggu konsentrasi dokter dalam memeriksa ku, mira pun pasrah menunggu ku di depan UDG seraya mondar-mandir mengkhawatirkan keadaan ku
Tak berapa lama tante mala yaitu mama mira datang bersama dengan om bram ayah dari mira
“bagaimana keadaannya nak ?” Tanya tante mala pada anaknya “belum tau ma dokter masih memeriksanya” jawabnya lesu “hei anak ayah jangan lesu begitu, sebaiknya kita berdoa untuk kesembuhan annisa” ucap om bram “mira takut yahh.. mira taku.. jika nisa kenapa-napa nanti taka da lagi yang menemani mira” “berdoalah yang baik-baik nak ayah dan mama yakit nisa anak yang kuat dia tidak akan kenapa-napa” ucap tante mala
Setelah mengatakan itu mereka semua melihat dokter keluar dari ruangan UGD “bagaimana kondisi anak kami dokter ?” tanya om bram,
tante mala yang memang sudah menganggap annisa seperti anak sendiri jadi tidak kaget jika suaminya mengatakan jika annisa adalah anaknya begitu pula dengan mira yang menganggap jika annisa tidak hanya sekedar teman, sahabat tetapi juga menjadi sosok kakak perempuan bagi mira
“Alhamdulillah kondisinya sudah membaik tuan untung nona segera dibawa kerumah sakit” ucap dokter itu pada papa bram seraya menundukkan kepalanya karena beliau segan kepada om bram yang notabenenya adalah pemilik rumah sakit ini.
“Alhamdulillah” ucap mira serentak dengan kedua orang tuanya
“Apakah ada penyakit serius dokter ? sebab annisa tidak kunjung bangun sejak dari tidurnya tadi” tanya mira
“tidak ada yang begitu serius nona, nona annisa hanya terkena tipes karena terlalu kelelahan dan juga nona annisa harus dirawat inap beberapa sampai kondisinya benar-benar stabil” jelas dokter itu
__ADS_1
“Alhamdulillah kalau begitu”