Ketulusan Hati Suamiku

Ketulusan Hati Suamiku
Bab 34


__ADS_3

Hari ini annisa sudah diperbolehkan pulang oleh dokter, tama membantu sang adik untuk membereskan barang-barangnya yang akan dibawanya pulang


“permisi mas mba saya akan melepaskan infus dari tangan mba annisa” ucap suster yang memasuki ruangannya itu


“iya suster silahkan” ucap bang tama dan annisa yang hampir bersamaan itu


Setelah memastikan kembali barang bawaannya dan juga infus yang sudah terlepas dari tanggan mungil annisa kini mereka melangkah keluar dari ruangan yang selama beberapa hari ini ditempati olehnya


Mereka menaiki sebuah taksi online yang sudah dipesan oleh tama sebelumnya, kemudian mereka menuju rumah bu aisah karena hari ini annisa akan ikut pada sang kakak kepenginapan seperti yang sebelumnya dibicarakan


Karena waktu wisuda masih tiga hari lagi dan tak memungkinkan jika tama tidur dikontrakan adiknya itu yang khusus untuk perempuan lantas ia berencana untuk membuka kamar penginapan saja, terlebih masa waktu kontrakan annisa akan habis besok


Tiga puluh menit menempuh perjalanan menuju kontrakan akhirnya terlewati


Tama meminta sang adik untuk masuk kekontrakannya dan membereskan barang-barangnya sedangkan dirinya akan kerumah bu aisah


“sana kamu beresin barang-barang kamu dulu nanti temuin abang dirumah bu aisah aja” ucap bang tama pada annisa


“iya tapi tunggu dulu..” ucap annisa menggantung, tama mengernyitkan dahinya karena annisa sang adik tidak melanjutkan ucapannya “ada apa kenapa ?” tanya bang tama


“tunggu dulu disini sebentar bang aku masuk dulu nanti aku akan keluar lagi gak lama oke” ucap annisa lalu ia masuk kedalam kontrakannya tanpa menunggu jawaban dari abangnya, tama.


Tama bingung sama adiknya itu suka sekali bicara menggantung begitu dan membuatnya penasaran hingga terkadang kesal karena suka berbicara setengah-setengah


“kenapa tiba-tiba perasaan ku gak enak ya” gumam tama setelah menunggu sang adik akhirnya adiknya itu keluar juga dengan membawa dua gardus ukuran sedang


“apa itu ?” tanya bang tama saat melihat annisa mulai mendekatinya “ini barang-barang aku abang bawain ya” ucap annisa cengengesan tanpa beban meminta abangnya membawa barang-barangnya


“pantas saja perasaan ku gak enak rupanya aku disuruh bawa barang-barang mu” ucap bang tama pada annisa


“hahaha.. lantas siapa yang bawa barang ku kalau bukan abang” ucap annisa lagi

__ADS_1


“dasar adik durjana banyak sekali barang mu dasar perempuan”


Annisa hanya tertawa mendengar omelan abangnya itu “dah sana abang katanya mau kerumah bu aisah” ucap annisa lagi


“terus kamu gak ikut ?” tanya tama “abang duluan aja aku mau kemasi baju-bajuku dulu” ucap annisa


“astagfirullah perempuan” ucap bang tama seraya menepuk dahinya sendiri itu, lalu ia pergi meninggalkan annisa tanpa berkata-kata lagi


Dan annisa yang melihat abangnya itu telah meninggalkannya lantas kembali masuk kedalam kontrakannya dan mengemasi barang-barang yang belum sempat ia kemasi


Untung saja barang yang belum ia kemasi tak begitu banyak sehingga tidak membutuhkan waktu lama aktivitasnya itupun selesai


Sebelum ia beranjak dari kamar kontrakannya itu ia merebahkan dirinya sejenak diatas tempat tidur yang sudah beberapa bulan ia gunakan untuk melepaskan rasa lelah


“huhh.. gak terasa udah harus balik aja pasti bakalan kangen banget nih sama kamar ini” ucap annisa


Setelah puas merebahkan tubuhnya diatas tempat tidur kini dirinya beralih menuju balkon kamarnya ia mengambil sebuah tanaman kaktus yang dirinya tanam dahulu ketika awal mula berada disini


Setelah semuanya beres dan tak ada yang tertinggal barulah dirinya beranjak keluar dari kamar kontrakan nya tak lupa dirinya mengunci pintu dan juga menutup jendela kamar kontrakannya itu


Datang dengan keadaan rapi pergi pun juga harus dalam keadaan rapi begitu pikir annisa


Saat akan meninggalkan kamar kontrakannya itu terihat beberapa tetangga kontrakannya itu terlihat keluaran “loh annisa mau kemana kok bawa-bawa koper gitu?”


“iya mba ini annisa mau pindah kan tiga hari annisa sudah wisuda dan langsung kembali kekota asal ku” jawab annisa


Setelah berbincang-bincang dan berakhir saling berpelukan itu kini annisa mulai melangkahkan kakinya menuju rumah bu aisah


“assalamualaikum” ucap annisa saat sudah sampai dirumah bu aisah “waalaikumsalam masuk aja nis” ucap bu aisah dari dalam rumahnya


Annisa melangkahkan kakinya untuk masuk kedalam rumah bu aisah disana dirinya melihat bang tama dan juga kak evan anak dari bu aisah sedang berbincang-bincang dan duduk saling berhadapan

__ADS_1


“duduk nis” ucap bu aisah “iya bu terimakasih” jawab annisa lalu dirinya mendudukkan tubuhnya disamping bang tama yang memang hanya disebelah abangnya saja ada kursi kosong


mereka semua berbincang-bincang hingga tak terasa tiga jam sudah mereka semua mengobrol, karena merasa sudah sangat lama dirumah bu aisah akhirnya bang tama dan juga annisa pamit untuk menuju penginapan


ucapan terimakasih dan saling berpelukan antara dua wanita itu akhirnya mengakhiri pertemuan mereka hari ini


di perjalanan menuju penginapan “bang kita makan dulu yok aku laper banget nih” keluh annisa pada bang tama


“dih udah laper aja kamu perasaan baru aja makan tadi dirumah sakit” jawab bang tama


“perasaan.. perasaan tapi gak juga abang punya pasangan” sulut annisa dengan perasaan kesalnya


“siapa bilang abang gak punyapasangan pasti punya dong” ucap bang tama dengan bangga nya


“siapaa ? atau kak lenaaa ? astagfirullah abang” ucap annisa menyebutkan salah satu tetangga nya yang masih muda tetapi sudah janda itu, entah kenapa dirinya tiba-tiba terbayang sosok lena


“ngacoo aja kalau ngomong.. dia bukan level abang genit gitu” ucap bang tama membantah perkataan adiknya “hahaha… genit-genit menggodakan bang ?” ucap annisa usil


“tapi sayang abang mu yang tampan ini tidak tergoda sama dia” ucap bang tama seraya merubah mimic wajahnya menjadi pria yang sangat cool


“sudah.. sudahh kenapa jadi bahas-bahas lena sih kamu jadi makan gak ini ?” tanya bang tama


“ya jadilah masa gak akukan laper emang abang gak laper apa coba lihat ini jam berapa” ucap annisa, tama yang memang sejak tadi tidk melihat jam akhirnya melihat jam di pergelangan tangannya


Jam sudah menunjukkan pukul hampir setengah tiga, pantes aja kalau annisa sudah laper batinnya


“pak kita mampir ke warung makan dulu ya” ucap tama pada sopir taksi itu “baik mas” ucap sang sopir taksi


Setelah kurang lebih sepuluh menit akhirnya mereka sampai diwarung makan, tama dan annisa juga mengajak sang sopir untuk ikut makan bersama mereka meskipun awalnya sang sopir tidak mau tapi annisa dan tama tetap memaksa hingga akhirnya sang sopir tidak bisa menolaknya


🌹Jangan lupa sedekah like dan komennya say

__ADS_1


__ADS_2