Ketulusan Hati Suamiku

Ketulusan Hati Suamiku
Bab 21


__ADS_3

Semenjak kedatangan tama annisa tak pernah sedikitpun lepas dari pelukannya kecuali saat akan kekamar mandi itupun annisa selalu minta untuk ditemani alhasil tama selalu berjaga didepan pintu kamar mandi saat adiknya ada didalam sana


Rasa takut dan cemas masih selalu menyelimuti annisa dan mau tak mau tama harus menginap disini lebih lama sampai kondisi annisa baik-baik saja


Mereka masih tinggal ditempat hasan karena kondisi annisa yang masih takut untuk keluar rumah dan bertemu laki-laki termasuk hasan, jack devon dan juga bagas


Tetapi untuk bertemu dengan perempuan dirinya mulai berani walaupun tidak 100 persen berani


Yahh semenjak kedatangan tama hari itu jack menyarankan tama untuk membawa annisa keseorang psikolog namun karena keadaan annisa yang tak memungkinkan untuk dibawa keluar rumah itu akhirnya hasan meminta salah satu rekannya yang menjadi seorang psikolog menerapi annisa dirumahnya karena tak bisa membawa annisa keluar rumah


Melihat trauma yang annisa alami begitu besar mau takmau dalam seminggu dirinya harus mengalami terapi seminggu tiga kali dan hal itu tentu saja didampingi oleh tama karena sang adik tidak mau berjauhan dengannya


“Haii princess sudah bangun ?” ucap tama saat melihat sang adik mulai mengerjapkan matanya


“abang sudah bangun ?” tanyanya “sudah ayo kamu bangun terus mandi bau kecut tau tuh liat pulaunya besar sekali dibibir mu” ucap tama bukan apa dirinya sedikit demi sedikit mengajak adiknya bercanda agar annisa segera pulih seperti sedia kala


“mana ada abang tuh yang bau”


“sudah-sudah ayo mandi nanti ada veni mau bertemu dengan mu lagi” ucap tama


“abang jangan kemana-mana ya selama aku mandi abang disini saja” ucap annisa dan diangguki oleh tama


Annisa yang mendengar itupun langsung turun dari tempat tidurnya dan bergegas untuk mandi, veni adalah seorang psikolog yang diminta hasan untuk menerapi annisa


Kedatangan annisa dan dengan jiwa psikolognya membuat annisa sedikit merasa tenang dan merasa nyaman saat bersama dengan dirinya meskipun awalnya annisa merasa ketakutan namun setelah beberapakali dirinya berusaha mendekati annisapun akhirnya berhasil

__ADS_1


Sedangkan kedua orang tua annisa hingga saat ini belum tau kondisi nya yang orangtuanya tau adalah tama saat ini ada bersama annisa, tama tak sanggup untuk menceritakan segalanya pada kedua orang tuanya


Pov Tama


Aku begitu cemas dan khawatir memikirkan adikku yang tak seperti biasanya meskipun terkadang taka da kabar darinya adalah hal yang biasa namun kali ini berbeda ada rasa khawatir yang termat sangat, setiap ahrai aku selalu mencoba menghubuninya tapi enath kenapa beberapa hari terakhir ini tak ada satupun kabar darinya, kekhawatiranku semakin menjadi-jadi


Hari ini aku memutuskan untuk menjenguk adik ku annisa untuk memastikan jika dirinya baik-baik saja hari sudah semakin larut namun entah kenapa mala mini aku tak bisa sedikitpun memejamkan mataku baying-bayang annisa adikku terus saya berputar-putar dipelupuk mata ku aku memutuskan untuk pergi kekota dimana dirinya berada besok siang karena tak memungkinkan jika aku harus pergi sekarang


Pagi-pagi sekali aku meminta ijin pada kedua orang tua ku untuk pergi keluar kota dengan berdalih akan menghadiri reuni sekaligus acara teman ku karena tak memungkinkan jika aku memberitahukan yang sebenarnya, aku tak ingin orang tua ku ikutan khawatir dan cemas terlebih usia mereka yang tak muda lagi bisa-bisa membuat mereka syok jika aku berkata jujur, setelah aku meminta ijin pada kedua orang tuaku aku bergegas menuju bandara menggunakan ojek online yang tadi telah aku pesan untuk mempersingkat waktu, namun sesampainya diriku dibandara lagi-lagi aku harus menunggu selama kurang lebih dua jam untuk melakukan penerbangan


.


Setelah perjalanan yang begitu lama kini akhirnya aku sampai dikota dimana adikku berada aku bergegas menuju kontrakan adikku, sesaat setelah sampai disana aku mengingat jika kontrakan itu dikhususkan untuk wanita sehingga mau tak mau aku harus pergi menemui bu aisah sang pemilik kontrakan setelah menemuinya aku semakin tak sabar untuk bertemu adikku namun sangat disayangkan ketika aku mendengar penjelasannya hatiku terasa sakit kekhawatiran ku semakin membuncah bu aisah yang membaca kekhawatiran ku meminta anaknya untuk mengantarkan ku ke rumah sahabat adikku mira namanya


Namun lagi-lagi tak ku temui adikku disana orang tua mira meminta ku untuk mengikuti mereka jika aku ingin bertemu dengan adikku


Kami dipersilahkan masuk pada tuan rumah yang saat itu belum ku ketahui kemudian dirinya meminta kami semua untuk duduk di ruang tengah setelah kami berkumpul disana semua barulah laki-laki itu yang ku ketahui namanya adalah hasan membuka suara


Dirinya menceritakan padaku apa yang sebenarnya terjadi awalnya aku sempat curiga pada dirinya namun ku lihat tatapan matanya itu begitu tulus bahkan beberapa kali aku melihat nya meneteskan air mata ketika menjelaskan penyaebab adanya annisa dirumah itu dan kondisinya saat ini


Sebagai kakak tentu hal itu membuat ku hancur berkeping-keping adik perempuan ku satu-satunya yang selalu ku jaga dilecehkan oleh beberapa orang temannya


Aku tak sabar ingin melihat adikku akupun memintanya untuk mengantarkan ku bertemu dengan adikku dirinya pun mengantarkan ku ke lantai dua dimana adikku berada


Samar-samar ku dengar suara wanita edang berteriak ketakutan aku tahu betul suara siapa itu yaaa itu suara adikku

__ADS_1


Kulihat hasan langsung berlari kesalah satu kamar yang ada disana tanpa memperdulikan kami semua aku juga mengikutinya setelah aku memasuki kamar itu aku mendengar ucapan wanita disana mengenai obat penenang


Deg


Apa maksudnya ini aku tak paham tapi mata ku menelisik kamar itu untuk mencari keberadaan adikku dan ku lihat dirinya tak sudah berantakan duduk disudut kamar itu seraya menangis dan meminta pertolongan


Tubuh ku terpaku saat melihat sosok adik yang ku sayangi begitu berantakan seperti ini perlahan ku dekati dirinya dank u sejajarkan tubuh ku dengan tubuhnya dirinya merasa amat sangat ketakutan dan terus mendorong-dorong tubuh ku ini


Sakit rasanya melihat dirinya seperti ini perlahan ku peluk tubuh adikku dan ku ucapkan padanya jika aku ada disini untuk melindungi nya tak lupa juga ku katakan jika aku ini adalah abang nya sehingga sedikit demi sedikit terlihat lirih suaranya.


Hari ini adalah jadwal annisa untuk terapi dengan seorang psikolog aku memintanya untuk bersih-bersih terlebih dahulu setelah itu aku mengajak nya untuk sarapan namun karena ketakutannya yang sangat luar biasa itu akhirnya kami kembali sarapan didalam kamar ini


“ayo makan yang banyak biar kuat” ucap ku “nanti aku gendut gak ada yang suka” jawabnya sambil terkekeh “mana mungkin kamu gendut kalau makan mu saja sedikit seperti makanan bayi” ucap ku, dirinya tertawa senang rasanya hati ku bisa melihatnya tertawa lagi seperti ini


Tepat disaat kami makan datang seorang perempuan dan hasan dari luar kamar ku lihat raut kesenangan adikku tapi juga ada rasa ketakutan ketika melihat ada sosok hasan disana aku yang melihat kondisi sperti ini sebenarnya tak enak dengan hasan namun mau bagaimana lagi kondisinya memang tidak memungkinkan, akupun mencoba untuk mencairkan sauna diruangan itu “nahh sudah ada vina… sekarang abang tinggal ya biar kalian lebih leluasa mengobrolnya” ucap ku “tapi abang tidak akan pergi kan nisa takut” jawabnya dengan cepat aku menjawab “abang tidak akan kemana-mana hanya menonton tv saja jadi jangan takut ya tidak aka nada yang berani macam-macam dengan mu” annisa menganggukkan kepalanya sebagai jawaban atas ucapan ku tadi, setlah itu aku beranjak dari duduk ku dan berjalan keluar kamar aku mempersilahkan psikolog itu untuk masuk dan aku mengajak hasan untuk berbincang dibawah karena hanya saat-saat seperti ini atau jika annisa tertidurlah baru kedua laki-laki beda usia itu baru bisa berbincang-bincang “silahkan masuk” ucap ku pada seorang psikolog itu dan hanya dibalas dengan senyuman saja olehnya “san mari kita kebawah” ucap ku “ayo bang” jawabnya lagi


Kamipun sama-sama menuruni anak tangga yang ada dirumah itu, kami menuju halaman belakang rumah hasan, sesampainya dihalaman belakang kami menduduki salah satu bangku yang tertata rapi disana “san terimakasih atas semua kebaikan mu pada ku dan annisa” ujar ku “sama-sama bang tak perlu sungkan bukankah sebagai sesame manusia kita harus saling membantu”jawab hasan


“iya benar tapi bantuan mu terlalu banyak aku tak tau bagaimana keadaan adikku jika kamu tak segera menolongnya waktu itu dan aku tak tau harus membalas perbuatan mu ini bagaimana”


“sudahlah bang waktu itu mungkin hanya suatu kebetulan saja abang tak perlu sungkan meskipun aku baru mengenal annisa tapi aku tahu jika dirinya adalah orang baik maka dari itu aku tak segan untuk membantunya”


“sekali lagi terimakasih san, annisa itu anaknya baik dan lemah lembut hanya saja dia akan bersikap jutek pada orang yang baru ia temui terutama laki-laki karena memang itu yang kami ajarkan padanya, sebagai adik perempuan sekaligus anak perempuan satu-satunya dikeluarga kami tentu kami tak ingin dirinya gampang diperdaya oleh laki-laki kami sangat menjaga dan sangat-sangat menyanyanginya tapi siapa sangka justru hal ini malah terjadi pada dirinya keceriannya menghilang begitu saja sebagai abangnya aku merasa sakit sekali melihat dirinya seperti ini”


“pasti ada hikmahnya dibalik ini semua bang semoga saja annisa bis segera pulih dan kembali seperti sedia kala”

__ADS_1


🌹


Hallo readerss semoga kalian suka ya sama novel ini jangan lupa like, komen dan vote nya ya loppyuu❤️


__ADS_2