
“lo sehat kan dev ??” tanya ku pada devon ketika kami sampai di tempat tujuan bukan karena cuma-Cuma ku bertanya padanya begitu pasalnya ini sudah malam dan devon justru mengajak ku ke pantai
“gue sehat wal afiat cengeng kenapa ? lo gak suka gue ajak kesini ?” tanyanya pada ku “bukan gue gak suka tapi ini udah malem lo ngajak nya malah ke pantai” ujar ku
“gue ngajak lo kesini karena mira dan juga bagas ada disini cengeng” ucapnya “ngomong dong dari tadi kalau mereka ada disini, ayo kita datangi mereka” ucap ku bersemangat
“dasar wanita cengeng nan aneh tadi saja kesal dibawa kesini sekarang senangnya kaya bocah” ucap devon “guee dengerr devonnn curut” ucap ku
“sengaja cengeng”
Setelah selesai berdebat akhirnya kami melangkahkan kaki menuju salah satu pendopo yang ada disana tentunya di pendopo itu sudah ada mira dan juga bagas
Sesaat setelah sampai di hadapan bagas dan juga mira, mereka melayangkan protesnya kepada ku dan juga devon
“lo berdua lama banget sih kaya siput aja” protes bagas
“lo sengaja ya lama-lama biar kita kedinginan” protes mira
“enak aja kita kaya siput kalian aja kecepetan kesini nya” ujar ku
“kalian dari mana aja sih kenapa kita ditinggalin di alun-alun” tanya mira
“ngurus anaknya annisa” ucap devon santai mendengar penuturannya yang tak masuk akal langsung saja aku menoyor kepalanya itu dan memberikan tatapan elang ku padanya sedangkan mira dan bagas tentu saja terkejut
“what seriusan ?? gilaa benenr lo nis diem-diem udah punya anak aja kenapa gak dikenalin sama kita anak lo?” saut bagas
“lo yang gilaa mana mungkin gue punya anak nikah aja belom” ujar ku
“mungkin aja lo punya anak secara lo kan udah ga perawan jadi mungkin aja kalau lo punya anak dan nyembunyiin dari kita-kita iya gak ?”
Deg
Devon dan mira langsung memberikan tatapan elang nya pada bagas dan bagas yang merasa gak ada yang salah dengan ucapannya pun santai saja
Pov annisa
Deg
Sakit rasanya ketika mendengar ucapan bagas meskipun ucapannya itu memang benar adanya namun bukankah hal itu bukan aku yang menginginkannya
Mendengar ucapannya yang begitu menyakitkan sontak membuat ku menjadi terdiam dank u palingkan pandangan ku ke arah pantai
Ucapan bagas bagaikan belati yang menggores hati ku menjadi luka
Ingin rasanya aku marah kepada tuhan kenapa mentakdirkan hidup ku begini
Hidup yang suram
__ADS_1
Namun jika dipikirkan ucapan bagas jika aku sudah melakukan jungkat-jungkit pastinya aku akan hamil tentu itu yang seharusnya terjadi meskipun selama beberapa minggu bahakan bulan aku tidak merasakan adanya tanda-tanda jika hamil namun hal itu bisa saja terjadi
Aku melangkahkan kaki ku untuk menjauh dari mereka semua menuju pantai rasanya malu sekali pada mereka semua
Terlebih aku tak ingin mereka malu karena memiliki teman yang sudah tak suci ini
Tanpa memeperhatikan sekitar ku aku perlahan melangkahkan kaki ku menuju bibir pantai mungkin aku akan menenggelamkan diriku sejenak
“lo sadar gak sih gas sama ucapan lo, lo tu sahabat macam apa nyakitin sahabat lo sendiri gilaa lo gak habis pikir gue sama lo gas” ucap devon dengan penuh emosi yang menggebu-gebu
Setelah itu devon meninggalkan mira dan juga bagas dan mengejar annisa yang sudah melangkah menjauh
“emang gue salah apa sih bener kan yang gue bilang ?” tanya bagas
“lo tu ya bener-bener, lo lihat gak tadi reaksi annisa gimana ? lo inget gak dia udah gak perawan karena apa ? lo inget gak traumanya annisa sampai gak mau nemuin semua orang gimana ? lo ingat gak annisa masih trauma sama kejadian itu ? kita tu harusnya bersyukur karena annisa perlahan udah mau balik lagi ke annisa yang dulu bukannya ngedukung kesembuhan annisa lo malah ngungkit lagi masa lalu dia gara-gara si triobrengs” ucap mira pada bagas yang sudah tersulut emosi
Bagas yang mendengarkan semua penuturan mirapun tertunduk ia tidak bermaksud menyakiti hati annisa ia hanya ingin bercanda tapi dilihat dari segi manapun dirinya tetap bersalah tak seharusnya dia mengucapkan hal-hal yang sesensitif itu kepada annisa
“maaf..” ucap bagas “buat apa lo minta maaf lo gak punya salah sama gue” ucap mira ketus karena masih merasa kesal karena ucapn bagas tadi
“terus gue harus gimana tadi gue gak bermaksud gitu ke annisa gue cuma bercanda gue gak mikir sejauh itu”
“huffft.. lo tu ya makannya kalau mau bercanda dipikirin dulu jangan asal njeplak aja tu mulut” ucap mira “maaf..” saut bagas lagi hanya kata itu yang bisa bagas ucapkan
“yaudah ayo kita susulin aja si devon sama annisa” ucap mira
Dirinya menangis disana meresa kecewa merasa hancur merasa tak lagi berguna merasa hanya mempermalukan orang-orang disekitarnya terutama keluarganya karena dirinya tak bisa menjaga dirinya sebaik mungkin
Devon yang melihat annisa begitu terpuruk duduk menangis dan memeluk erat lutut nya itupun merasa tak tega dirinya mendekatkan tubuhnya pada annisa
“annisa..” ucapnya namun sama sekali taka da sautan dari annisa hanya isakan tangis yang devon dengar
Devon yang melihat sahabta nya begitu terpuruk lantas memeluk annisa dari samping
“lepas devon.. lepas.. gue ini udah hancur” racau annisa seraya memukul-mukul devon
“gue gak akan lepasin lo.. gue bakalan tetap ada disamping lo gue gak peduli sehancur apa lo” ucap devon dan annisa terus meronta-ronta ingin dilepaskan oleh devon namun devon sama sekali tak melepaskan pelukannya yang ada devon semakin mengeratkan pelukannya
Meskipun dirinya tau jika ini salah kerena memeluk annisa namun hanya ini yang devon tau untuk memberikan ketenangan untuk annisa
“lepas devon lepas.. lo gak pantes temenan sama perempuan murahan kaya gue hiks..hiks..”
“lo itu gak murahan, lo itu berharga ini itu ujian buat lo tuhan tau lo itu orang yang kuat makannya tuhan kasih ujian ini sama lo” ucap bagas
“apapun kondisi lo gue bakalan tetap ada disamping lo gue gak bakalan tinggalin lo gue gak akan lepasin genggaman tangan lo” ucap bagas lagi seraya menumpahkan cairan bening yang ada disudut matanya itu
“lo jangan dengerin ucapan bagas ya, lo tau kan bagas itu suka ceplas ceplos dia gak bermaksud buat nyakitin hati lo, kita semua disini sayang sama lo” ucap devon perlahan-lahan dpada annisa karena takut annisa akan semakin terpuruk
__ADS_1
“kalau lo mau nangis, nangis aja gak apa-apa gue gak akan lepasin pelukan gue, gue bakalan jagain lo”
“tapi sebaiknya kita pindahnya jangan di air nanti lo bisa sakit kalau disini” ucap devon namun annisa menggelengkan kepalanya tanda tak ingin beranjak dari posisinya
Mau tak mau devon pun duduk bersama disamping annisa basah-basahan dengan posisinya yang masih memeluk erat annisa dan annisa yang masih terus menangis
Mira dan bagas yang tadi menyusul kedua sahabat nya itu kita telah berada dibelakang mereka berdua namun mereka menghentikan langkahnya saat mengetahui annisa menangis dan meracau jika mereka tak pantas memiliki teman seperti annisa yang murahan
Sungguh sakit hati mira mendengar ucapan annisa bukan dirinya kecewa karena annisa tak mau berteman dengan annisa tetapi sakit ketika sebegitu terpuruknya annisa karena ucspan bagas tadi
Begitupula dengan bagas dirinya merasa sakit dan meraa bersalah pada annisa dirinya pun tak kuasa menahan tetesan air mata sahabat yang begitu baik padanya harus merasakan sakit lagi karena nya
Perlahan dirinya mendekat keaarah annisa dan juga devon dirinya kini berada di samping kiri annisa begitu juga dengan mira
Devon yang merasakan kehadiran dua sahabatnya itu lantas memberikan kode padanya agar tetap diam dan tak bertanya terlebih dahulu pada annisa
Terdengar jelas dipendengaran mereka semua jika annisa menangis sebagai seorang wanita tentunya mira tau bagaimana kini perasaan annisa
Beberapa menit setelah duduk di air itu mira sudah merasakan amat sangat kedingingan dan hal itu tak luput dari pandangan bagas dan juga devon
Lalu devon mengkode bagas untuk membawa mira pulang karena hari juga sudah larut malam
“mir ayo kita pulang lo udah kedinginan pucet gitu” ujar bagas dengan sedikit berbisik di telinga mira
“gue gak mau ninggalin annisa” ucap mira
“annisa biar sama devon gue yakin devon bisa jaga annisa lebih baik kita pulang dulu, jangan buat annisa merasa bersalah karena lo sakit nantinya” mendengar penjelasan bagas jika annisa akan merasa bersalah pun akhirnya dirinya mau meninggalkan tempat itu
Karena dirinya juga sudah sangat kedinginan, setelah memberikan kode pada devon akhirnya mira dan bagas meninggalkan tempat itu
“annisa lo gak boleh kaya gini terus lo itu kuat, jangan merasa rendah dari yang lainnya sebab yang namanya manusia pasti punya masalah di masa lalu nya” ucap devon tapi masih saja hanya suara isakan tangis yang didengar devon
Devon mengelus pundak annisa agar annisa bisa tenang atau paling tidak sedikit tenang
Malam ini cuaca sepertinya sangat mendukung suasana hati annisa, udara dipantai yang sangat menusuk dan dingin nya air pantai seperti es terlebih jika gelombang menggelung bibir pantai
Entah sudah berapa lama mereka berdua ada di tempat itu dengan posisi yang masih sama namun devon tak lagi mendengarkan isakan tangis annisa
Devon yang tadinya melihat luasnya pantai kini pandangannya dialihkan pada annisa, tubuhnya juga merasakan gerakan dari tubuh annisa
“astagfirullah annisa kamu pucat sekali” ucap devon dan tanpa menunggu lama dirinya membopong tubuh annisa untuk segera dibawa pergi dari pantai
Dirinya berpikir jika tak mungkin membawa annisa dengan keadaan yang tak sadarkan diri itu menggunakan motor alhasil devon harus memesan taksi online terlebih dahulu untumg saja posisi taksi itu tidak jauh dari keberadaan devon dan juga annisa
Di tengah-tengah jalan badan annisa begitu panas devon begitu khawatir pada kondisi annisa, niat hati mau membawanya pulang kerumah kini dia berputar haluan untuk membawa annisa kerumah sakit karena tak ingin terjadi sesuatu hal pada annisa
🌹Mohon dukungannya teman-teman dan mohon maaf jika masih ada salah kata atau typo didalam penulisan saya🙏
__ADS_1
Semoga Menghibur 😉