Ketulusan Hati Suamiku

Ketulusan Hati Suamiku
Bab 42


__ADS_3

“dev gak terasa kini anak mama sama papa sudah dewasa sudah menjadi sarjana..” ucap sang papa devon hanya diam mendengarkan orang tuanya berbicara karena sang papa menjeda ucapannya


“maafin mama sama papa dev karena kami banyak mengacuhkan kamu, kami terlalu sibuk bekerja” ucap sang papa lagi sedangkan mamanya hanya diam namun matanya sudah mulai berembun seolah penyesalan itu telah datang padanya.


“papa sama mama kenapa minta maaf, dev tau papa sama mamakan kerja juga untuk dev” ucap devon merasa tak enak hati kala orangtuanya itu meminta maaf padanya.


“mama sama papa terlalu sibuk dev sampai-sampai kami lupa jika ada kamu yang harus kami perhatikan juga meskipun kamu sudah besar tapi bagi papa dan mama kamu masih anak balita yang menggemaskan bagi kami..” kemudian sang papa kembali menjeda ucapannya


“kami bekerja semata-mata memang untuk kamu nak tapi ada sebab lain yang membuat kami gila kerja yaitu karena kami merasa terpukul karena telah kehilangan adik mu maka dari itu kami berusaha menyibukkan diri agar kami tidak larut dalam kesedihan karena terus mengingat almarhum adikmu” ucap sang papa melanjutkan ucapannya


Kini sang mama sudah meneteskan buliran air yang sejak tadi menumpuk di pelupuk matanya, devon yang mendengarkan penuturan sang papa sebenarnya ingin meneteskan air matanya namun dirinya berusaha untuk menahannya.


“pa ma seharusnya kalian tak perlu meminta maaf pada devon seperti ini meskipun devon selalu merasa kesepian ketika berada dirumah ini tapi devon yakin kalian masih menyayangi dev dan juga dev juga merasa kehilangan sosok adik ma dev juga menyayanginya tapi dev cuma bisa berdoa supaya adik tenang dan bahagia disana” ucap devon


sang mama kembali meneteskan air matanya begitu pula sang papa dirinya merasa menyesal kenapa mereka begitu egois dan kenapa dirinya baru mengetahui jika devon juga merasa kehilangan sosok sang adik.


Kini mereka bertiga kalut dalam kesedihan, devon memeluk kedua orang tuanya itu dirinya mencoba menenangkan kedua orang tuanya dan menyakinkan kepad mereka jika devon tak apa-apa dan baik-baik saja.


Mendengar penuturan sang anak yang begitu bijaksana dan dewasapun membuat kedua orang tua itu semakin menyesali perbuatannya, kini kedua orang tua itu berjanji kepada devon untuk meluangkan waktu demi dirinya dan tidak lagi gila kerja seperti sebelumnya .


Hari ini rasa sakit, haru dan senang berputar menjadi satu dalam hatinya, sakit karena wanita pujaannya itu dilamar orang lain, merasa terharu karena orang tuanya kini menyadari perbuatannya sekaligus merasa senang karena kedua orang tuanya kini sudah kembali seperti dulu saat-saat sang adik masih ada.

__ADS_1


Siang kini sudah berganti malam, meja makan yang biasanya hanya ada dirinya seorang diri kini sudah tak lagi seperti biasanya, kini keluarga kecil devon makan malam bersama, sungguh inilah yang dirindukan oleh sosok devon pad kedua orang tuanya.


Malam ini sang mama memasakkan makanan kesukaannya, “dev ayo makan ini mama masakan semua makanan kesukaan kamu” ucap sang mama “terimakasih ma seharusnya mama gak perlu capek-capek untuk memasakkan makanan kesukaan dev karena apapun yang mama masak dev suka, kan masakan mama enak iya kan pa ?” ucap sang devon dan meminta persetujuan sang papa


“iya bener kata mu dev, masakan mama memang sangat enak makannya papa betah makan dirumah” ucap sang papa


Meja makan yang biasanya dingin dan sunyi, kini kembali hangat dengan hadirnya sang papa dan mama, canda tawa di meja makan kembali terdengar menambah kehangatan di meja makan.


“pa ma terimakasih sudah kembali, dev bahagia sangat bahagia keluarga kini bisa seperti dulu lagi meskipun dinda sudah tiada, dev bersyukur memiliki kedua orang tua seperti kalian berdua ma pa” batin devon


Tidak berbeda jauh dengan suasana dirumah devon, dirumah mira pun sama, seluruh keluarganya berkumpul di ruang keluarga bercanda tawa apalagi sanga kakak dan keponakannya yang lucu itu datang semakin membuat riuh rumah itu.


Disela-sela tawa keluarga itu tiba-tiba mira bertanya pada sang mama dan membuat sang mama sedikit salah paham padanya


“mira kamu mau menikah sama siapa ? jangan memaksakan orang untuk mencintai kita dan memaksa orang itu untuk menikah dengan mu, tidak itu tidak boleh terjadi” jawab sang mama sedikit meninggikan intonasinya


Sontak saja hal itu membuat yang lainnya juga ikut berhenti tertawa dan menatap kearah mira dan sang mama yang duduk berdampingan itu


“ada apa ma siapa yang mau menikah ?” tanya kakak kedua mira pada sang mama


“ini mira mau menikah sama orang yang tidak menyukainya” jawab sang mama cepat

__ADS_1


“hah betulan begitu mira” tanya kakak pertama nya dan sang papa yang hampir bersamaan itu


Mira menggelengkan kepalanya lalu ia bersuara “bukan begitu, mama salah paham sama mira” ucap mira “salah paham bagaimana ? jelas-jelas tadi kamu bertanya pada mama bagaimana jika menikah dan tidak saling mencintai” sulut sang mama


“aduhh mama… coba mama dengarkan baik-baik ucapan mira, mira tidak mengatakan jika dirinya akan menikah dengan orang yang tidak saling cinta, dirinya hanya bertanya” ucap kakak ketiga mira


Semua orang yang ada disana pun lantas menepuk dahinya, tak habis pikir dengan sang mama yang langsung menyimpulkan sendiri tanpa mencerna kata-kata mira


“hehehe… maaf mama salah sayang.. memangnya kenapa kamu bertanya begitu ? kamu sudah mau menikah ?” tanya sama mama


“aduh mama.. bukan begitu mira belum mau menikah ma.. mira mau kerja dulu baru lanjut S2 setelah itu barulah mira mau menikah” ucap mira


“lalu kenapa kamu bertanya begitu, tak mungkinkan kamu tiba-tiba bertanya begitu jika tanpa sebab” timpal sang papa karena tau bagaimana sikap anaknya itu


Mirapun menjelaskan apa yang terjadi pada annisa dan mengutarakan apa yang ada di benaknya “mira gak boleh mikir begitu gak baik” ucap sang mama sebab mira mengatakan jika dirinya berpikir kalau kak hasan itu menikahi annisa dan menjadikannya sebagai balas budi karena pernah menolong annisa.


“menikah itu paling tidak harus didasari oleh rasa saling cinta tapi juga ada beberapa orang yang menikah tidak saling cinta tetapi setelah menikah barulah cinta itu hadir diantaranya, jadi cinta juga tidak bisa dijadikan patokan untuk menikah” jelas sang mama


“lebih baik kamu doakan yang terbaik buat annisa dari pada berpikiran yang tidak-tidak karena baik buruknya yang tau hanya Allah kita tidak berhak menilai seseorang dengan hanya sebatas pandangan mata melihat” ucap kakak pertama mira menasehati sang adik


Dan hal itu juga dibenarkan oleh kedua orang tua serta dua adiknya lagi yaitu kakak-kakak mira.

__ADS_1


🌹Jangan lupa like komen dan vote nya temana teman


__ADS_2