Ketulusan Hati Suamiku

Ketulusan Hati Suamiku
Bab 37


__ADS_3

“udah sana naik keatas panggung sebelum nama lo di ganti” ucap annisa sambil terkekeh melihat sahabat satunya itu


Devonpun akhirnya naik keatas panggung dengan rasa haru dirinya tiak menyangka jika bisa menjadi mahasiswa terbaik sama seperti sahabat-sahabatnya meskipun dirinya hanya ada di kategori ketiga


Setelah ketiga kategori semua diumumkan, kini seluruh mahasiswa terbaik dipinta untuk naik keatas panggung untuk foto bersama kemudian dilanjutkan oleh pemindahan tali toga


Setelah acara pemindahan tali toga kini mc kembali memanggil annisa keatas panggung “allhamdulillah acara pada hari ini telah berjalan lancar namun sebelum saya mengakhiri acara pada hari ini saya ingin mendengar sepatah dua patah kata dari mba annisa selaku mahasiswa terbaik dikampus kita…”


Annisapun naik keatas panggung dan memberikan sepatah dua patah kata


“bissmilahirrahmanirrahim, terimakasih kepada mba nella yang telah memberikan kesempatan kepada saya untuk menyampaikan sepatah dua patah kata… sebelumnya saya ucapkan terimakasih yang sebesar-sebesarnya kepada keluarga saya yang telah mendukung saya sehingga saya bisa seperti saat ini, terimakasih yang sebesar-besarnya juga saya sampaikan untuk bapak dan ibu dosen yang telah membimbing saya serta teman-teman sejawat saya yang telah sama-sama saling mengsuport dan membantu dan juga kepada sahabat-sahabat saya yang selalu ada disisi saya. Tanpa kalian semua saya tidak akan bisa menjadi seperti saat ini berdiri disini menyampaikan sepatah dua patah kata, teruntuk teman – teman semua bagi saya ini adalah suatu bonus yang saya dapatkan dari hasil pendidikan saya, bagi saya kalian semua sama, sama-sama mahasiswa terbaik dikampus kita tercinta jadi apapun hasil kalian, kalian tetaplah yang terbaik jangan pernah patah semangat tetaplah berjuang hingga akhirnya sukses menhampiri mu” ucap annisa dari atas panggung


dan tentu saja mahasiswa yang lainnya merasa terharu akan ucapan annisa termasuk para sahabatnya dan juga semua orang yang berada disana


Setelah mengucapkan kata-kata sambutanbya itu kini annisa kembali ke tempat duduknya dan dirinya disambut pelukan hangat dari ketiga sahabatnya


Setelah acara selesai kini hanya tinggal sesi foto-foto saja sebagai kenang-kenangan namun siapa sangka disaat itulah semua teman-temannya berbondong-bondong untuk memeluk dirinya


Lalu mereka meminta foto bersama annisa mau tak mau annisa pun berfoto bersama teman-temannya yang cukup banyak itu karena tak ingin mengecewakan teman-temannya


Setelah selesai berfoto dengan teman-temannya kini giliran bang tama, devon , bagas dan mira serta para keluarga sahabatnya itu yang meminta untuk berfoto bersama


Kini usai sudah sesi foto-foto dan datanglah kak hasan “hai princess, ini ada sedikit hadiah untuk mu selamat ya atas predikat mu menjadi mahasiswa terbaik dikampus ini kakak bangga padamu” ucap kak hasan


“terimakasih kak tapi ini hadiahnya bukan sedikit tapi banyak banget” ucap annisa


“tak apa terimalah” ucap hasan seraya terkekeh, annisa pun menerima hadiah pemberian dari kak hasan yang sudah dianggap seperti kakaknya sendiri merekapun tak melewatkan untuk tak berfoto bersama


Devon, bagas, mira dan tentunya bang tama masih dengan setia menunggu annisa sedangkan keluarga mereka sudah pulang terlebih dahulu karena tak ingin mengganggu anak-anaknya menhabiskan waktu bersama

__ADS_1


“huh… capek yaa” eluh annisa seraya mengelap dahinya yang dipenuhi keringat, mereka yang ada disana pun akhirnya tertawa bersama


“capekan kami sih, lihat banyak sekali hadiah yang kau terima, dari seluruh penjuru kampus sepertinya memberi mu hadiah bahkan kami hanya dapat beberapa saja” ucap bagas


Kini mereka kembali diuat tertawa oleh ucapan bagas


“sekarang lebih baik kita ke penginapan karena abang juga punya hadiah buat kalian semua sekalian bantu kakak bawa semua hadiah ini” ucap bang tama


“biar ku bantu tam” ucap kak hasan seraya mengambil beberapa hadiah yang tergelatak diatas meja bahkan kursi


“baiklah abang tama yang tampannya tidak seberapa, tapi kita bagi dua ya karena mira tadi membawa mobil kemari” ucap mira


Masing-masing dari mereka membawa hadiah yang diperoleh annisa, kini sampailah mereka diparkiran kak hasan, bang tama dan annisa menunggangi mobil kak hasan, Sedangkan mira, devon dan bagas menunggangi mira


Kini mobil mereka melaju menuju penginapan bang tama dan annisa


Didalam mobil mira mereka berniat untuk membelikan hadiah untuk annisa dan hal itupun disetujui oleh devon dan bagas


Setelah membeli bunga kini mereka menuju kesalah satu pusat belanjaan mereka menuju kesalah satu toko dan dilam toko itu mereka berpencar


Devon meliaht ada boneka yang sangat lucu dan besar dirinya ber[ikir jika annisa pasti akan suka akhirnya devon membeli satu boneka besar tersebut dan juga bebrapa batang coklat kesukaan annisa


Sedangkan mira ia berniat membelikan sahabatnya itu pakaian karena menurutnya hal yang paling disukai oleh perempuan adalah pakaian selain make up


Kini tinggalah bagas yang masih kesana kemari dirinya bingung ingin memberikan apa untuk annisa, taka da ide yang terlintas di benaknya hingga kedua sahabtnya itu telah berada dikasir untuk membayar dirinya masih saja bingung.


Hingga mira dan devon sama-sama menghampiri dirinya “lo kok belum milih sih sih gas.. “ tanya mira “aduh gue bingung mau kasih annisa apaan ya” ucap bagas “hmm apa yaa…” saut mira seraya memikirkan sesuatu


“gimana kalau lo belikan aja dia tas atau sepatu” saut devon “ah iyaa bisa juga tuh” ucap mira

__ADS_1


“kalau gitu gue belikan tas aja kali ya tapi lo pada bantuin gue pilihin tasnya kan gue gak tau selera cewe” ucap bagas


“lo kira gue tau selera cewe secara gue jugakan sama kaya lo batang” ucap devon


“hahaha iya.. iya sewot amat lo” ucap bagas


“yaudah ayo kita kesana pilih tasnya, nanti kalau kelamaan takutnya annisa nungguin kita” ucap mira seraya melangkah mendahului devon dan bagas


Akhirnya hadiah yang mereka ingin berikan pada annisa sudah terbeli kini mereka melangkah menuju parkiran dan bergegas kepenginapan annisa dan bang tama


Di perjalanan menuju penginapan mira mengeluarkan uneg-unegnya “gak kerasa ya kita bakalan pisah sama annisa” ucap mira


“pisah gimana ?” tanya devon “yaelah lo kan ntar sore annisa bakalan balik kekampungnya itu artinya kita bakalan pisah dong sama dia” ucap bagas


“ohhhh….” Ucap devon berohria “lo kok biasa aja sih dev lo udag gak sayang sama persahabatan kita lagi ya” sulut mira yang emosi karena devon begitu tenang


“iya nih lo udah gak ngehargai lagi persahabatan kita ya” sulut bagas yang terpancing emosi bahkan dirinya kini memberhentikan mobil mira dipinggir jalan


“kenapa berhenti..” tanya devon “maksud lo apa gak ngehargai persahabatan kita lagi dev lo udah berubah ya secepat itu dev” ucap mira dan bagas menggebu-gebu


“yang bilang gak ngehargain persahabatan kita siapa sih perasaan gue gak ada bilang begitu deh” ucap devon dengan santainya


“tapi kenapa lo santai aja annisa mau pulang kampung ninngalin kita” ucap mira


“udah lanjutin lagi jalannya dari pada annisa nungguin kita nanti” ucap devon santai tanpa memperdulikan ucapan mira


Bagas pun kembali melajukan mobilnya menuju penginapan, tak ada lagi suara candaan bahkan tawa didalam mobil semuanya hening dengan bagas dan mira yang masih emosi dengan ucapan devon


Dalam hati devon “sesekali ngerjain mereka gak apa-apalah”

__ADS_1


🌹jangan lupa dukungannya


__ADS_2