Ketulusan Hati Suamiku

Ketulusan Hati Suamiku
Bab 6


__ADS_3

Ku rebahkan diriku diatas kasur yang empuk ini, menghilangkan rasa penat dan lelah sebab belanja tadi. Rasa ngantukpun mendera ku, tak dapat untuk ku tahan, perlahan kupejamkan mata ku hingga akhirnya aku pun tertidur..


Astaga jam berapa ini pekik ku seraya melihat jam sebab telihat dari balik jendela hari sudah mulai gelap..


“Astaga pukul setengah tujuh… bisa-bisanya aku tertidur selama ini huuuuh…” ucapku seraya bangun dari tempat tidurku.


Segera ku tutup jendela kamar ku dan segera mandi, sebab sebelum tidur tadi aku belum sempat mandi karena rasa lelah sudah lebih dulu menghampiriku,


Selepas pukul tujuh aku menuruni tangga untuk keluar mencari makan.


Aku berjalan menyusuri trotoar malam ini sebab tak jauh ada pedagang nasi goreng dan akupun menghampirinya “pesan nasi goreng nya satu ya mang minumnya es teh saja” ucap ku pada pedagang nasi goreng tersebut “oke mba tunggu dulu ya, sebentar saya buatkan” ujarnya, akupun duduk disalah satu kursi yang telah disediakan.


Malam ini terlihat begitu sepi mungkin karna cuaca yang sedikit mendung, akupun melihat-lihat sekitar sembari menunggu pesanan ku datang.


Kulihat ada sepasang kekasih yang sedang bertengkar disebrang jalan, entah apa yang mereka permasalahkan akupun tak tau.

__ADS_1


“ahh pacaran selalu membawa perkara” ucapku dalam hati seraya menggelengkan kepala ku.


Aku memutuskan untuk membuka ponsel ku dan menscrol media sosial ku, dari pada aku harus melihat orang pacaran yang sedang bertengkar.


Saat aku sedang menscrol media sosial ku ada seseorang yang meminta izin pada ku untuk duduk dihadapan ku akupun mengizinkan orang tersebut tanpa melihat kearahnya.


“boleh saya duduk disini ?” Tanya orang tersebut


“silahkan” ucapku


“ohh laki-laki ini” batinku, yaah.. laki-laki yang ada dihadapan ku saat ini adalah laki-laki yang tadi sempat ku lihat bertengkar dengan pacarnya disebrang jalan sana, aku cuek saja dan memakan pesanan ku tadi, di saat sedang menyantap makanan ku dirinya membuka obrolan, “tinggal di daerah sini mba ?” tanyanya padaku, aku tak meresponnya diapun kembali menanyakan hal yang sama pada ku “iya” jawab ku cuek, sehabis itu tak ada lagi percakapan diantara kami hingga makanan ku habis, aku segera berdiri dari dudukku untuk membayar dan sehabis itu aku ingin pergi ke taman dekat dengan kontrakan ku “berapa mang ?” tanyaku pada penjual nasi goreng, “20 ribu mba” jawabnya, akupun merogoh kantong ku dan mengambil uang dua puluh ribu untuk membayar, setelah membayar akupun segera pergi dari sana menuju taman.


Saat ditaman aku memilih duduk di kursi yang dikelilingi oleh bunga-bunga.


Meskipun ini sudah malam tetapi ditaman ini tidaklah gelap sebab ada banyak pencahayaan yang di berikan oleh pengelola taman tersebut. Akupun merentangkan tangan ku seraya menikmati hembusan angin malam.

__ADS_1


“suka kesini juga ya” aku kaget sebab ada yang bertanya padaku, sebab tadi disekitar ku tidak ada seseorang satupun, aku menoleh kebelakang dan melihat laki-laki tadi sudah ada dibelakang ku, aku kembali mengacuhkannya tapi siapa sangka dirinya malah duduk disebelah ku satu kursi dengan ku, akupun melihatnya jengah “anda ngikuti saya ya dari tadi” ujarku padanya meluapkan kekesalan ku “tidak…. Saya tidak ngikuti mba, saya memang sering ke taman ini ketika merasa bosan atau ada masalah, disini itu sejuk dan tenang, sehingga ketika ada masalah hati, hati saya menjadi terasa damai” ucapnya panjang lebar dan aku hanya berohh ria saja.


Kamipun kembali diam beberapa saat, merasakan hembusan angin malam dan sepinya malam ini membuatku tenang dan tanpa sadar akupun tersenyum tipis,


Laki-laki tersebut kembali membuka percakapan diantara kami “nama saya hasan, kalau boleh tau nama mba siapa ? dari tadi kita berjumpa tapi tidak saling kenal, bukankah lebih baik jika kita saling kenal ?” ucapnya akupun melirikkan mataku kearahnya “lebih baik tak usah kenal, anda sudah memiliki pasangan takutnya pacar anda nanti salah paham” kataku jutek, bukannya tersinggung laki-laki tersebut malah tersenyum meskipun dia dan aku tidak saling berhadap-hadapan tapi aku dapat melihat senyumnya dari ekor mataku “mba tadi pasti melihat saya sedang bertengkar di sebrang penjual nasi goreng, itu bukan pacar saya mba, saya tidak memiliki pacar” ujarnya “lalu apa namanya jika bukan pacaran atau jangan-jangan anda sudah menikah, dasar lelaki buaya” jawab ku, lagi-lagi laki-laki tersebut tersenyum “perasaan tadi saya hanya menannyakan nama mba saja ?” akupun mencelos mendengar perkataannya.


“annisa” jawab ku jutek seraya memberikan tatapan tajam ku padanya dan ku lihat dia hanya terkekeh saja melihat ku.


“nama yang bagus” ucapnya “jika mba mengira perempuan tadi adalah pasangan saya namun pada kenyataan nya dia bukanlah pasangan saya, dia adalah pasangan teman saya namun dibalik itu semua dia selalu mengikuti saya bahkan seringkali memata-matai saya, dan tadi saya melihat dia kembali mengikuti saya sehingga saya menghentikan perbuatannya, tak tau bagaimana jika sewaktu-waktu teman saya itu tau apa yang terjadi dibelakangnya ini, mungkin saja dia akan kecewa dan saya tidak mau membuatnya kecewa” ungkapnya panjang lebar, aku menyimak setiap perkataannya “ohh begitu, maaf sudah salah sangka pada anda” ucapku “tak apa maklum saja jika mba bisa berpikir seperti itu” ujarnya seraya tersenyum,


Sedikit ku hilangkan kejutekan ku sebab tak enak hati jika terus begitu dengannya, kulihat dia laki-laki yang baik. Kamipun saling bercengkrama hingga tanpa terasa sudah pukul sembilan malam.


Akupun beranjak dari duduk ku setelah mengatakan pada nya jika aku harus pulang “hmm maaf kak hasan, aku harus segera pulang karena sudah pukul Sembilan” ujarku “yahh.. pulang lah tak baik perempuan pulang terlalu larut malam” jawabnya setelahnya akupun meninggalkannya sendiri ditaman


🌹Jangan lupa like komen dan vote nya

__ADS_1


__ADS_2