
Lima bulan telah berlalu kondisi annisa sudah semakin baik bahkan dia sudah kembali kekontrakannya, tama juga sudah kembali kekota asalnya sedangkan hasan sebab oraang tuanya meninggal di juga kembali kerumah nya dimana rumah itu masih satu kota dengan annisa
“gimana sudah siap belum ?” ucap mira, “sudah tapi..” “jawabku terpotong oleh perkataan mira “jangan takut ada gue, devon dan bagas yang akan terus sama lo jagain lo” ucap mira
“terimakasih ya” ucap ku
Pagi ini mira menjemputku ke kontrakan untuk pergi kekampus bersama setelah kurang lebih empat bulan aku tidak masuk kampus mengingat kondisi ku yang pada waktu itu sangat membuat ku trauma
Namun meskipun kini kondisi ku jauh lebih baik bayang-bayang akan masa-masa sakit itu masih saja berputar dikepala ku terlebih jika itu mengenai soal kampus namun untuk hal yang lainnya aku sudah mulai terbiasa seperti dahulu
Setelah selesai bersiap aku dan mira langsung menuju kampus, keringat dingin kembali membasahi dahiku ketika kami sampai didepan kampus bayang-bayang itu kembali muncul, mira yang menyadari perubahan di raut wajah ku lantas berusaha menenangkan ku “tenang ya gak ada yang berani jahatin lo lagi” ucap mira seraya memegang pundak ku
Aku tak menjawab ucapannya semakin masuk kedalam kampus semakin berputar bayangan masa kelam dan juga rasa sakit itu
Mira segera melajukan mobilnya menuju parkiran disana terlihat sudah ada devon dan juga bagas yang mungkin memang sengaja menunggu kedatangan kami
Setelah memarkirkan mobilnya kami tak lantas turun, tentu saja hal ini membuat bagas dan juga devon merasa ada yang aneh, mereka pun segera menghampiri mobil mira
Tokk..tokk..tokk
Terdengar suara ketukan dari kaca mobil tepat disebelah ku.. tapi aku tak berani membukanya, aku terus menutup mataku dan memegangi kedua kepala ku
__ADS_1
Hikss…hikss jangan..jangann tolong jangann
Annisa kembali meracau, aku yang tak tega melihatnya segera memeluknya hingga terdengar suara ketukan dari kaca mobil tepat disebelah annisa, ku dongakkan kepala ku dan kulihat siapa yang mengetuk ternyata ada bagas dan juga devon disana
Segera ku buka sedikit kaca mobil ku agar tak ada mahasiswa lain yang melihat kondisi annisa
“kenapa kalian gak turun” tanya devon akupun memberinya kode jika annisa kembali kambuh
Terkejut dan panik menjadi satu dipikiran mereka kondisi annisa yang sebelumnya sangat baik kini sedikit berantakan, devon segera membuka pintu samping annisa ada sedikit membungkukkan badannya agar sejajar dengan annisa
“nis ini gue devon tenang ya kita semua ada disini kita bakal jagain lo” ucap devon namun tak ada respon apapun dari annisa
Tentu saja ini membuat mereka kebingungan alhasil mereka memutuskan untuk membawa annisa pergi dari kampus
“nis tenang ya kita akan pergi dari sini oke” ucap bagas
Masih tak ada respon apapun dari annisa dirinya masih memejamkan matanya seraya memegangi kepala nya
Devon mengarahkan mobil mereka menuju suatu tempat yang tak begitu banyak orang mungkin ini akan sedikit membuat annisa tenang pikirnya
Selang 20 menit akhirnya mereka sampai
__ADS_1
“nis buka mata lo gak apa-apa coba lihat disini gak ada siapa-siapa cuma kita-kita aja” ucap devon
Annisa yang merasa tempat ini tidak begitu ramai pelan-pelan membuka matanya dan melihat kearah depan seperti yang tadi dikatakan oleh devon
“sekarang kita turun yuk” ucap devon dan bagas segera membukakan pintu sebelah annisa begitu juga devon yang membukakan pintu sebelah mira
Perlahan tapi pasti itulah yang saat ini dilakukan annisa dengan rasa takutnya yang begitu membara dia mencoba untuk menurunkan kakinya dari dalam mobil
Tenang …. Itulah yang pertama kali dirasakan annisa, dirinya melihat kearah sahabatnya seolah meminta persetujuan dirinya untuk melihat jauh lebih kedepan dan diangguki oleh ketiganya
Namun belum sempat dirinya melangkah ia merasakan genggaman tangan ditangan kiri dan kanannya ,, yaa mereka berempat bergandengan tangan seolah memberikan rasa aman dan juga kekuatan untuk annisa
Merekapun melangkah bersama-sama
Pov annisa
Aku tak tau ini dimana tetapi aku merasakan ada ketenangan disini, aku ingin melangkah namun takut itulah yang kurasakan ku lihat semua sahabat ku mereka menganggukkan kepala nya seolah memberikan keyakinan pada ku untuk melangkah mereka semua kembali menguatkan ku, kami melangkah bersama dan bergandengan tangan, aku tak menolak genggaman tangan ini, aku percaya jika mereka akan menjaga ku perlahan tapi pasti kami melangkah kesalah satu pohon yang terlihat rindang tak jauh dari danau buatan disana
Pov devon
Aku bingung ketika melihat mu kembali ketakutan seperti itu ada rasa menyesal sebab waktu itu aku tak menemani mu, terlintas didalam benak ku untuk membawa mu kesebuah danau buatan yang tak begitu ramai, didanau inilah biasanya aku menghabiskan waktu ku, aku berharap jika dirimu akan kemabali tenang ketika diriku membawa mu kesini dan saat sampai disini ku coba meminta mu untuk membuka mata mu dan melihat apa yang ada dihadapan mu saat ini, aku sempat melihat senyum tipis mungkin tak ada yang menyadari nya selain diriku, aku melihat ada keraguan saat dirinya akan melangkah tetapi kami semua kembali meyakinkan jika dirinya akan baik-baik saja bersama kami, kami melangkah bersama, ku genggam tangannya erat agar ia tak lagi merasakan ketakutan aku ingin membuatnya ceria seperti sebelumnya
__ADS_1
🌹
Mohon dukungannya readerss dan mohon maaf kalau masih ada typo didalam penulisan karya saya🙏