Ketulusan Hati Suamiku

Ketulusan Hati Suamiku
Bab 46


__ADS_3

Pukul dua dini hari bang tama dan juga annisa sudah sampai dirumahnya, rumahnya terlihat gelap hanya ada lampu teras saja yang menerangi, sisanya gelap karena memang waktu seperti ini digunakan oleh orang-orang untuk beristirahat


Beruntung bang tama memiliki satu duplikat kunci rumah ini, jadi tak perlu membangunkan orang rumahnya ketika ia pulang larut malam begini.


Kepulangan annisa malam ini tak diketahui oleh keluarganya maka dari itu tak ada yang menyambut apalagi membukakan pintu untuknya,


Setelah bang tama membuka pintu dengan kunci yang dibawanya kini dirinya dan annisa memasukkan barang-barang bawaan mereka kedalam rumah.


“kita masukin aja dulu kedalam, rapihinnya besok aja ya abang capek” ucap bang tama “oke abang kuuu, yang terpenting barangnya sudah ada didalam itu tak masalah, aku juga gak bakal sanggup kalau rapihin barang-barang mala mini udah ngantuk banget” jawab annisa


Mereka saling membantu hingga tak butuh waktu lama kini barang-barangnya sudah rapi tersusun didalam rumahnya, setelah memastikan semua barang telah masuk kini bang tama kembali mengunci pintunya.


Kemudian mereka memasuki kamar masing-masing untuk segera mengistirahatkan tubuh mereka yang sudah sangat lelah itu.


.


Pukul lima pagi seperti biasa ibu dari annisa dan juga bang tama serta bayu itu memulai aktivitasnya didapur setelah menjalankan sholat subuh, dirinya belum mengetahui jika annisa anak keduanya itu telah kembali


Terlebih karena lampu tidak semua dinyalakan sehingga membuat ibu dengan tiga anak itu menyadari ada barang-barang yang memenuhi sudut ruangan depan rumahnya itu.


Entah kenapa pagi ini dirinya ingin masak makanan kesukaan anak perempuannya itu, selain menyukai lalapan annisa suka sangat suka dengan telur balado buatan sang ibu


Rasanya yang nikmat dan aromanya yang begitu menggugah selera membuat siapa saja akan merasa lapar tiba-tiba


Disela-sela memasaknya ia rindu dengan kehadiran sang anak ditengah-tengah mereka, biasanya annisa selalu membantunya memasak jika ada dirumah ini.


Tepat pukul enam pagi bayu keluar dari kamarnya dan menghampiri sang ibu yang dipastikan selalu ada didapur menyiapkan sarapan pagi mereka dijam-jam seperti ini.


Bayu melagkahkan kakinya menuju dapur untuk membantu sang ibu menyiapkan sarapan mereka meskipun itu hanya menatanya saja di meja makan,

__ADS_1


Namun saat akan memasuki dapur netranya tak sengaja melihat banyak nya kardus yang ada disudut ruangan depan, karena langit sudah terang sehingga dirinya yakin akan penglihatannya


Karena rasa penasarannya itu dirinya segera bergegas menghampiri sang ibu untuk menanyakan perihal kardus yang dilihatnya berada disudut ruangan depan sebab dirinya kemarin tak melihat kardus-kardus itu sama sekali.


“selamat pagi ibu” ucap bayu tat kala sudah berada didapur “pagi sayang” ucap sang ibu lalu bayu meraih beberapa mangkuk yang berisikan sayur dan juga telur balado itu dan memindahkannya keatas meja makan


Meskipun hari ini adalah hari sabtu atau weekend mereka selalu mendisiplinkan untuk sarapan pukul tujuh


Disela-sela dirinya menata sayur, lauk dan yang lainnya diatas meja makan ia bertanya pada sang ibu mengenai kardus-kardus yang dilihatnya itu


“bu didepan ada banyak sekali kardus milik siapa ?” tanya bayu, ibu kaget dengan pertanyaan anak bungsunya itu pasalnya dirinya tak mengetahui ada kardu di ruangan depan rumahnya


“hah kardus apa dek.. gak ada kardus kok tadi malam ibu mematikan lampu tapi gak ada apa-apa” jawab sang ibu


“tapi bu itu didepan ada banyak sekali kardus coba deh ibu lihat dulu” ucap bayu


“itu yah kata bayu didepan ada kardus banyak, milik siapa ya kira-kira padahal semalam gak ada kardus-kardus sama sekali” jawab ibu


“apa mungkin bang tama dan kak annisa sudah pulang” tanya bayu lagi “tapi tak mungkin karena mereka gak ada bilang sama ayah sama ibu, kalau mereka pulang pastilah mereka kasih kabar dulu ke ibu sama ayah” jawab sepasang suami istri itu menanggapi pertanyaan sang anak


“lebih baik kita sarapan dulu baru nanti kita lihat kardus-kardus yang ada didepan’ ucap sang ibu dan disetujui oleh suami serta anaknya itu


Mereka pun memulai sarapannya seraya menerka-nerka milik siapa kardus-kardus itu dan kenapa ada didalam rumah mereka.


Lima belas menit dihabiskan untuk sarapan dan meja makan pagi ini mereka bertiga saling membantu karena itulah yang diterapkan didalam rumah ini, tidak peduli laki-laki ataupun perempuan semuanya diharuskan untuk saling membantu meskipun itu pekerjaan perempuan.


Setelahnya barulah mereka bersama-sama menuju ruangan depan untuk melihat isi kardus-kardus itu.


Sambil menduduki sofa mereka berpikir siapa pemilik kardus itu karena rasa penasarannya bayu membuka salah satu kardus

__ADS_1


Didalam kardus tersebut terdapat buku-buku, baik buku bacaan maupun buku hasil catatan tangan


Lalu bayu mengambil salah satu buku saat dirinya membaca judul buku itu, ia begitu merasa senang lantas ia berlari menuju kamar annisa sampai-samapai dirinya lupa memberitahukan kepada sepasang suami istri yang menjadi orang tuanya itu


Ayah dan ibu dibuat melongo dengan tingkah bayu “bayu mau kemana kenapa lari-lari didalam rumah ?” tanya ayah namun bayu yang begitu senang tak mendengar pertanyaan yang terlontar dari sang ayah


Mau tak mau ayah dan ibu mengikuti kemana tadi bayu berlari mereka mengerutkan dahinya tat kala bayu menuju kamar annisa


Kini mereka bertiga sudah berada didepan pintu kamar annisa, perlahan-lahan tapi pasti bayu memutar handle pintu dan nampaklah putri tidur diatas ranjang itu


Yah siapa lagi jika bukan annisa, karena sampai dirumah sudah larut malam sehingga dirinya juga tertidur ditengah malam


Karena merasa senang sang ibu refleks berteriak memanggil nama anaknya “annisa” ucap sang ibu, annisa yang merasa terganggu dengan suara teriakan yang memanggil namanya itu hanya melenguh seraya berkata “apaan sih bang teriak-teriak aku masih ngantuk banget tadi malam abang tau sendiri kita pulang jam berapa” ucap annisa tanpa membuka matanya malah kini semakin erat memeluk guling


Dirinya juga belum menyadari jika ada tiga orang didalam kamar nya terlebih karena rasa ngantuknya yang begitu mendominnasi dirinya tak menyadari jika itu suara sang ibu bukan bang tama


Karena tak ingin mengganggu si putri tidur kini merka bertiga beralih menuju kamar bang tama


Sama seperti dikamar sebelah disini pun ada pangeran tidur, tapi rupanya sang pangeran tidur menyadari ada orang yang masuk kedalam kamarnya meskipun tak ucapan apapun dari orang yang memasuki kamarnya itu


Tetapi dirinya tau jika ada orang yang masuk ke kamarnya karena bunyi handle pintu kamarnya


Perlahan tapi pasti bang tama mulai mengerjap-ngerjapkan matanya, berusaha menyesuaikan netranya dengan cahaya yang begitu cerah karena pantulan dari jendela kamarnya yang dibuka oleh ibu


“astagfirullah ayah ibu bayu pada ngapain disini” ucap bang tama setelah berhasil menyesuaiakan netranya dengan cahaya cerah sang matahari


Dirinya terkejut karena baru saja bangun tiba-tiba melihat kedua orangtuanya dan sang adik bungsunya itu sedang bersedekap duduk di sofa dekat ranjang tempat tidurnya.


🌹Jangan lupa like dan komennya 😘

__ADS_1


__ADS_2