
Atas persetujuan annisa yang merasa tidak keberatan akan keinginan nya berfoto berdua kini mereka pun melakukan foto-foto dengan beberapa ekspresi.
Disaat ingin berfoto lagi entah kenapa devon ingin annisa menggunakan pemberiannya itu “nis lo pake itu dong baru kita foto lagi” ucap devon seraya menunjuk kearah benda yang tadi ia berikan pada annisa
“oke” ucap annisa, lalu ia membuka benda yang berbentuk lingkaran itu saat dibuka betapa bahagianya dirinya melihat sebuah gelang yang amat sangat indah itu
Annisa mengalihkan pandangannya menatap devon, “dev ini pasti mahal banget kan ? lo yakin kasih ini ke gue ?” tanya annisa karena masih terkejut dengan pemberian devon yang satu ini
“iya gue yakin tapi sebenarnya ini bukan semata-mata dari gue tapi dari orang tua gue” ucap devon
“hah dari orang tua lo kok bisa orang tua lo ngasih ini ke gue, dev ini begitu berlebihan gue gak bisa terima ini dev” ucap annisa seraya menutup kembali kotak tersebut dan menyerahkan kembali pada devon
“annisa dengerin gue, ini gak berlebihan gue mohon lo terima ini dan janji lo gak akan lepasin gelang ini dari tangan lo, gelang ini bukan semata-mata hanya sebagai tanda persahabatan kita tapi orang tua gue ngerasa lo pantes terima ini untuk alasannya maaf gue belum bisa kasih tau lo sekarang” ucap devon seraya menggenggam tangan annisa dan memakaikan gelang di pergelangan tangannya
“lo gak bercanda kan dev mana mungkin orang tua lo ngasih ini buat gue yang baru dikenalnya gue gak percaya sama lo kali ini dev” ucap annisa seraya berusaha melepaskan gelang di pergelangannya itu
“okey kalau lo gak percaya biar gue telpon mama guee biar lo percaya” ucap devon lalu meraih ponselnya dan melakukan panggilan video pada sang mama
Beruntung tak perlu menunggu lama sang mama sudah mengangkat panggilan darinya
__ADS_1
“assalamualaikum ma” ucap devon “waalaikumsalam ada apa dev tumben telpon mama bukannya kamu mau antar annisa ke bandara ?” tanya sang mama dari sebrang telpon,
“iya ma devon mau antar annisa sebentar lagi tapi ini ma annisa gak mau terima gelang pemberian mama”ucap devon mengadu pada sang mama
“hah kenapa annisa gak mau terima dev ? apa gelangnya jelek ? biar mama ganti gelangnya, katakan padanya ingin gelang seperti apa biar mama langsung belikan” ucap sang mama karena merasa sedih annisa tidak mau menerima pemberiannya
Annisa yang sejak tadi mendengarkan percakapan antar ibu dan anak itupun lantas merebut ponsel devon, kini terlihatlah wajah wanita paruh baya itu yang tak lain tak bukan adalah mama devon
“assalamualaikum tante, ini annisa, maaf tante bukan maksud annisa tidak menghargai atau tidak menyukai gelang pemberian tante, tapi annisa rasa ini terlalu berlebihan tante annisa gak bisa nerima barang mahal ini tante maaf” ucap annisa menjelaskan maksudnya pada mama devon
“waaikumsalam annisa sayang, maaf jika pemberian tante membuat mu merasa bingung, tapi tante berharap kamu mau menerima pemberian tante dan selalu memakainya sayang, bukan apa-apa saat melihat mu kemarin di wisuda tante merasa melihat anak kedua tante saat menatap mu dan tante tau dari devon jika kalian sudah bersahabat lama jadi menurut tante kamu pantas menerima itu sayang, anggap saja itu untuk mempererat persahabat kalian, tante mohon terima ya sayang” ucap mama devon menjelaskan pada annisa dengan sesekali meneteskan air matanya,
Annisa mengalihkan pandangannya menatap devon, devon yang merasa ditatap menganggukkan kepalanya, memberikan isyarat pada annisa untuk menerima pemberian sang mama
“tante yakin kamu bisa menjaganya dengan baik annisa” ucap mama devon berusah meyakinkan annisa
“hmm jika tante memaksa baiklah annisa akan menerima pemberian tante, terimakasih banyak tante, annisa tidak bisa berjanji tetapi annisa akan berusaha menjaga pemberian tante” tutur annisa
“terimakasih nak, terimakasih sudah mau menerima pemberian tante”
“sama-sama tante” ucap annisa lagi lalu ponselnya direbut kembali oleh devon “udah dulu ya ma kita mau berangkat nih assalamualaikum” ucap devon mengakhiri percakapan dengan sang mama
__ADS_1
Tepat saat telpon itu berakhir, bang tama dan yang lainnya sudah berkumpul di ruangan yang sama
Karena tak ingin terlambat akhirnya mereka memutuskan untuk segera berangkat menuju bandara
Tiga puluh menit lamanya perjalanan kini mereka sudah sampai dibandara, bagas dan yang lainnya membantu membawakan barang bawaan annisa hingga masuk kedalam.
Setelah masuk dan membawa barangnya untuk dimasukkan kedalam bagasi masih tersisa waktu kurang lebih lima belas menit sebelum keberangkatan
Merekapun saling berpelukan seakan tak ingin berjauhan bahkan mereka semua meneteskan air matanya, setelah merasa cukup kini bang tama dan annisa masuk kedalam ruang tunggu.
Mira, bagas dan juga devon pun melangkahkan kakinya keluar dari bandara, mereka semua masih merasa sedih melepas kepergian annisa meskipun annisa berjanji akan tetap menjaga persahabatan mereka, tapi entah kapan lagi mereka bisa bertemu sapa.
Saat sudah di dalam mobil seperti biasa ketika mereka menggunakan mobil bagas yang mengambil kendali untuk mengemudi mobil tersebut.
Kini mereka kembali pulang kerumah tetapi bagas memilih pulang kerumah devon terlebih dahulu dan devon tak menolak keinginan sahabatnya itu.
Akhirnya mereka mengarahkan mobilnya menuju rumah devon kurang lebih empat puluh menit kini mereka sampai di rumah devon
Sebelum turun dari mobil devon mengajak mira juga ikut masuk kedalam rumahnya, namun mira menolak karena sudah malam, tak enak jika seorang perempuan bertamu dirumah laki-laki malam-malam begini.
Devon dan bagas bisa memahami maksud mira lantas merekapun mempersilahkan mira untuk pulang dengan hati-hati, barulah setelah itu mereka turun dan kini berganti mira yang mengambil alih kemudi mobilnya.
__ADS_1
Sebelum meninggalkan rumah devon mira membunyikan klaksonnya barulah ia membawa mobilnya pulang. Devon dan bagas tidak segera masuk kedalam, mereka menunggu mobil mira berlalu terlebih dahulu baru mereka akan beranjak masuk kedalam rumahnya.
🌹Jangan lupa dukungannya te