
Setelah berbincang dengan tante mala, mira mengajak ku kekamarnya, tante mala adalah mama dari mira, tante mala yang awalnya tak suka melihat kedatangan ku dirumahnya tapi setelah bercengkrama dengan beliau aku jadi tau kenapa beliau bersikap seperti itu, akupun memakluminya saja, namun aku masih bingung dengan kata-kata beliau yang mengatakan jika aku adalah orang pertama yang benar-benar bisa masuk kedalam rumah ini
Sesampainya aku dan mira dikamarnya aku mengungkapkan kebingungan ku tentang ucapan mamanya “mir bolehkan aku bertanya ?” tanyaku pada mira “boleh dong mau nanya apaan sih serius amat tuh muka, amatnya aja ga serius” ucap mira diselingi tawa “tadi maksud tante mala bilang jika aku adalah orang pertama yang benar-benar masuk dirumah sini apa ya mir ?” tanyaku “heh jadi dari tadi kau memikirkan itu dasar nisa bocah” ucap mira padaku “heh siapa yang kamu katakana bocah itu anak ingusan” kataku sambil tertawa “hei siapa yang kamu bilang bocah ingusan itu?” ucapnya “tentu saja kamu, kitakan disini berdua mana mungkin aku ngatai tembok kamar mu” ucapku cuek sambil terus memandang nya “kau kali yang ingusan, ini tisunya lap dulu ingusmu” ucap mira seraya menyodorkan ku tisu “heii beoo yang ingusan itu dirimu kenapa aku yang kau beri tisu dasar beo” hahahahaha kamipun tertawa bersama
“mirr kenapa kamu tak menjawab pertanyaanku tadi sih” Tanya ku kesal “tunggu sebentar aku ingin kekamar mandi” ungkapnya
“apa kamu begitu penasaran nis ?” Tanya mira selepas ia dari kamar mandi yang ada disudut kamarnya
“hemm ya aku penasaran, tapi taka pa jika kau tak ingin menjelaskannya aku tak akan memaksa lagi pula kan aku orang baru disini hahaha” ucapku seraya tertawa “heii nona tolong jangan katakana itu aku tau jika kita baru kenal tapi aku tak mau mendengar kata-kata itu baiklah aku akan menceritakan padamu” ungkapnya
__ADS_1
“kau lihatkan penampilan mamaku bagaimana ?” tanyanya padaku “iya aku lihat lalu apa hubungannya ?” tanyaku
“setiap aku mengajak teman ku ke rumah ini mereka selalu menganggap jika mamaku adalah pembantu dirumah ini dengan angkuhnya, aku ingin sekali memaki mereka karena telah menganggap mamku seperti itu, tapi dengan sabarnya mama ku melarang ku untuk memberi tau identitas mama ku yang sebenarnya karena mama ku selalu punya caranya sendiri untuk mengatasi itu, akupun tak pernah mengajak mereka masuk kedalam rumah ini apalagi masuk kedalam kamar ku, biasanya kami hanya duduk di halaman depan” ungkapnya seraya menghembuskan nafas berat
“saat pertama kali aku berteman dengan mereka aku merasa jika mereka orang baik-baik tapi setelah aku membawa mereka kesini aku dibuatnya kaget dengan sikapnya, dan kami tentunya tidak bodoh melihat tingkah mereka yang mendekati kami hanya karna kami orang kaya” ucapnya lagi “lalu kenapa kamu mengajak ku masuk kerumah ini mir bahkan kamu mengajak ku masuk ke dalam kamar mu ini bukankah aku orang yang baru tadi pagi kau kenal ?” tanyaku penasaran “aku mengajak mu karena aku merasa kamu berbeda dengan yang lainnya kamu orang yang baik” ucap mira seraya tersenyum “kamu adalah orang pertama yang masuk kedalam rumah itu karena mereka yang sebelumnya datang kesini selalu mamaku usir setelah tau bagaimana perilakunya sebab itulah aku tak memiliki banyak teman, tapi aku tak kecewa karena kini aku memiliki kamu sebagai teman sekaligus sahabat ku” ucapnya lagi “ohhh sayanggg” ucap ku seraya memeluk tubuh mira
“apa kalian hanya tinggal berdua dirumah sebesar ini mir ?” tanyaku pada mira, mira menggelengkan kepalanya seraya tersenyum “tidak mira kami tinggal berlima, aku punya dua kakak dan tentunya ada ayah ku” ucap mira terkekeh “tapi sejak tadi aku tak melihat keberadaan mereka rumah ini terasa sepi”ujar ku, lagi-lagi mira tersenyum mendengar pertanyaan ku “ayah ku sedang bekerja, kakak-kakak ku juga sama hanya mama dan aku saja yang banyak dirumah sebab mama tak bekerja sedangkan aku hanya pergi seperlunya saja karna tak punya teman” ucap mira, ku lihat bola matanya ia seakan ingin menangis tapi ditahannya “ohhh begitu, aku akan menemanimu jika kau sendiri jangan lagi merasa sendiri okey” ucap ku “terimakasih annisa tak salah aku berteman dengan mu” ucapnya, aku hanya menganggukan kepala ku seraya tersenyum kearah nya
Jam menunjukan pukul 2 siang, ahh memang waktunya mengantuk batinku perlahan tapi pasti aku mulai merasa ngantuk, akupun membaringkan tubuh ku dismaping mira dan kamipun sama-sama terlelap
__ADS_1
.
Samar-samar kudengar alunan musik akupun mengerjapkan mataku kulihat mira masih begitu pulasnya tidur, aku memutuskan untuk mencuci muka dikamar mandi yang ada didalam kamarnya itu setelah itu aku tertarik untuk melihat halaman rumah mira dari balik jendela kamar itu
Kulihat ada tante mala dan seorang laki-laki yang sedang duduk berdua disana ah mungkin itu ayahnya mira sebab kelihatannya laki-laki itu seumuran dengan tante mala
Akupun melihat ada banyak sekali tanaman bunga yang begitu memukau disana
Disaat aku sedang melihat-lihat halaman rumah mira dari balik jendela kudengar suara ketukan pintu di kamar mira
__ADS_1
Akupun berjalan membuka kan pintu “eh temen nya mira ya maaf kakak ganggu mira mana ?” tanyanya “mira masih tidur kak” kataku “baiklah nanti kalau mira sudah bangun suruh temui kakak ya” ucapnya lagi seraya meninggalkan ku berdiri di depan pintu tanpa sempat ku menjawab ucapanya