
Ku rentangkan kedua tangan ku meregangman semua otot-otot tangan ku, ku tengok jam yang bertengger di meja belajar ku, “Ahh masih jam 5 sebaiknya aku bersiap dulu” batin ku
Tepat pukul tujuh aku sudah selesai berberes, ku lihat jadwal dari kampus ku ternyata pukul sepuluh baru ada jam, lalu aku memutuskan untuk bersantai di balkon kamar ku.
Ku pegangi besi yang membatasi pinggiraan balkon, pagi ini terlihat cerah matahari memberikan sinar cerah nya, orang-orang berlalu lalang silih berganti
Ku sesap coklat panas ku seraya merasakan suasana pagi ini
Drrt
Drrrt
Ponsel ku bergetar ku lihat ada notifikasi pesan whatsapp, cepat-cepat ku buka ternyata banyak pesan masuk dari ibu dan bang tama, menyakan perihal bagaimana hari aku menjalani kuliah, tak lama ada telpon masuk dari bu aisah “assalamualaikum bu” kata ku
“maaf bu hari ini saya masuk kuliah” ujar ku pada bu aisah
“iya bu, sekali lagi mohon maaf ya bu tidak bisa menemani ibu” kataku lagi
Pov Annisa
Pagi ini kudapati telpon dari bu aisah, beliau meminta ku menemaninya berbelanja bukannya tak ingin tapi pagi ini aku harus kuliah.
__ADS_1
Terkadang aku merasa sungkan dan tak enak kepada beliau, beliau begitu baik padaku, seringkali bu aisah meminta ku entah itu hanya sekedar bercengkrama, jalan-jalan bahakan makan pun beliau terkadang memperhatikannya, aku begitu diperlakukan seperti anak sendiri olehnya, pernah berfikir bagaimana jika aku mengecewakan nya tanpa sadar, bagaimana jika banyak orang yang mencibir ku sebab perlakuan bu aisah kepada ku bag seoraang anak, huff
Detik demi detik berlalu kini sudah pukul Sembilan sebaiknya aku segera pergi ke kampus, jaraknya memang tak begitu jauh tetapi takut-takut jika dijalan nanti aku terjebak macet
Ku ambil tas ku dan segera berangkat
.
Benar seperti dugaan ku jalanan kini begitu macet untung saja aku bisa sampai dikampus sebelum jam kuliah, ku masuki ruangan yang akan menjadi tempat ku belajar
Selang beberapa menit dosen mulai memasuki ruangan, “selamat pagi” ucapnya “pagi” jawab kami semua, dikelas ku terdapat 35 mahasiswa termasuk diriku, setelah dosen ku duduk kami diminta untuk saling berdiri memeperkenalkan nama kami, satu persatu mahasiswa pun berdiri memperkenalkan dirinya masing-masing, hingga kini giliran ku untuk berdiri “perkenalkan nama saya annisa, asal saya dari kota x” ucapku ada beberapa pertanyaan nya terlontar dari mereka semua termasuk dosen ku, setelah kami semua saling mengenalkan diri kami masing-masing dosen ku langsung menjelaskan cara belajar kedepannya dan memperlihatkan kepada kita semua mengenai konsep pembelajaran yang telah dibuatnya.
Sesampainya kami dikantin mira mulai memesan makan untuk kami “nis kamu mau makan sama minum apa ?” tanyanya “aku makan bakso aja deh dan minumnya es jeruk”m jawab ku kamipun memesan makanan yang sama
Setelahnya kami mencari kursi yang kosong “mirr tuhh ada kursi kosong buat kita” ucapku seraya menunjuk kearah kursi tersebut “ayo kita kesana”kata mira kamipun menuju kursi tersebut, sembari menunggu makanan kami datang kami kembali bercengkrama hingga apun mengetahui jika mira adalah asli orang sini, dia juga mengajak ku kerumah nya “niss main yuk kerumah ku rumah ku gak jauh kok dari sini, nanti pulangnya ku antar deh” bujuknya “boleh deh kapan lagi aku jalan-jalan kerumah wanita cantik” kataku “ahh kamu ini bisa aja, kamu juga cantik” ujarnya, aku terkekeh mendengar ucapannya
Makanan kamipun datang, kamipun mulai memakannya “hmm ini enak banget sumpah deh” ucap miraa “iya nih enak banget rasanya pengen nambah dehh” ucapku sambil tertawa “yeee kamu mah nis makanan belum juga habis udah mau nambah aja hahahaha” ucap mira “lagian ini enak banget” ucapku kamipun sama-sama terkekeh
Disela kami makan datanglah sekumpulan anak laki-laki yng kami tau mereka juga mahasiswa dikampus ini “boleh kita duduk disini ? yang lain pada penuh” tanyanya, aku yang asik makan tak melihat kearah mereka “silahkan” ucap mira
Disaat mereka mulai duduk, tiba-tiba mira menyikut tangan ku, akupun menolehkan pandangan ku ke arahnya tanpa melihat siapa yang ada dihadapan ku “kenapa” tanyaku dengan gerakan kan mulut ku tanpa bersuara, mira mengarahkan ku untuk melihat laki-laki yang sedang duduk didepan kami, akupun menurut pada mira dan heh laki-laki ini lagi, tanpa sengaja pandangan mereka semua bertemu
__ADS_1
Aku yang melihatnya pun merasa jengah pada mereka semua, saat aku telah menyelesaikan makan ku, aku mnegajak mira untuk pergi dari sana “mir ayo kita kedepan” kata ku “ayo, aku juga sudah meneyelesaikan makan ku” katanya saat kmi ingin beranjak salah satu laki-laki disana memegang pergelangan tangan ku “ehh tunggu kita pernah bertemukan sebelumnya?
Tapi belum sempat berkenalan, kenalin nama aku bagas” ucapnya panjang lebar “tolong lepaskan tangan anda” kata ku judes, mira yang melihat percakapan itu menelisik sepertinya ada sesuatu ini batin mira “oh iyaa maaf-maaf aku lupa jika kau sudah mempunyai kekasih” katanya, aku tak menggubris perkataannya dan berlalu meninggalkan mereka seraya menarik tangan mira agar ia mengikuti langkah ku
“heii nona nisa, ada apa ? sepertinya kau marah sekali dengan lelaki itu” Tanya mira pada ku, aku yang melihatnya kebingungan pun menjelaskan padanya apa yang sebelumnya terjadi, mirapun tertawa ngakak mendengarkan cerita ku “wahh… wahhh abang mu sayang banget ya nis sampe segitunya?” katanya “iya dong” kataku seraya menyombongkan diri “wahh bisa-bisa kamu ga punya pacar tuh niss kalau abang mu saja memperkenalkan dirinya sebagai pacar mu hahahaha” ucapnya lagi seraya tertawa, aku yang melihatnya pun menggelengkan kepala sambil tersenyum “aku tak ingin pacaran dulu mir, aku ingin membuat keluarga ku bangga dulu” kataku dan mira memberikan dua jempol pada ku “bagus tuh nis, kalau kita pacaran takutnya malah terjadi hal-hal yang ga diinginkan kan, seperti di film-film itu” ujar nya “dasar korban sinetron” kataku seraya tertawa, diapun mengerucutkan bibir nya hahahaha lucu sekali batin ku
Karena tak ada jam kuliah lagi aku dan mira memutuskan untuk pulang saja, seperti permintaannya tadi untuk aku main kerumah nya, akhirnya aku ikut dengan nya
“wahh kamu orang kaya pastikan mir, mobil mu saja bagus” ucapku dia hanya terkekeh saja mendengarkan ucapan ku “apa kau tak malu mir berteman dengan ku, aku orang yang tidak sederajat dengan mu” ungkap ku “heii nona kau ini kenapa ?” tanyanya “sederajat bagaimana maksud mu ?”tanyanya lagi “yahh kau orang kaya sedangkan aku hanya orang biasa saja” ucapku sambil tersenyum teringat ayah dan ibu “heii nona jangan pernah kamu berkata begitu lagi, aku berteman tidak memandang seperti itu menurut ku berteman dengan orang yang sederhana lebih menyenangkan daripada dengan orang kaya yang gayanya membosankan” ujarnya, aku terkekeh mendengarnya
Tak berapa lama kamipun sampai dirumah mira, kamipun turun dari mobil, saat kami sudah turun aku terpukau melihat rumah mira, rumahnya besar dan halamannya luas sekali dan rumah ini terasa asri karena dihalamannya terdapat dua pojon yang rindang serta bunga-bunga yang tertanam rapi
“heii nona sudah belum melamunnya, mari masuk” kata mira memecahkan lamunan ku, aku mengikutinya masuk kedalam, saat baru saja melewati pintu utama rumahnya kami disambut oleh mama mira “heii sayang, kamu sudah pulang, dan ini siapa jangan-jangan kau membawa teman seperti yang kemarin” kata mama mira “hallo ma, kenalin ini namanya annisa” jawab mira pada mamanya
“hallo tante, kenalin namaku annisa panggil nisa saja tidak apa-apa” kata ku seraya menyalimi tangan mamanya mira, mamanya yang tadi ku tihat tidak menyukai ku kini ekspresinya langsung berubah entah apa yang membuatnya begitu, mira yang melihat itupun langsung tersenyum “heii nisa, mari masuk tante sudah masak tadi untuk kalian sebaiknya kalian makan dulu” ucapnya pada ku seraya merangkul pundak ku dan mira
“maaf tante bukannya ingin menolak tadi kami baru saja makan, saya masih kenyang tante” ucap ku takut-takut membuat mamanya mira tersinggung “oohh begitu, ya tak apa nanti kalau lapar langsung saja makan ya” ucapnya “iya tante terimakasih” kata ku
🌹
Hallo readerss dukung novel ku ini ya jangan lupa like dan komen
__ADS_1