Ketulusan Hati Suamiku

Ketulusan Hati Suamiku
Bab 41


__ADS_3

~Selamat Membaca ~


Pov Mira


Ternyata benar seperti dugaan ku jika kak hasan menyukai annisa dan ingin mengajak annisa menjalin hubungan, sebenarnya sejak awal aku memang sedikit menaruh curiga pada kak hasan karena sikapnya yang memperlakukan annisa berbeda meskipun annisa hanya menganggapnya hanyalah seolah kakak.


Pov Bagas


Tak ku sangka ternyata selama ini kak hasan menyukai annisa pantas saja jika sikapnya sangat berbeda jika dengan annisa seolah-olah annisa adalah ratu baginya, tapi bagaimana dengan devon ku rasa devon juga menyukai annisa meskipun dirinya tak mengatakan apa-apa tetapi sebagai seorang laki-laki terlebih sahabatnya aku tau gerak-geriknya walaupun seakan dirinya biasa saja tapi tidak dengan sorot matanya saat melihat annisa.


Pov devon


Nyutt…


sakit, iya sakit sekali rasanya saat tau bahkan mendengar dan melihat dengan mata kepalaku sendiri jika wanita yang ku sukai kini dilamar oleh pria lain, tapi aku tak bisa berbuat apa-apa karena jika dibandingkan kak hasan aku jauh dibawahnya kak hasan orang yang tampan, berwibawa dan juga mapan. Apalah aku yang baru mengenyam sarjana dan belum memiliki apa-apa. Jika ini yang terbaik bagi annisa dan membuatnya bahagia aku ikhlas merelakannya demi kebahagiannya.


Pov Kak Hasan


Akhirnya apa yang ku pendam kini dapat ku utarakan dihadapannya meskipun masih ada rasa takut jika nanti dirinya menolak lamaran ku, aku tau ini membuatnya sangat terkejut tetapi aku tak ingin menyianyiakan kesempatan yang ada untuk melamar nya agar dirinya bisa menjadi milikku seutuhnya.


Pov Annisa


Aku tak menyangka orang yang sudah ku anggap seperti kakak bagi ku, pengganti bang tama kala bang tama berada jauh dari ku ternyata menyukaiku dalam diamnya, aku tak tau harus memberikan jawaban apa padanya, jujur saja diriku hanya menganggapnya sebagai seorang kakak tidak lebih daripada itu, namun jika mengingat pengorbanannya yang menolong ku kala itu membuat ku tak enak hati untuk menolakkan, kenapa harus seperti ini situasinya.


Pov Bang Tama

__ADS_1


Sebagai seorang abang aku hanya bisa mendukung apa yang terbaik bagi adikku annisa, tapi entah mengapa perasaan ku seidkit tidak karuan kala mendengar dirinya ingin melamar adikku, tapi aku tak berhak memberikan keputusan ini sebab yang berhak memberikan keputusan ini adalah annisa karena dirinyalah yang akan menjalani kehidupannya.


Keadaan hening nan sunyi itu masih menyelimuti ruangan itu seakan-akan tak ada orang didalamnya, disaat semuanya sedang hening terdengar dering ponsel yang memecahkan keheningan diruangan itu.


Devon yang menyadari jika itu dering ponselnya pun lantas merogoh kantong celananya dan beranjak berdiri meninggalkan tempat itu.


Saat sudah jauh dari semua orang yang ada disana barulah ia mengangkat telpon yang rupanya mamanya lah yang menelponnya.


“Hallo ma, assalamualaikum” ucap devon melalui telponnya itu


“waalaikumsalam dev, kamu lagi dimana ?” tanya sang mama dari sebrang telpon


“dev lagi di tempat annisa ma, ada apa tumben mama nelpon dev ?” tanya devon pada sang mama,


meskipun dirinya merasa kurang diperhatikan oleh kedua orang tuanya karena mereka sibuk dengan pekerjaannya masing-masing namun devon tetap menghormati kedua orang tuanya, dirinya mencoba berpikir positif pada sang mama dan papanya.


Lalu dirinya melangkah kembali keruangan dimana disana ada para sahabatnya dan juga bang tama serta kak hasan


Setelah devon mendekat, ia mohon pamit pada semuanya karena dirinya harus pulang sebab ada yang ingin dibicarakan kedua orang tuanya


“hmm maaf semuanya, aku pulang dulu ya tadi si mama nelpon nyuruh aku pulang ada yang mau diomongin katanya” ucap devon


“eh dev kebetulan banget gue bareng lo ya tadi gue juga janji sama nyokap kalau gue sebentar aja disini karena mau nemenin nyokap belanja” ucap mira


Devon menganggukkan kepalanya tanda jika dirinya tidak keberatan jika mira ingin nebeng dengannya, padahal tanpa sepengetahuan yang lainnya itu hanyalah alibinya agar segera pergi dari tempat itu.

__ADS_1


Setelah berpamitan dengan semua yang ada disana kini devon dan mirapun beranjak pergi meninggalkan ruangan itu, kini hanya tinggal bang tama, kak hasan, annisa dan bagas saja.


Sepeninggalan devon dan mira kak hasan kembali bersuara, “tak perlu menjawab sekarang nis, pikirkanlah dulu baik-baik, aku tau ini begitu mendadak untuk mu” ucap kak hasan


Annisa melihat kearah bang tama, bang tama yang ditatap oleh annisa seolah tau jika annisa membutuhkan bantuannya saat ini karena annisa bingung harus berkata apa


Lalu demi mengengahi keduanya kini bang tamapun kembali bersuara “sebelumnya aku sebagai abangnya annisa senang jika ada yang melamar adikku, tetapi benar apa kata mu san ini terlalu mendadak dan membuat kami terkejut, bukan maksud ku untuk mencampuri ini karena jujur saja yang berhak akan keputusannya ada ditangan annisa dan kedua orang tua ku, jadi aku sebagai abangnya annisa meminta waktu dengan mu untuk annisa memikirkan keputusannya” ucap bang tama panjang lebar mewakili hati annisa,


kak hasan hanya menganggukkan kepalanya dirinya paham jika ini terlalu mendadak dan memberikan waktu adalah jalan terbaik baginya, tetapi karena rasa dalam dirinya yang tak ingin jika annisa dimiliki oleh orang lain maka dirinya hanya memberikan annisa waktu tiga hari.


Setelah mengungkapkan isi hatinya dan sedikit berbincang-bincang kini dirinya undur diri karena haruspergi ketempat kerja nya.


Kini tinggalah bagas, annisa dan bang tama yang ada diruangan itu. Sejak tadi bagas hanya diam saja seolah-olah dirinya sedang berpikir dan menyimak semua perbincangan yang ada dihadapannya itu.


Sedangkan dirumah devon, dirinya baru saja sampai karena tadi dirinya harus mengantarkan mira terlebih dahulu kerumahnya.


Dirinya memarkirkan motor dihalaman depan rumahnya setelah itu barulah ia masuk kedalam rumah, dirinya langsung menuju kedapur untuk mengambil air minum.


Hari ini sungguh membuat hatinya sakit tapi dirinya tak boleh memperlihatkan rasa sakit itu kepada siapapun biarkanlah dirinya dan tuhan yang tau, setelah selesai menghabiskan minumnya kini devon melangkahkan kakinya menuju taman belakang rumahnya.


Terlihat disana ada kedua orang tuanya sedang bersantai, “assalamualaikum ma pa” ucap devon pada sang mama dan papa “eh sayang sudah pulang, waalaiakumsalam” jawab sang mama “dev sini duduk disebelah papa” ucap sang papa menyuruh devon duduk diantara kedua orang tuanya itu, devon hanya menurut pada perintah sang papa.


Setelah duduk diantara kedua orang tuanya, barulah devon kembali bersuara “pa ma maaf devon lambat tadi devon antar mira dulu pulang kerumahnya, papa sama mama mau ngomongin apa sama devon ?” tanya devon pada kedua orang tuanya.


Hari ini segini dulu dilanjut besok lagi ya

__ADS_1


Jangan lupa like dan komen nya 🌹


Semoga Kalian senang membacanya 😘


__ADS_2