Ketulusan Hati Suamiku

Ketulusan Hati Suamiku
Bab 43


__ADS_3

~Selamat membaca~


Jangan lupa tinggalkan like dan komennya 😘


Setelah mendengarkan penjelasan dari kedua orangtuanya serta kakak-kakaknya kini mira paham.


Hari telah berganti, sudah dua hari ini annisa memikirkan ucapan kak hasan yang melamarnya saat itu, namun dirinya masih merasa bingung harus bagaimana, tak ada rasa pada kak hasan, tak ada sesuatu yang berbeda kala menatap kak hasan tapi jika menolak juga tak enak sebab mengingat banyaknya pengorbanan yang dilakukan oleh kali-laki itu untuk menolong annisa kala itu.


Sedangkan kak hasan setelah mengungkapkan isi hatinya pada annisa dirinya diharukan untuk keluar kota karen urusan pekerjaannya sebagai seorang pebisnis itu.


Pagi ini annisa mendatangi abangnya yang sedang duduk di ruang tengah sambil memainkan ponselnya ditemani dengan secangkir kopi


“bang” ucap annisa saat sudah mendudukkan tubuhnya disamping abangnya, bang tama yang ditegur adiknyapun lantas mengarahkan pandangannya kepada sang adik dan meletakkan ponselnya di meja yang ada dihadapannya itu.


Annisa merebahkan kepalanya dipangkuan sang abang, “kenapa ?” tanya bang tama pada annisa sambil mencubit pucuk hidung annisa yang menjadi kesukaannnya itu


“gimana.. aku harus jawab apa sama kak hasan” tanya annisa pada bang tama, bang tama menyesap kopinya terlebih dahulu sebelum menjawab pertanyaan sang adik


“abang juga gak tau harus jawab apa, tapi yang pasti jika hatimu tidak menerima jujurlah jangan memaksakan apa yang tidak membuat mu nyaman..” ucap bang tama menjeda ucapannya


“tadi malam abang sudah bilang sama ayah sama ibu perihal ini karena abang tau kamu gak bakalan cerita kan sama ayah sama ibu” ucap bang tama lagi


“hmm.. abang tau aja deh..” jawab annisa seraya nyengir kuda pada abangnya itu


“lebih baik kamu minta pendapat ayah sama ibu karena mereka kan sudah berpengalaman terlebih ayah dan ibu orang tua kita jadi pasti tau apa yang terbaik buat anak-anaknya” ucap bang tama


“tapi gimana ngomongnya bang ?” tanya annisa yang masih bingung harus memulai bertanya dari mana pada kedua orang tuanya.

__ADS_1


“nanti abang bantu ngomong sama ayah sama ibu tapi lebih baiknya ngomong secara langsung biar lebih enak” ucap bang tama


“berarti nisa harus pulang dulu dong untuk ngomong langsung ke ayah sama ibu memangnya sempat bang ? kak hasan kan hanya ngasih waktu tiga hari” seloroh annisa


“sempat kalau kamu mau mala mini kita bisa pulang” ucap bang tama santai


“apa malam ini bang ? terus gimana sama pekerjaan abang ?” tanya annisa “hari ini abang terkahir cek proyek disini setelahnya tinggal bikin laporan saja, bikin laporan disana kan juga bisa” jawab bang tama


“abang serius bisa pulang malam ini ?” tanya annisa lagi untu meyakinkan abangnya itu


“iya annisa bisa asalkan…” ucap bang tama menggantung membuat annisa menunggu kelanjutan ucapan dari abangnya itu dengan serius, bukannya menjawab bang tama malah tergelak tawa karena melihat wajah annisa yang begitu serius dan lucu menurutnya itu.


“ishhh abang kenapa malah tertawa” ucap annisa kesal pada abangnya padahal dirinya sudah begitu penasaran dengan kelanjutan ucapan abangnya itu, “habisnya kamu itu lo dek lucu banget gimana abang gak tertawa” ucap bang tama masih dengan diselingi tawanya


“ish abang annisa kan penasaran malah ketawa jahara deh abang” ucap annisa kesal, “iya iya maaf hahaha…. Asalkan kamu mau bantui beresin barang punya abang kita bisa berangkat malam ini karena abang harus pergi keproyek sebentar lagi” jawab bang tama


“tunggu dulu main pergi pergi aja, ini sekalian cuci gelas kopinya abang mau keproyek sekarang biar bisa selesai lebih cepat” ucap bang tama


Karena begitu senang bersemangat dirinya tak membantah ucapan bang tama, annisa membawa gelas kotor itu ke dapur dan mencucinya setelah selesai dirinyapun beranjak dari sana, melangkahkan kakinya menuju kamarnya untuk mengemasi barang-barangnya.


Sesaat sedudah dikamar annisa menyempatkan dirinya untuk memberitahu sahabat-sahabatnya itu di grup mereka jika dirinya akan pulang ke kampong malam ini.


“devon, mira, bagas” pesan annisa pada grup nya itu


“hadir beb” balas mira, “yoi sist” balas bagas “hola hoi” jawab devon


“nanti sore kalian bisa kesini gak ?” tanya annisa pada sahabatnya itu

__ADS_1


“ada apa nih nyuruh kita kesana ?” tanya bagas “malam ini gue mau balik kampong entah kapan lagi gue kesini ketemu kalian” jawab annisa dengan menambahkan emot sedih diakhir kalimatnya itu


“lohh kenapa lo cepet banget pulangnya bukannya lo pulang beberapa hari lagi kenapa jadi cepet banget ?” tanya mira


“kenapa cepet banget lo mau balik, gimana sama kak hasan bukannya dia kasih waktu lo cuma tiga hari buat ngasih jawaban ke dia ? memangnya lo udah kasih jawaban ke kak hasan jadi lo cepet balik ?” tanya bagas


Devon hanya menyimak pembicaraan sahabatnya itu di grup tak ada niat untuk membalasnya, dirinya masih bingung harus gimana, dalam hatinya tak rela jika annisa pergi terlebih dirinya takut jika annisa menerima lamaran kak hasan tapi dirinya juga tak bisa berbuat apa-apa.


“belum, gue belum jawab lamaran kak hasan waktu itu, gue cuma anggap kak hasan itu sebagai kakak gak lebih tapi gue bingung harus gimana makannya gue mau balik mau ketemu orang tua gue buat bahas masalah ini beruntung pekerjaan bang tama juga udah selesai disini jadi malam nanti kita bisa balik” balas annisa


“oke nanti gue kesana” hanya itu pesan yang devon tuliskan dalam grup dan diikuti oleh kedua sahabatnya yaitu bagas dan mira


Setelah memberikan kabar pada sahabat-sahabatnya kini annisa mulai mengemasi barang-barangnya termasuk hadiah-hadiah yang didapatkan saat wisuda kemarin.


Boneka pemberian dari devon dimasukkannya kedalam koper dan baju-bajunya akan dimasukkan kedalam tas bang tama.


Kurang lebih dua setengah jam dirinya mengemasi barang-barangnya dan juga barang bang tama.


Karena merasa lelah kini annisa membaringkan tubuh lelahnya kekasur empuk diruangan yang dijadikan kamar bang tama beberapa hari itu. Niat hati hanya tiduran eh malah dirinya ketiduran beneran, sampai bang tama pulang dan membangunkannya.


“hei bocah semprul bangunn… sudah sore” ucap bang tama sambil membangunkan annisa dengan mencubit-cubit hidungnya annisa


Merasa tidurnya terganggu annisa pun menggeliatkan badannya dan mengerjap-ngerjapkan kedua kelopak matanya.


Saat telah sadar sepenuhnya dia pun mengangkat tubuuhnya dan mendudukkan tubuhnya itu di pinggiran ranjang tempat tidur “eh abang sudah pulang, jama berapa ini bang ?” tanya annisa


“jam setengah tiga, sana keluar abang mau mandi” usir bang tama “ish iya iya aku keluar aku juga mau mandi ah” ucap annisa seraya melangkahkan kakinya menuju kamarnya.

__ADS_1


__ADS_2