
Keesokan harinya tepat jam sepuluh bang tama dan devon mengendarai sepeda motornya menuju kafe diamana mereka dan kak hasan janjian
Butuh waktu dua puluh lima menit untuk menuju kafe tersebut beruntung jalan hari ini begitu lenggang sehingga tidak menghambat perjalanan mereka menuju kafe
Saat sudah sampai kedua laki-laki berbeda usia itu ulai memasuki kafe tersebut dan memilih tempat duduk yang berada diujung dekat dengan taman kecil yang ada disana dirinya menunggu kak hasan sambil memesan minuman untuk menemani mereka ngobrol nanti
Sudah tiga puluh menit lamanya tapi kak hasan tak kunjung datang hal ini membuat bang tama harap-harap cemas ingin pergi dari sana tapi takut jika nanti kak hasan datang akhirnya mereka masih setia menunggu kak hasan
Hingga lima belas menit kemudian akhirnya yang ditunggu-tunggu datang “assalamualaikum maaf ya lama tadi ada urusan mendadak” sapa kak hasan “walaikumsalam iya gak apa-apa” jawab bang tama dan devon hampir besamaan “ehh ada devon juga toh” ucap kak hasan dan diangguki kepala oleh devon
“pesen dulu gih san biar enak nanti ngobrolnya” ucap bang tama pada kak hasan kak hasan pun lalu memanggil salah satu waiters yang berada dekat dengan mereka lalu memesan secangkir cappuccino kesukaannya
Sambil menunggu pesannya datang mereka pun berbincang-bincang ringan, sebenarnya kak hasan bertanya-tanya mengapa ada devon dan kenapa bang tama berada di Jogya apa itu artinya annisa juga ada disini tapi kenapa annisa tak ikut bersama mereka,
Ada banyak sekali pertanyaan yang berputar-putar dikepalanya, namun ia urungkan untuk bertanya hingga akhirnya pesanannya pun datang
Ia menyesap sedikit cappuccino itu lalu kembali meletakkan gelas dihadapannya
“hmm jadi bagaimana apakah ada kabar soal annisa tam ?” tanya kak hasan pada bang tama
Sebelum menjelaskan semuannya bang tama menariknya dalam-dalam dan menghembuskannya secara perlahan barulah ia menjelaskan pada kak hasan
“sebelumnya aku meminta maaf pada mu san bukan maksud ku untuk membohongi mu tapi ini semua demi kebaikan adikku, sebelum aku menjawab pertanyaan mu itu aku sebagai abangnya annisa ingin menanyakan sesuatu pada mu san” ucap bang tama
__ADS_1
“iya apa yang ingin kamu tanyakan ? tanyakanlah aku akan enjawabnya jika aku bisa” jawab kak hasan pasti
“yang pertama ingin ku tanyakan pada mu adalah apakah kamu benar-benar mencintai annisa sampai saat ini ?” tanya bang tama “iya aku mencintai annisa sampai dengan saat ini apapun kondisinya aku akan menerimanya” jawab kak hasan
“apa kau yakin dan bisa memegang ucapan mu itu ?” tanya bang tama lagi “pasti, pasti aku yakin dan bisa memegang ucapan ku ini” jawab kak hasan lagi lalu dirinya melirik kearah devon dan bang tama bergantian
Entah mengapa ada rasa khawatir dalam hatinya saat ini, pikiran-pikiran burukpun mulai menghampiri benaknya,
Bang tama kembali menghembuskan nafasnya dengan sedikit kasar lalu ia mulai menjelaskan pada kak hasan
“sekali lagi aku meminta maaf padammu bukan maksud kami membohongi mu tetapi ini demi kebaikan kita semua, annisa sebenarnya sudah aku temukan sejak kurang lebih dua minggu yang lalu tapi kami harus menyembunyikan hal ini, karena kondisi annisa pada saat itu tidak mendukung untuk ditemui banyak orang terlebih jika ada pertanyaan-pertanyaan berat untuknya” bang tama menjeda ucapannya
“hari ini aku kesini bersama dengan devon agar dirinya menjadi saksi atas ucapan mu bukannya aku tak percaya padamu tapi annisa adalah adik perempuan ku satu-satunya jadi aku ingin menjaganya selalu, aku menemuimu sebab aku ingin tau apakah kau ingin melanjutkan pinangan mu pada annisa atau bagaimana ? tanya bang tama
“jika memang kau ingin melanjutkan hal ini kau bisa eneuinya besok dirumah devon tapi aku mohon padamu untuk tidak memaksakan annisa apapun keputusannya kau harus menerimanya dengan lapang dada, kalaupun nantinya jawaban annisa tidak seperti yang kau harapkan aku berharap kita tetap bisa bersilaturahmi seperti biasa saja” ucap bang tama
“baiklah aku setuju, besok aku akan meneui annisa dirumah mu dev, bisakah kau berikan alamatnya pada ku dev” ucap kaka hasan lagi
Lalu devon menganggukkan kepalanya dan mengirimi kak hasan sebuah alamat melalui pesan whatsapp
Setelah itu mereka kembali berbincang-bincang hingga akhirnya bang tama dan devon memutuskan untuk kembali pulang karena merasa sudah terlalu lama pergi
Akhirnya mereka bertigapun beranjak dari tempat duduknya menuju dimana kendaraan mereka terparkir
__ADS_1
Sedangkan dirumah devon kini sang mama sedang duduk berdua dengan annisa ditaman belkang rumahnya
“nisa mama ingin tanya boleh ?” tanya sang mama “mama mau tanya apa ? tanya aja ma” jawab annisa “apa cita-cita mu sayang ?” tanya sang mama lagi seraya mengegenggam tangan annisa
“annisa sebenarnya ingin melnajutkan S2 ma setelah itu annisa ingin mendirikan sebuah biro, annisa juga ingin mencoba bisnis ma” ucap annisa “wahh bagus itu mama dukung kamu” jawab sang mama
“makasih ma” jawab annisa seraya tersenyum dan bergelayut manja pada sang mama
“jika kamu ingin lajut S2 mama akan mendukung mu sayang mama juga akan membiyai kuliah mu itu jadi kapan kira-kira kamu ingin lanjut lagi ?” tanya sang mama
Annisa mendongakkan kepalanya melihat kearah sang mama lalu berkata “annisa memang mau banget ma buat ngelanjutin S2 tapi sepertinya itu tidak akan terjadi ma” ucap annisa dengan suara yang sendu
“loh kenapa sayang, kalau sudah ada niat yah dijalani aja mama sama papa dukung kok” ucap sang mama seraya mengelus rambut anak angkatnya itu
“annisa bingung ma, sehabis wisuda kemarin sebenarnya annisa dilamar sama seseorang ma tapi annisa belum jawab lamaran itu, kalau nanti annisa menikah sudah pastikan annisa tidak bisa kuliah sebenarnya bukan tidak bisa sih tapi pasti nnanti fokusnya annisa malah kemana-mana annisa gak mau begitu ma” jawab annisa
“kalau mama boleh tau kenapa kamu belum menjawab lamaran itu sayang ?” tanya sang mama seraya memmperhatikan gerak-gerik annisa
Annisa menarik napasnya dalam-dalam lalu menghembuskannya secara perlahan “waktu itu annisa bingung ma harus jawab apa, annisa hanya menganggap orang itu seperti abangnya annisa sendiri sama seperti bang tama, tapi jika menolak juga sama saja tak enak karena orang itu sudah berkali-kali nolongin annisa ma, makanya waktu itu annisa sama bang tama pulang kekota X agar bisa menemui ayah sama ibu untuk meminta arahannya tapi siapa sangka malah jadinya seperti saat ini” ucap annisa ada rasa sedikit lega saat menceritakan hal ini pada sang mama tak sadar dirinyapun menteskan air mata
Sang mama yang mendengarkan cerita annisa rasanya sedih tapi dirinya mencoba untuk tidak menangis dihadapan annisa, dirinya sadar jika saat ini dirinya hars kuat untuk anak-anaknya terlebih annisa, tangannya terulur untuk membelai lembut rambut annisa
🌹Jangan lupa untuk like komen dan vote nya yahhhh 💕
__ADS_1