
Pagi ini dengan penuh semangat kak hasan bersiap-siap menuju penginapan dimana bang tama dan annisa ada disana, sejak tadi dirinya menatap kearah cermin dan memutar-mutarkan tubuhnya memperhatikan penampilannya
Layaknya anak abg sedang jatuh cinta berulang kali dirinya mencium lengannya untuk memastikan dirinya harum dan membuat sang pujaan hati terpesona
Setelah memastikan dirinya perfect barulah ia beranjak dari kamarnya menuju parkiran untuk mengambil mobilnya lalu ia melajukan mobil nya menuju penginapan bang tama dan annisa
Waktu yang seharusnya di tempuh selama empat puluh menit kini hanya ditempuh dua puluh menit saja oleh hasan
Saat telah memasuki halaman penginapan itu hasan turun dari mobilnya melangkahkan kakinya menuju pintu utama penginapan itu lalu ia memncet bel
Tak perlu waktu lama kini pintu terbuka terlihat bang tama yang seperti baru saja mandi
“eh lo san ayo masuk tumben kesini pagi – pagi dan rapi banget lagi lo” ucap bang tama
“sengaja” jawab kak hasan singkat, bang tama melihat kearah kak hasan , dilihatnya kak hasan yang seperti orang gugup namun dirinya tak ingin menduga-duga takut jika dirinya malag salah menduga
Diajaknya kak hasan menuju ruangan dimana kemarin mereka berkumpul, setelah duduk bang tama kembali bertanya pada kak hasan
“jadi ada apa nih lo kesini pagi-pagi, rapih banget lo mau ngelamar yah terus lo minta bantuan gue ?” tanya bang tama karena sejak tadi dirinya merasa heran dengan kak hasan yang datang pagi-pagi dan sangat rapih, terlebih dirinya tak banyak bicara seperti sebelumnya.
“hmm.. gue bingung mau ngomongnya gimana ?” ucap kak hasan seraya menatap kearah bang tama “yaelah ngomong aja kali santai bro kaya sama siapa aja” jawab bang tama
“Jadi sebenernya gue ada rasa sama annisa, awalnya memang gue kagum sama dia tapi lama-lama perasaan gue semakin jadi tam, hmm.. gue datang kesini untuk melamar annisa karena gue yakin annisa yang terbaik buat gue” ucap kak hasan seraya menundukkan kepala nya karena terlampau gugup
“uhukkk.. uhukk.. uhukk.. lo serius san lo gak lagi bercanda kan ?” tanya bang tama yang terkejut dengan penuturan dari bibir kak hasan
“iya gue serius gue gak bercanda” ucap kak hasan meyakinkan bang tama,
Bang tama yang masih merasa terkejut karena kak hasan yang melamar annisa bisa dibilang secara mendadak ini membuat dirinya bingung harus bagaimana
__ADS_1
Tak ada pembicaraan lagi diantara mereka semuanya diam dalam pikirannya masing-masing, kak hasan yang begitu gugup dan bang tama yang begitu terkejut entah apa jadinya jika annisa mengetahui ini
Karena menurut tama annisa baru saja lulus pendidikan sarjananya dan belum siap untuk menikah
Karena taka da pembicaraan diantara mereka berdua hingga tak menyadari kedatangan annisa yang duduk tepat dihadapan dua laki-laki yang dianggap sebagai kakaknya itu
Setelah cukup lama annisa duduk disitu dan seolah tidak disadari oleh dua laki-laki dihadapannya itu lantas dirinyapun berdehem untuk menyadarkan dua laki-laki dari lamunannya
“hemm…” annisa berdehem hingga tiga kali namun hasilnya nihil masih saja tak ada yang bergeming hingga ia berteriak
“maling.. maling.. maling…” ucap annisa berteriak dengan keras dan tentu saja hal itu membuat dua laki-laki tadi terjengkit kaget
“mana malingnya mana” ucap bang tama dan kak hasan bersamaan, “hahahaha……” gelak tawa annisa terdengar begitu renyah ketika melihat mimik wajah kak hasan dan bang tama terlebih respon mereka ketika mendengar teriakan annisa tadi
Bang tama dan kak hasan yang mendengar gelak tawa annisa pun lalu menatap annisa dengan begitu intens dan tatapan elangnya pun tak terlewatkan karena merasa dijahili oleh annisa
“kenapa kamu ketawa, senang ya ngerjain abang” ucap bang tama dengan raut wajah kesal, “enaknya annisa kita apain nih tam, udah berani-beraninya dia ngerjain kita” ucap kak hasan menimpali
“tetap aja bikin abang terkejut” ucap bang tama, “lagian kenapa abang sama kak hasan melamun memangnya ada masalah seriuskah diantara kalian sampai-sampai nisa berdehem kalian tidak mendengarnya ?” tanya annisa pada kedua laki-laki itu
Bang tama dan kak hasan pun saling pandang seolah bertanya dengan sorot mata siapa yang akan menjelaskan pada annisa
Salah satu dari mereka masih menutup rapat-rapat mulut mereka seakan bingung bagaimana caranya menjelaskan kepada annisa, sedangkan kak hasan tiba-tiba saja lidahnya terasa kelu saat akan menjelaskan maksudnya kepada annisa
Annisa yang melihat kedua laki-laki dihadapannya itu kembali terdiam tanpa ada yang melontarkan sepatah katapun mengernyitkan dahinya “ada apa dengan mereka” batinnya
Kak hasan mencoba untuk memberanikan dirinya berbicara kepada annisa “hmm..” kak hasan berdehem memecahkan keheningan diantara mereka bertiga,
Namun belum sempat menlajutkan ucapannya, kini terdengar bel pintu rumahnya, annisapun lantas beranjak dari duduknya dan bergegas menuju pintu depan
__ADS_1
Saat membukakan pintu depan rumahnya ternyata ketiga sahabatnya itulah yang datang, lantas annisa pun mempersilahkan kepada mereka bertiga untuk masuk kedalam,
annisa juga memberitahukan kepada sahabat-sahabatnya itu jika didalam ada kak hasan, merekapun melangkahkan kaki mengikuti sang tuan rumah
kini mereka semua sudah duduk diruangan yang sama, mira speechless melihat kearah kak hasan yang begitu sangat rapi dan aroma parfum dari laki-laki itu yang langsung menusuk kedalam rongga hidungnya
“kak hasan udah dari tadi disini tumben rapih banget wangi lagi udah kaya abg mau ngedate” seloroh mira basa-basi padahal dalam benaknya dirinya menerka-nerka jika kak hasan menyukai annisa dan akan mengajak annisa untuk menjalin hubungan
Devon dan juga bagas yang mendengar kata-kata yang terlontar dari bibir mirapun mengarhakan pandangannya kearah kak hasan, dilihatnya kak hasan dengan teliti tanpa melewatkan satu centi pun
“hei kalian kenapa ngeliatin aku kaya gitu ?” tanya kak hasan pada devon dan juga bagas karena merasa rishi ditatap begitu intens oleh devon dan juga bagas
“kakak mau nembak orang ya siapa sih orangnya ?” tanya devon seraya tertawa jahil pada kak hasan
“hmm..” kak hasan kembali berdehem untuk menetralkan jantungnya yang berdegub sangat kencang itu, dan annisa serta yang lainnya menatap kearah hasan seolah menunggu ucapan yang akan terlontar dari kak hasan
“hmm.. mumpung semuanya ada disini, aku mau menyampaikan sesuatu pada annisa..” ucap kak hasan seraya menatap kearah annisa, annisapun mengarahkan pandangannya ke kak hasan dengan raut wajah bingung
“jadi sudah lama aku mengaggumi mu annisa sejak pertama kali kita bertemu ditaman malam itu, awalnya aku merasa ini hanya sekedar kagum tapi entah mengapa rasa itu semakin jadi setiap harinya, rasanya aku sakit ketika melihat mu terluka dan ingin melindungi mu dengan segenap raga dan jiwa ku, maka dari itu hari ini aku memberanikan diri untuk mengutarakan perasaan ku pada mu dihadapan abang dan juga sahabat-sahabat mu aku ingin melamar mu” ucap kak hasan
Hal itu membuat semua yang ada disana terkaget-kaget terutama annisa, hanya bang tama dan mira yang tidak begitu terkejut
Saking terkejutnya mereka semua melongo dan annisa menutup mulutnya menggunakan tangan kanan nya
Suasanapun menjadi hening kembali
Kira-kira apa ya jawaban annisa ? Mau gak yaaa kira-kira annisa sama kak Hasan ??
🌹Dukung terus novel ini biar author bisa makin semangat buat nulis nya
__ADS_1
jangan lupa like, komen dan vote novel ini ya
Salam hangat untuk kalian semua 😘😘