
Devon yang mendengar suara serak annisapun lantas menengokkan kepalanya menghadap annisa
“kenapa lo nangis” tanya devon pada annisa “gue pasti bakalan kangen banget sama kalian kalau gue udah balik” ucap ku
“ck.. kirain apaan dasar perempuan, kan kita masih bisa video call bertukar kabar dan kita bisa saling ketemu kalau ada waktu libur entah lo yang kesini atau kita yang ketempat lo” ujar devon
“oh iyaa yaa” ucap ku seraya nyengir kuda “dasar cengeng”ujar devon lagi “gue denger devon” ucap ku kesal “Alhamdulillah kalau lo denger itu tandanya telinga lo masih berfungsi dan pendengaran lo baik-baik aja” ucap devon
“devonnnnn lo tu ya ngeselin” ucap ku seraya memukul lengan devon dan kamipun berlari-larian layaknya anak kecil
“jangan lari lo..” ucap ku pada devon sambil terus mengejarnya
“wlekkk.. kejar gue cengeng” ucap devon akupun terus mengejarnya
Hingga akhirnya kamipun sama-sama kelelahan dan menghentikan aksi lari-larian itu
“dasar cemen gitu aja gak bisa nangkep gue” ujar devon aku melotot malas padanya
Setelah itu devon pergi meninggalkan ku tanpa sepatah kata “lo mau kemana devonn” tanya ku tapi sama sekali tak dihiraukan olehnya
Saat sedang istirahat karena kelelahan akibat kejar-kejaran dengan devon tak sengaja netraku melihat ada seorang anak kecil dan seorang ibu-ibu
Terlihat sekali jika ibu itu kelelahan mengejar anaknya karena ibu itu sampai terduduk di tengah-tengah keramaian
Akupun melangkahkan kakiku menuju kearah ibu itu namun baru setengah jalan aku merasa ada yang memegang lengan ku dari arah belakang
“ahhh… siapa lo lepasin gue” ucap ku tanpa menengok karena aku takut sekali jika orang itu bersikap tak baik pada ku
Bukan bermaksud untuk suudzon pada orang lain namun trauma akibat perlakuan ando dan teman-teman nya waktu itu masih teringat jelas di benak ku
“heii tenanglah ini gue” ucap devon tiba-tiba akupun mendongakkan kepala ku melihat kearahnya yang sudah berada disamping ku
“hissh.. lo ni ngagetin aja” ucap ku kesal namun devon sama sekali tak memperdulikan kekesalan ku
__ADS_1
“lo mau kemana kenapa gak nungguin gue kalau ada apa-apa sama lo gimana” ujar devon panjang lebar
“gue cuma mau ke ibu-ibu itu kasihan sekali sepertinya ibu itu sangat kelelahan menjaga anaknya yang aktif” ucap ku seraya menunjuk kearah dimana ibu-ibu yang ku maksud itu berada
“ayo kita kesana” ucap devon tanpa melepaskan genggaman tangannya dari tangan ku
Kamipun bersama – sama melangkah menuju ibu itu berada, saat kami mulai mendekati ibu itu tiba-tiba anak kecil yang bisa ku pastikan bahwa itu adalah anaknya pun mendekati ku karena tadi aku sempat memperhatikan nya
“aunty” ucap nya
“haii sayang ada apa” tanya ku
“endong” ucapnya
Akupun menggendongnya dan menghampiri ibu itu bersama dengan devon
“ehh maaf non tuan rezka tidak sopan” ucap ibu itu
Aku tersenyum mendengar penuturan ibu itu “tidak apa-apa ibu, lagipula saya memang sengaja ingin menghampiri ibu dan juga anak ibu” ucapku
“bukan begitu bu, tadi kami melihat ibu sangat kelelahan maka dari itu kami ingin menghampiri ibu” bukan aku yang menjawab namun devon lah yang tiba-tiba menjawab pertanyaan ibu itu
Kemudian aku dan devon mengajak ibu itu untuk istirahat dibangku yang tadi sempat kami tempati, untung saja bangkunya masih kosong
Saat kami sudah duduk di bangku itu kemudian devon memberikan aku dan juga ibu itu sebotol air minum yang tadi dibelinya “ini ada minum untuk ibu saya lihat ibu sangat kelelahan” ucap devon seraya menyodorkan satu botol minuman itu
“terimakasih tuan” ucap ibu itu “sama-sama ibu tapi jangan panggil saya tuan panggil saja saya devon, nama saya devon bu” ucap bagas
“ah iya nak devon terimakasih” ucap ibu itu dan dibalas senyuman serta anggukan oleh devon
“tak tok aku gak di kaci minum juga ci kan au jua aus” celoteh rezka tiba-tiba
“oo kamu haus ya ini ada kok buat kamu” ucap devon sambil membukakan botol minuman untuk rezka
__ADS_1
Beruntung saja tadi devon membeli minuman lebih jadi dia bisa membaginya pada kami
Setelah minum itu kami semua berbincang-bincang dan rezka begitu asik berbicara dengan devon yang terkadang bahasanya aku sedikit tidak mengerti
Seusai perbincangan itu barulah aku mengetahui jika rezka bukanlah anak ibu ini melainkan anak majikannya
Aku melihat kearah devon dan juga rezka karena aku baru menyadari jika dua manusia itu tidak lagi berbincang-bincang entah apa yang diperbincangkannya tadi
Ternyata rezka tidur dengan masih didalam pangkuan ku karena sejak ia meminta gendong dengan ku dirinya tak mau lepas dari ku
Matahari perlahan naik, ibu yang menjaga rezka tadi ingin membawa rezka pulang karena sudah terlalu sore namun saat ibu itu mau mengangkat tubuh rezka
Tiba-tiba saja rezka mengeratkan pelukannya pada ku “mama..” ucapnya masih dengan dalam keadaan tidur “rezka bangun sayang ini bukan mama” ucap ibu itu dan mencoba membangunkan rezka namun hasilnya tetap sama
Aku bingung harus bagaimana karena masih terkejut dengan ucapan rezka yang menyebutku dengan sebutan mama meskipun dirinya masih dalam keadaan tidur namun sepertinya ada sesuatu dengan anak ini
“ibu tadi kesini naik apa ?” tanyaku “kami tadi kesini diantar oleh sopir nona itu dia ada disana” ucap ibu itu
Kemudian aku menoleh kearah devon seolah meminta persetujuan dan diangguki kepala olehnya
“biar saya antarkan rezka sampai ke mobil bu nanti setelah sampai dimobil mungkin rezka akan mau melepaskan pelukannya
“apa tidak merepotkan nona ?” tanya ibu itu lagi dan ku gelengkan kepala ku sebagai jawaban bahwa ibu itu ataupun rezka tidak merepotkan ku
Kemudian kami melangkahkan kaki menuju mobil yang tadi mengantar rezka dan juga ibu itu kemari tentunya dengan devon yang setia menemaniku
Saat sudah sampai di mobil aku meminta ibu itu untuk masuk terlebih dahulu kemudian aku mecoba untuk melepaskan pelukan rezka dari tubuh ku namun saat aku ingin melepaskan nya lagi-lagi rezka menyebut
“mama..” dalam tidurnya da nada sedikit air mata disudut matanya
"mama.."
"mama.."
__ADS_1
"mama.. hiks.."
🌹Mohon dukungannya readers dengan cara like komen dan juga vote