
“maaf pa jika tama dan annisa serta bayu menyinggung perasaan papa dan mama, kami senang ketika papa dan mama mau menganggap kami sebagai anak papa dan mama, kami tak pernah sedikitpun berpikiran jika papa dan mama akan merebut kami dari orang tua kami” ucap bang tama lalu menghembuskan napasnya lagi dengan kasar, lalu ia pun mulai menceritakan semuanya.
Bang tama merasa tenang dan nyaman dengan keberadaan dan juga perhatian dari papa dan mama barunya itu
Mereka berdua saling bercerita mengenai dua keluarga itu dimana dulu sang papa juga menelantarkan devon dengan gila kerja karena kehilangan putrinya.
Obrolan mereka semakin lama semakin larut bahkan laki-laki berbeda usia itu tak jarang meneteskan air matanya saat sedang bercerita.
Sampai-sampai mereka tak sadar jika sudah menghabiskan waktu tiga jam lama nya bercerita ditaman mulai A sampai Z seolah-olah mereka adalah ayah dan anak kandung.
Dalam hati bang tama baru kali ini dirinya bisa leluasa bercerita mengeluarkan semua angan-angannya, setelah bercerita bang tama benar-benar merasa beban dipundaknya hilang seketika.
__ADS_1
Karena sudah terlalu lama berada diluar ruangan akhirnya mereka kembali karena tak ingin annisa yang tiba-tiba bangun dan menangis ketakutan karena tak mendapati bang tama disampingnya.
Tak butuh waktu lama untuk mereka sampai diruangan tempat annisa dirawat, saat membuka pintu tama dan sang papa dibuat terkejut pasalnya kini devon sedang memeluk annisa yang sedang menangis.
Devon yang ditatap kedua lelaki berbeda usia itupun menjadi kikuk, dirinya takut jika bang tama marah padanya karena seenaknnya memeluk annisa.
“apa yang terjadi dev ?” tanya bang tama “hmm ini bang tadi annisa mengigau ketakutan dan menyuruh pergi lalu dia juga menangis jadi dev berusaha buat bangunin annisa, eh pas udah bangun malah annisa langsung meluk dev” ucap devon berusaha menjelaskan
Lalu bang tama duduk disisi ranjang annisa mengusap-usap kepala annisa agar lekas tenang.
Saking histerisnya annisa bang tama dan semua orang yang ada disana dibuatnya kewalahan, mau tak mau mereka memanggil dokter
__ADS_1
Tak butuh waktu lama dokter dan seorang psikolog serta dua orang perawat datang memasuki kamar annisa dan langsung melihat annisa yang histeris, mau tak mau dokter langsung menyuntikkan obat penenang pada annisa agar dirinya bisa kembali tenang.
Disaat annisa sudah mulai tenang mama bertanya pada dokter “dokter jika annisa dibawa pulang apakah bisa membuatnya membaik hm maksud saya mungkin saja annisa merasa tak nyaman berada disini” ucap mama
lalu dokter itu memandang kearah rekannya yang menjadi psikolog untuk meminta persetujuan
“begini nyonya mungkin yang nyonya katakan ada benarnya jika nona annisa mungkin saja tak merasa nyaman berada disini, jika tuan dan nyonya ingin membawa nona annisa pulang kami bisa mengijinkannya
dan kami akan mengunjungi rumah nyonya tiga hari sekali untuk memantau keadaan nona annisa dan juga nona annisa tetap harus diinfus mengingat jika asupan terbanyak nona annisa saat ini hanya berasal dari cairan infus ini” tutur sang dokter
akhirnya sore itu juga annisa dan dibawa pulang kerumah milik keluarga devon tentunya karena tak mungkin jika dirinya dibawa kerumahnya yang ada annisa bukannya membaik justru menjadi lebih parah.
__ADS_1
🌹Malam ini segini dulu ya bestiee
Jangan lupa like komen dan vote nya ya ❤️