
Hari-hari terakhir di kota Yogyakarta ini dihabiskan annisa untuk berkeliling kota, mendatangi beberapa objek wisata berssama dengan sahabat-sahabatnya.
Seperti hari ini mereka pergi mengunjungi pantai parangtritis dan terakhir mereka ke puncak becici.
“wihh air nya jernih banget yaa” ucap ku pada sahabat ku seraya bermain-main air pantai di pinggiran
“iya disini ini emang gak ada dua nya deh” ucap mira
“sering-sering lo nanti kesini kalau udah jauh nis” ucap bagas
“tapi sayang kita kesini nya kesiangan hahaha” ucap devon
“iya nih gara-gara kebo satu lama amat bangun udah rapi-rapi kita kitanya eh ternyata masih hars nungguin kebo” sindir mira seraya menatap kearah bagas
“gak usah nyindir lo” sulut bagas
“kan kenyataan nya begitu hahaha” ucap ku sambil tertawa melihat ekspresi kesal bagas
“eh udah berani ya lo ikut-ikutan nyindir gue awas aja lo” ucap bagas seraya menatap tajam kearah annisa
“awas tu bola mata lo bisa lepas entar dari tempatnya” ucap devon sambil tertawa usil
Mereka menghabiskan waktu dengan bercanda dan kembali mengingat memori saat pertama kali annisa menginjakkan kaki dikota ini sampai akhirnya bisa bertemu dengan tiga sahabatnya itu
Namun tak terasa kini waktu serasa sudah di penghujung dan besok adalah hari terakhir sebelum mereka berpisah karena setelah wisuda besok sorenya annisa akan kembali ke kota asal, sebab bang tama harus kembali bekerja
__ADS_1
Kini waktu sudah menunjukkan pukul dua belas siang waktunya untuk mengisi perut mereka agar tidak lelah ketika harus berkeliling lagi
Mereka pun makan disalah satu warung yang ada disana, tak lupa juga mereka sholat dzuhur bersama di mushola yang memang telah disediakan oleh pihak pantai untuk para pengunjung
Setelah selesai makan dan menunaikan sholat kini mereka melangkahkan kaki kearah mobil mereka terparkir, kemudian melanjutkan kembali perjalanan mereka menuju puncak becici
Setelah lama di perjalanan akhirnya kini mereka sampailah di puncak becici, mereka datang diwaktu yang tepat tidak terlalu siang ataupun sore sehingga mereka bisa menikmati indahnya sunset dari atas sini
Hembusan angin sepoi-sepoi menyambut empat sekawan itu disana, udaranya cukup sejuk ditambah nuansa alamnya yang sangat memikat
Ternyata disana cukup banyak pengunjung, tak sia-sia mereka jauh-jauh kemari.
Mereka semua begitu menikmati alam yang sangat ingat dan sangat memikat ini ingin rasanya untuk berlama-lama berada disini
Saat mereka sedang asik berbincang-bincang, tanpa mereka sadari waktu sudah semakin sore dan sunset yang mereka tunggu-tunggupun telah hadir membawa keindahannya itu
“gak pengen pulang deh rasanya” ucap ku
“iya gak usah pulang kita disini aja” jawab mira
“iya lo pada gak usah pulang jaga disini aja bersihin sampah-sampah biar gak ganggu pemandangan” ucap bagas dan devon yang mendengar lantas tertawa dengan lantangnya
“enak aja lo” saut mira dengan wajah kesalnya begitu pula dengan annisa
__ADS_1
Setelah mereka puas berfoto-foto dan menikmati pemandangan alam yang indah kini mereka semua harus kembali karena waktu sebentar lagi akan malam dan tak ingin membuat bang tama khawatir karena mereka jalan sudah seharian
Meskipun bang tama tau jika annisa pergi bersama sahabatnya tetap saj tak membuat rasa khawatir tama hilang apalagi jika teringat kejadian tentang adiknya di waktu lalu semakin membuatnya khawatir
Pukul setengah delapan malam akhirnya mereka semua sampai dirumah masing-masing setelah diantar oleh mira karena memang tadi mereka tak membawa kendaraan karena mira bersikeukeuh untu menjemput mereka satu persatu
Di penginapan
Setelah membersihkan diri dan berganti pakaian kini annisa sedang duduk bersantai di halaman depan rumahnya tentunya bersama sang kakak
“dek lama banget sih jalan nya ?” ucap bang tama
“iya dong harus lama inikan hari terakhir, kenapa abang kesepian ya tadi” jawab annisa
“manada abang kesepian” sanggah bang tama
“ngeles mulu abang tu gak bisa ya bohong sama aku ayo ngaku abang kesepian kan” ucap annisa lagi
“iya.. iya.. abang kesepian gak ada kamu sendirian bingung mau ngapain mau kerumah hasan tapi dianya lagi diluar kota” jawab bang tama panjang lebar
Annisa ang mendengar keluh kesah abangnya sontak saja tertawa hingga terpingkal-pingkal
“terus aja ketawa udah ah abang mau keluar” ucap bang tama seraya meninggalkan annisa
“heii abang mau kemana annisa ikut” jawab annisa sambil berlari menyusul bang tama
__ADS_1
Akhirnya mereka berduapun keluar dai penginapan sambil berjalan kaki entah kemana mereka akan pergi di waktu yang sudah malam itu
🌹mohon dukungannya dengan cara like dan komen terimakasih🙏