
Alex dan Jordan yang melihat kepergian devon dan juga bagas itu menggelengkan kepalanya “benerkan kata gue” ucap Jordan “membangunkan para singa sungguh berani” jawab alex meskipun alex dan Jordan tidak begitu dekata dengan bagas dan devon tetapi mereka tau bagaimana bagas dan devon ketika sudah marah terlebih mereka berdua tau sisi lain dari dua sahabat itu
Devon dan bagas sebenarnya orang yang berada sama seperti halnya mira namun mereka tak suka jika statusnya yang anak orang kaya itu diketahui oleh banyak orang jadilah hanya segelintir orang saja yang tau sisi lain dari bagas dan devon ini termasuk alex dan Jordan
Alex dan Jordan kembali melanjutkan makan nya yang tadi sempat tertunda karena kedatangan bagas
Sedangkan bagas dan devon segera pergi menuju parkiran untuk segera pergi kerumah kak hasan dan memberikan kabar berita ini padahal bisa saja mereka memberitahu nya melalui telpon atau pesan whatsapp tetapi mereka memilih untuk memberitahukannya secara langsung sekaligus membahas rencana yang akan mereka lakukan untuk menghukum tiga kawanan itu
Sedangkan dikota lain bang tama dibuat harap-harap cemas kembali karena taka da kabar satupun dari sang adik meskipun annisa berjauhan dengan mereka tetapi annisa tak pernah absen untuk memberi kabar keluarganya terutama pada abangnya yang seringkali merasa khawatir kecuali jika ia memang ketiduran ketika sampai dirumah tapi pasti setelahnya annisa akan memberikan kabar namun kali ini berbeda sudah beberapa hari annisa tak ada kabar entah kemana sang adik sampai-sampai tak memberinya kabar perasaan bang tama kali ini merasa ada yang tidak beres
Namun perasaan itu ia urungkan sendiri tak ingin jika keluarganya tau justru akan membuat mereka cemas
Hari ini bang tama memutuskan untuk pergi ketempat adiknya untuk memastikan sendiri bagaimana kondisi adiknya itu
“ayah ibu tama pamit dulu ya mungkin tama akan beberapa hari diluar kota” pamit tama pada kedua orang tuanya
“iya hati-hati dijalan nak jaga kesehatan kamu” jawab ayah dan ibunya
“iya yah, iya bu assalamualaikum” jawabnya lagi
“waalaikumsalam” jawab kedua orangtuanya itu
Setelah pamitan dengan kedua orang tuanya dirinya pun pergi menuju bandara menggunakan ojek online yang tadi suada dipesannya
Kali ini tama terpaksa berbohong karena tak ingin melihat kedua orang tuanya cemas, ia mengatakan pada kedua orang tuanya jika dirinya akan berkunjung ketempat temannya karena temannya mengadakan acara keluarga sekaligus mengundang teman-temannya untuk reuni
Sesampainya ia dibandara ia harus menunggu sejenak karena jam terbangnya masih dua jam lagi
Sedangkan dirumah hasan bagas dan devon baru saja sampai
“assalamualaikum” ucapnya bersamaan
“waalaikumsalam silahkan masuk” ucap hasan
“bagaimana apakah kamu sudah membawa ketiganya ?”
“kami tak menjumpai mereka dikampus kak karena mereka tak turun hari ini tapi kami akan mencoba kerumah nya nanti karena kami mendapatkan alamat rumah nya dari salah satu teman mereka juga”
“apakalian akan kesana berdua saja ?” tanya hasan
“iya kak”
“baiklah tapi kalian harus hati-hati ya”
“tentuu brother” ucap bagas
“oh iya kak bagaimana keadaan annisa ?” tanya dua laki-laki itu
“masih sama seperti kemarin, annisa masih ketakutan ketika melihat orang lain bahkan dengan mira sekalipun” jawabnya lesu
“huhh, bisakah kita melihatnya ?” tanyanya mereka pada hasan
__ADS_1
“tentu” mereka pun bersama-sama menuju dimana annisa berada sesampainya disana terlihat annisa sedang terbaring memejamkan matanya dan disana juga terlihat rere yang sedang menjaga annisa karena mira pulang sebentar untuk menemui orang tuanya yang sejak kemarin mengkhawatirkan dirinya
“apa ia mengamuk lagi ?” tanya hasan
“iya dia barusan mengamuk lagi sungguh dirinya merasa sangat ketakutan ketika aku masuk tadi aku melihat kondisinya sangat kacau jadi mau tak mau aku menyuntikkan obat penenang padanya” jawab rere
Tama yang sudah sampai dibandara dikota dimana adiknay berada itu langsung menuju kekontrakan adiknya disepanjang perjalanan itu ia terus menelponi adiknya dan sesekali menelpon mira namun hasilnya tetap sama taka da jawaban dari keduanya
Tama semakin cemas pada adiknya itu sampai tak sadar jika dirinya sudah sampai didepan kontrakan adiknya “mas..mass sudah sampai” ucap sang ojek “ahh iya terimakasih mas ini uangnya kembaliannya ambil saja” ucap tama seraya meninggalkan ojek itu tanpa menunggu jwaban dari ojek terssebut karena pikirannya yang terlampau khawatir itu
Sang ojek pun menggelengkan kepalanya “uangnya saja pas tapi menyuruhku mengambil saja kembaliannya” gumam ojek tersebut dan kembali menjalankan sepeda motornya
Saat tama akan melangkah menuju kontrakan itu ia teringat jika kontrakan itu dikhususkan untuk perempuan tentu dirinya tidak akan bisa masuk akhirnya ia pergi menuju rumah bu aisah
Tapi belum sampai dirumah beliau tama bertemu bu aisah di pertengahan jalan “tama” sapa bu aisah “iya bu assalamualaikum” jawab tama “kamu mau kemana tam ?” tanya bu aisah lagi “tadinya mau kerumah ibu tapi allhamdulillah sudah bertemu ibu disini, saya mau minta ijin menemui adik saja dikontrakan bu” jelas tama pada bu aisah
Bu aisah melihat kekhawatiran diwajah tama akhirnya dirinya mengajak tama kerumahnya dahulu “mending kita kerumah ibu dulu ya tam ayo” ucap aisah
Mau tak mau tamapun mengikuti langkah bu aisah sesampainya dirumah bu aisah tama dipersilahkan untuk masuk terlebih dahulu
“tam maaf ya bukannya ibu tak mengijinkan kamu untuk bertemu annisa tapii…” belum sempat bu aisah melanjutkan ucapannya tama menyanggahnya “tapi kenapa bu apa yang terjadi sama annisa ?” tanya tama
“sejak kemarin annisa tidak pulang, biasanya jika dirinya tidak pulang selalu mengabari ibu karena dirinya menginap dirumah mira tapi sejak kepergian annisa kekampus kemarin dirinya tak ada kabar samasekali bahkan ibu menelponnya juga tidak bisa”
Deg
Bagai dihujamkan belati sakit, khawatir dan cemas menjadi satu dihati dan pikirannya namun dirinya berusaha bersikap tenang dihadapan bu aisah
“apa ibu tau dimana rumah mira ?”
Setelah itu bu aisah memanggilkan anaknya dan sedikit bercengkarma setelah itu tama di antarkan oleh evan anak bu aisah kerumah mira
Perjalanan begitu terlihat macet sehingga menuju rumah mira cukup lama
Sesampainya didepan rumah mira tama mendatangi pos satpam yang ada disana mereka tak bisa membawa mobile van untuk masuk karena rumah ini tertutup pagar
“permisi pak apa saya bisa bertemu dengan mira saya tama kakak annisa”
“oh kakaknya no annisa silahkan masuk tuan” ucap satpam tersebut seraya membuka gerbang
“terimakasih pak” ucap tama dan evan “sama-sama tuan mari saya antarkan kedalam”
Mereka pun mengikuti langkah pak satpam menuju rumah yang terlihat megah itu
Saat mereka akan memasuki rumah itu berpapasan dengan mira dan kedua orang tuanya “permisi nyonya, tuan. Nona ini ada kakak dari non annisa katanya mau bertemu dengan non annisa” “oh iya pak terimakasih” “sama-sama nona” ucap pak satpam itu kemudian ia meninggalkan dimana mira dan kakak dari annisa itu berada
“apa saya mengganggu waktu kalian ?” “tidak kak silahkan masuk” “disini saja tidak apa-apa sepertinya bapak ibu sekeluarga akan pergi saya kesini hanya ingin menanyakan apakah annisa sedang bersama kalian karena sejak kemarin annisa tak ada kabar”
Deg
Deg
__ADS_1
“aku harus jawab apa ini” batin mitra seraya menundukkan kepalanya “kami akan mengunjungi annisa nak jika kamu mau tau keadaan adikmu mari ikut kami” ucap om bram papa mira “apa yang sebenarnya terjadi sama annisa ?”batin tama dan evan “mari nak kita kesana sama-sama” ucapan om bram
Aku tak tau harus menjawab apa aku masih bingung dengan semua ini hanya mengikuti mereka yang bisa aku lakukan
“Maaf pak saya kebetulan membawa mobi jadi saya akan mengikuti kalian dari belakang saja” ucap evan
“iya saya bersama evan akan mengikuti bapak sekeluarga dari belakang saja menggunakan mobil evan” timpal tama
“baiklah jika itu mau kalian tak masalah”
Akhirnya mereka mulai menjalankan mobil mereka masing-masing didalam mobil tama dan evan tak ada perbincangan seperti tadi mereka sibuk dengar pikiran mereka masing-masing
Sedang dimobil mira tante mala terus menangis setelah mendengar kondisi annisa yang tadi dijelaskan oleh putrinya “sudah ma jangan menangis seperti itu terus kita doakan saja annisa akan pulih kembali” ucap om bam pada istrinya sedangkan mira mencoba fokus karena saat ini dirinya menyetir sendiri mobilnya
1 jam setelah melakukan perjalanan akhirnya sampailah mereka dirumah yang terlihat sangat elegan itu
Setelah mereka semua turun dari mobil tama yang bingung mengapa dirinya dibawa kesuatu rumah pun lantas menanyakan pada mira “maaf ini rumah siapa ? dan kenapa kita kemari ?” “ini rumah kak hasan kak, kita kesini karena memang annisa ada disini” ucap mira
Pikiran tama menjadi melalangbuana pikiran-pikiran negative mulai bermunculan tapi dalam hatinya yakin jika tak mungkin sang adik melakukan hal-hal diluar batasnya
Mira mengajak semuanya untuk masuk “mari kita masuk” ucap mira “assalamualaikum” ucap mira lagi saat mereka mulai memasuki rumah itu terlihat sepi tapi disana dirinya melihat ada mobil devon
Saat mereka masuk devon, bagas dan hasan menuruni tangga bersamaan “gimana dev apa lo udah habisin itu para brengsek ?” tanya mira tama dan evan sempat tertegun mendengar ucapan mira sebab dari tadi mira tak banyak bicara
Tama semakin bingung apa yang sebenarnya terjadi “maaf sebelumnya ini ada apa sebenarnya dan dimana annisa saya ingin bertemu dengannya”
“mari kita duduk di ruang tengah terlebih dahulu saya akan menjelaskan semuanya” ucap hasan tatkala mendengar pertanyaan tama
Kemudian mereka semua jalan ke arah dimana yang tadi disebutkan oleh hasan setelah mereka semua duduk
Hasan mulai menjelaskan semua nya tanpa ada yang ditutup-tutupi
Tama meneteskan air matanya disana termasuk semua yang mendengar penjelasan hasan itu tak terkecuali hasan sendiri
“bisakah saya melihat adik saya” tanya tama “mari kak ikut dengan ku annisa ada dikamar atas dijaga oleh sahabat ku rere” ucap hasan
Tama sedikit tenang ketika mendengar jika adiknya dijaga oleh seorang perempuan bukan laki-laki yang bukan mukhrimnya
Sesampainya mereka diatas, mereka mendengar teriakan annisa yang meminta tolong dan ketakutan tanpa memperdulikan orang-orang yang sedang bersamanya dirinya berlari memasuki salah satu kamar disana
Begitupula dengan devon, bagas, tama, evan, mira dan kedua orang tuanya segera memasuki kamar yang tadi dimasuki oleh hasan
Tama menegang ketika dirinya melihat adiknya disudut kamar seraya menangis dan teriak-teriak meminta tolong
“bagaimana ini san aku tak mungkin memberinya obat penenang lagi karena itu tak baik untuk tubuh annisa”
Hasan bingung harus bagaimana sedangkan tama mulai mendekati adiknya itu meskipun adiknya terus berteriak meminta tolong dirinya tetap mendekati sang adik hingga dirinya berada tepat didepan sang adik dan mensejajarkan tubuh mereka “ini abang, abang ada disini tenang ya ada abang yang akan melindungi kamu” ucap bang tama seraya memeluk sang adik
Annisa yang tadinya meronta-ronta meminta pertolongan mulai sedikit tenang “abang.. annisa takut” ucap annisa disela-sela tangisannya “abang ada disini,, jagain kamu jangan takut” ucap tama seraya mengelus dan mencium kepala adiknya yang tertutup jilbab itu
🌹
__ADS_1
Hallohaa... semuanya jangan lupa like, komen sama vote nya yaaa ❤️
semoga kalian semua suka sama novel aku