Ketulusan Hati Suamiku

Ketulusan Hati Suamiku
Bab 22


__ADS_3

Saat sedang berbincang-bincang dengan bang tama aku mendapatkan telpon dari sahabat annisa yang tak lain dan tak bukan adalah devon


Derrrtt


Derrrttt


“devon melepon ku bang sebentar aku angkat dulu ya” ucap hasan “yaa angkatlah” jawab ku


“waalaikumsalam”


“bawa mereka semua keruangan rektor saat ini juga aku akan segera pergi kesana”


“oke terimakasih assalamualaikum”


Setelah menerima telpon dari devon sahabat mira hasan terlihat sedikit emosi


“bang tadi devon bilang jika mereka sudah bertemu dengan ando dan juga teman-temannya dan aku menyuruh nya untuk membawa ketiga orang itu ke ruangan rektor aku akan pergi kekampus itu apakah abang ingin ikut ?” tanya hasan pada ku jujur aku bingung harus bagaimana sedangkan annisa tidak bisa ditinggal


“aku ingin ikut, aku melihat siapa orang yang sudah berani melecehkan adikku, tapi bagaimana dengan annisa kamu tau sendiri aku tak bisa meninggalkannya” ucap ku


“bagaimana kalau kita titipkan saja pada vina ku rasa dirinya akan sedikit nyaman ketiga ditinggal berdua dan aku akan menyuruh beberapa orang untuk menjaga rumah ini” ucap hasan dan langsung diangguki oleh tama


Setelah itu mereka kembali memasuki rumah itu tama menuju lantai atas untuk menemui sang adik sedangkan hasan menelpon seseorang suruhannya untuk datang kerumahnya dan berjaga sementara waktu disana


Dilantai atas tama mengetuk pintu kamar yang ditempati adiknya itu sebelum masuk setelah mengetuk barulah dirinya masuk “nisa abang pergi sebentar ya, abang akan pergi kekampus mu kan kamu sudah beberapa hari tidak masuk kamu dirumah dulu ya sama vina” ucap ku dengan penuh kehati-hatian ku lihat wajah annisa sedikit murung “nanti jika ada yang jahat bagaimana bang aku takut” ucap annisa seraya meneteskan air matanya, tama yang melihat adiknya menangis langsung memeluk tubuh adiknya erat “ jangan takut ya abang hanya sebentar tak akan lama ada vina yang akan menemani kamu dan sudah ada yang berjaga diluar sana jadi kamu akan aman oke” ucap ku pelan-pelan sambil mengelus kepala adikku


Setelah menerima telpon hasan menyusul tama naik ke lantai atas untuk menemui vina teman sekaligus psikolog bagi annisa


“vin bisa kita bicara sebentar diluar” ucap ku tatkala memasuki kamar dimana ada annisa dan bang tama juga disana, vina langsung keluar dari kamar itu “ada apa san” tanya nya padaku


“jadi begini kami sudah menemukan tiga anak laki-laki yang sudah membuat annisa begini aku dan bang tama berniat untuk menemui mereka maka dari itu aku minta tolong pada mu temani dia selama kami tak ada aku juga sudah menyuruh orang untuk menjaga kalian dan sebentar lagi mereka sampai” ucap ku

__ADS_1


“baiklah pergilah kalian jangan buang kesempatan lagi aku akan menjaganya disini untukmu jangan khawatir” ucap vina


Aku sungguh terkesiap mendengar ucapannya sedangkan vina tersenyum melihat ku dengan ekspresi yang terkejut “sudah jangan terkejut begitu aku tahu jika kamu menykai annisa kan ? jangan lupa jika aku ini seorang psikolog terlebih aku adalah teman mu dan tenang saja aku akan menjaga rahasia mu ini” ucapnya lagi sungguh aku terkejut mendengar ucapannya namun ada benarnya jika aku tak bisa membohongi seorang psikolog dihadapan ku ini


“hmm jangan beri tau siapa-siapa oke” ucap ku


“kalau ada uang tutup mulut nya sih oke kalau tidak….”


“dasar mata duitann..”ucap ku kesal karena terus digoda olehnya


Setelah kami selesai dengan urusan pada dua wanita dirumah ini, aku dan bang tama menuju kampus menggunakan mobil yang ku kendarai sendiri, aku sengaja tidak minta sopir untuk mengantarkan kami


Selama perjalanan kami banyak berbincang mulai dari kehidupan ku, annisa dan juga keluarganya termasuk kehidupan bang tama


“san sepertinya kamu sangat tahu betul soal kampus itu apa kamu pemiliknya ?” tanya bang tama padaku


Uhukk,, uhukk,


“hmm memangnya kenapa bang ? apa aku terlihat sebagai pemilik kampus hehehe” jawab ku sambil terkekeh untuk mengurangi rasa keterkejutan ku


“jika diperhatikan dari bicara mu kepada devon dan bagas serta orang-orang yang kau telpon itu sepertinya kau sangat berkuasa dikampus itu dan itu tak mungkin terjadikan jika itu kamu bukanlah pemiliknya ataupun orang berkuasa disana” ucap bang tama dengan segala uneg-unegnya itu


“hmm jika benar aku pemilik nya apa ada yang abang mau ?”


“tidakk aku hanya bertanya saja tapi seandainya memang kamu pemilik nya aku hanya meminta satu hal yaitu keluarkan mahasiswa yang telah melecehkan adikku itu”


“aku akan mengeluarkan mereka dan juga salah satu orang tua dari mereka”


“hahhh jadi benar kalau kamu pemiliknya san ?” aku hanya tersenyum untuk menanggapi keterjutan bang tama


“padahal tadi aku tak benar-benar berpikir jika kampus itu benar milik mu” ucap bang tama lagi

__ADS_1


Aku menggaruk tengkukku yang tak gatal itu dan terkekeh saja


“aku memang pemilik kampus itu bang tapi baru saat ini karena sebelumnya itu adalah miliki alm kedua orang tua ku” ucap ku


“tetap saja kamu pemiliknya”


“hehe iya bang maka dari itu aku hari ini mengajak turut serta abang mumpung abang kesini aku tak akan membiarkan mereka enak-enakkan begitu saja setelah apa yang mereka lakukan”


Bang tama hanya menganggukkan kepalanya saja sebagai jawaban bahwa dirinya mengerti maksud ku


Sedangkan dikampus lebih tepatnya diruangan rektor itu terlihat sangat bersitegang, devon, bagas dan juga mira serta tiga sekawan itu ada disana dihadapan seorang rektor yang merupakan orang tua dari ando


“pa bantu aku yang mereka katakana itu hanya kebohongan mana mungkin aku melakukan hal tak senonoh begitu” ucap ando pada sang papa


“iya om mereka itu memang suka mengganggu kita dan tentu saja apa yang dikatakan mereka itu tidak benar” leo dan ari menimpali ucapan ando


“heii kalian masih punya muka untuk tidak mengakui kesalahan mu dan bapak seharusnya dapat berbuat bijak disini sebagai rektor dan orang yang sangat terhormat seharusnya bisa bertindak tegas kepada siapa pun termasuk kepada putra bapak sebab mereka sudah melakukan kesalahan yang sangat fatal” ucap mira panjang lebar, mira sudah geram melihat drama didepannya ini


“kalian itu jangan asal menuduh anak saya, saya tau bagaimana anak saya dia tidak mungkin melakukan tindakan tak senonoh seperti itu” ucap rektor tersebut


“keluarkan aja mereka dari kampus ini pa daripada mencoreng nama baik kampus dengan ucapan-ucapan bualnya itu”


“tentu saja papa akan mengeluarkan mereka semua termasuk annisa”


“kok annisa juga dikeluarkan pa ?”


“karena sudah beberapa hari ini dia tak ada masuk kampus padahal tak ada penelitian dan melihat teman-teman mereka begini papa tau pasti selama dia tidak masuk sedang menjadi sugar daddy diluar sana”


🌹


Hallo readerss semoga kalian suka ya sama novel ini jangan lupa like, komen dan vote nya ya loppyuu❤️

__ADS_1


__ADS_2