
Kini sampailah mereka dipenginapan annisa dan bang tama , dan benar saja seperti dugaan mereka jika annisa pasti menunggu terlihat annisa berdiri seorang diri diteras depan penginapannya
“kalian kenapa lama banget sih perasaan tadi kita jalannya bareng” gerutu annisa
“sutttt anak manja gak boleh marah-marah, kan kita sudah sampai” ucap devon
“iya tapi kalian itu lama banget sampe pegel gue berdiri disini nungguin kalian” gerutu annisa
“mending kita masuk panas banget disini” ucap bagas
Lalu mira dan annisa pun masuk kedalam rumah sedangkan bagas dan devon mengambil semua hadiah-hadiah annisa termasuk hadiah yang mereka beli tadi
Saat ingin membawa hadiah-hadiah itu datanglah kak hasa dan bang tama menghampiri keduanya
“sini biar abang sama hasan bantu” ucap bang tama seraya mengambil beberpa hadiah dari tangan bagas begitu pula kak hasan yang mengambil hadiah-hadiah itu dari tangan devon
Setelah itu devon mengambil boneka, coklat dan buket mawar putih yang tadi mereka beli, sedangkan bagas membawa dua buket bunga dan dua paper bag miliknya dan juga mira
Lalu mereka masuk kedalam rumah menyusul yang lainnya, saat mereka masuk dirinya tidak melihat sosok mira dan juga annisa
“letak disini aja hadih-hadiahnya” ucap bang tama seraya mengarahkan bagas dan devon untuk meletakkan hadiahnya di atas sofa
“tapi kami ingin memberikannya langsung pada annisa bang” ucap devon dan bagas
“letakkan saja dulu disini mira dan annisa masih membersihkan dirinya, sebaiknya kalian juga membersihkan diri kalian” ucap bang tama
“tapi kami kan gak bawa pakaian ganti bang” ucap bagas dan devon “jangan khawatir ada baju abang” jawab bang tama
Karena merasa gerah akhirnya duo laki-laki itu menuruti apa kata bang tama sedangkan bang tama dan kak hasan tadi sudah membersihkan dirinya sebelum devon dan yang lainnya tiba di penginapan
Kini devon dab bagas memasuki ruangan yang dijadikan kamar sementara bang tama itu lalu mereka bergantian masuk kedalam kamar madi untuk membersihkan dirinya
__ADS_1
Kurang lebih dua puluh menit akhirnya mereka selesai membersihkan diri mereka dan melangkah keluar menuju tempat dimana bang tama dan kak hasan tadi berada
Sesampainya disana mereka masih tak menjumpai mira dan juga annisa “sudah selesai kalian, sini duduk” tegur bang tama “iya bang kami memang mau duduk kalau berdir terus bisa patah kaki ku” ucap bagas
“kalau lo dev ma uterus berdiri disitu” tanya kak hasan pada devon “ya gak lah kak capek juga gue berdiri dari tadi” jawab devon
“ya kirainn kalian kuat berdiri terus” ucap kak hasan lalu devon dan bagaspun duduk di samping kak hasan dan juga bang tama mereka berbincang-bincang mengenai rencana devon dan juga bagas setelah ini
Saat sedang asik berbincang-bincang duo bidadari itu keluar dari kamarnya namun mereka tidak langsung menghampiri para lelaki yang sedang asik berbincang-bincang itu
Mereka pergi menuju dapur untuk membuatkan minuman dan membawakan beberapa cemilan yang memang annisa beli kemarin
Annisa dan mira membuatkan mereka es jeruk peras manis karena cuacanya sangatlah panas
Setelah siap barulah mereka menuju ke ruangan dimana para lelaki itu sedang berbincang-bincang
Mira membawa nampan berisikan cemilan sedangkan annisa membawa nampan berisikan minuman yang tadi mereka buat
“kalian lagi pada ngomongin apa kok serius banget” tanya annisa “ada deh mau tau aja urusan laki-laki” ucap bang tama “akhirnya ada minuman juga pas banget gue lagi haus” ucap bagas
Lalu annisa dan mirapun meletakkan nampan itu ditengah-tengah mereka, saat akan duduk mereka mendengar jika bel berbunyi, lantas bang tama beranjak dari duduk nya untuk melihat siapa yang memencet bel tempat penginapannya
“biar annisa aja bang yang bukain pintunya” ucap annisa “yaudah sana bukain buruan” ucap bang tama
Annisapun beranjak dari posisinya dan melangkah menuju pintu utama, saat dibukanya pintu itu terlihatlah seorang kurir, annisa tau jika itu kurir karena orang tersebut menggunakan jaket kurir
“ada apa ya mas ?” tanya annisa pada kurir tersebut “maaf mba apa benar ini rumah pak tama” ucap sang kurir itu
“iya benar kenapa ya mas” tanya annisa lagi “ini mba saya mau mengantarkan pesanan pak tama” ucap sang kurir seraya menyerahkan beberapa paperbag dari salah satu restoran yang ada disana
“makasih banyak mas” ucap annisa setelah menerima paperbag tersebut, lantas sang kurir pergi meninggalkan annisa dan annisapun kembali masuk kedalam tak lupa ia menutup pintu terlebih dahulu
__ADS_1
Annisa melangkahkan kakinya menuju dimana sang abang dan sahabat-sahabat nya itu berada
“abang pesan makanan ya” tanya annisa saat sudah mendekat kearah abangnya dan yang lainnya “iya abang pesan makanan buat makan kita semua, abang tau pasti kalian semua lapar kan” ucap bang tawa
“wahhh abang memang the best deh tau aja kalau gue laper” saut mira dan bagas yang hampir bersamaan
Merekapun akhirnya menyatap makanan yang telah dipesan oleh bang tama setelah makan mereka semua kembali berbincang-bincang, disaat sedang berbincang-bincang tak sengaja netra annisa melihat ada sebuah bonea yang cukup besar dan menggemaskan
“itu boneka siapa ?” tanya annisa yang begitu penasaran pasalnya tadi dirinya tak mendapatkan hadiah boneka dari siapapun
“ah iya sampe lupa gue” ucap devon lalu ia mengambil boneka dan juga beberapa coklat yang telah disusun dalam sebuah kotak yang dihias serta mengambil bunga yang tadi ia beli
Hal itupun juga dilakukan oleh mira dan bagas “ini hadiah untuk lo” ucap devon dan disusul dengan yang lainnya seraya menyerahkan hadiah masing-masing untuk annisa
“kalian kenapa hadiahin gue banyak banget lagi” ucap annisa “memang udah seharusnya kan lo dapet hadiah sebanyak ini” jawab devon “ini masih gak seberapa annisa dibandingkan dengan kebaikan lo akan persahabatan kita gak kaya satu orang cecunguk tuh yang gak ngehargai persahabatan kita” ucap mira
Mira jadi teringat kembali dengan kejadian tadi di perjalanan menuju penginapan ini dimana devon merasa biasa saja saat tau annisa akan segera kembali kekampung halamannya
“iya bener tuh kata mira” saut bagas
Mereka yang ada disanapun mengerutkan dahi mereka seraya menatap kearah bagas dan juga mira sedangkan devon yang disindir pun merasa santai saja seolah tidak terjadi apa-apa
Mira yang tau tatapan annisa seolah meminta penjelasan akhirnya memberitahukan kepada annisa jika devon tidak lagi menghargai persahabatan mereka
Sontak saja hal itu membuat annisa sangat terkejut dalam benaknya ia berkata apa benar jika devon begitu tapi rasanya tidak mungkin
Setelah mendengar penjelasan mira, bang tama tanpa permisi meninggalkan mereka semua dan pergi kekamarnya untuk mengambil beberapa hadiah yang tadi sempat ia ucapkan
Saat ia kembali lagi suasananya sangat hening seolah-olah mereka kecewa dengan devon namun tidak dengan devon yang masih saja bersikap santai
“ini hadiah buat kalian..” ucap bang tama
__ADS_1
🌹Jangan lupa dukungannya like komen dan juga vote novel saya ❤️