Ketulusan Hati Suamiku

Ketulusan Hati Suamiku
Bab 27


__ADS_3

“tidak apa – apa annisa yang terpenting sekarang kamu sudah membaik dari hari-hari kemarin, tidak ada manusia yang bersih sebaik apapun manusia pasti memiliki kesalahan nya tapi yang terpenting dia mau mengakui dan meinta maaf ataupun memaafkan orang lain” ucap hasan


“iya kak aku akan mencoba memafkan mereka meskipun itu sulit” jawab ku


Kamipun terus bercengkrama hingga tak terasa waktu sudah menunjukkan pukul setengah satu siang


Aku meminta izin padanya untuk pamit pulang namun kak hasan melarang ku untuk pulang sendirian alhasil disinilah aku sekarang, berada satu mobil dengan kak hasan yang akan mengantarkan ku pulang namun sebelum itu kak hasan mengajak ku untuk makan siang terlebih dahulu


Kami makan disalah satu restoran yang ada dikota ini dilihat dari luar sepertinya restoran ini sangat memanjakan setiap pengujungnya terlihat dari dekorasinya yang aesthetic dan bernuansa alam itu, sangat meneduhkan


Setelah sampai direstoran tersebut aku dan kak hasan keluar dari mobil dan bergegas untuk masuk kedalam restoran tersebut


Kami disambut dengan ramah oleh dua pelayan yang bertugas dipintu restoran, “selamat siang tuan nona” ucap dari kedua pelayan tersebut “siang” jawab ku dan kak hasan yang hampir bersamaan


Setelah itu kak hasan mengarahkan aku duduk dibangku yang berada di pojok restoran itu yang memperlihatkan alam diluarnya karena hanya terbataskan oleh kaca yang cukup besar itu

__ADS_1


“permisi tuan nona ada yang bisa saya bantu” ucap salah satu pelayan yang tiba-tiba menghampiri kami


“annisa kamu mau pesan apa ?” tanya kak hasan padaku, “hmm makan lalapan aja deh kak minumnya sembarang kakak saja” ucap ku, setelah itu kak hasan memberitahu kepada pelayan restoran itu


“saya pesan lalapan nya yang spesial satu, nasi kebuli yang satu dan minumnya jus alpukat dua yang satu jangan terlalu manis seperti biasanya” ucap kak hasan pada pelayan tersebut setelah mencatat pesanan kami pelayanan itu meninggalkan meja kami seraya menunduk


Aku merasa ada yang aneh dengan restoran ini teruta juga pada para pelayan yang sedikit membungkukan badannya saat melewati ataupun berhadapan dengan kami dan tadi apa kak hasan bilang seperti biasanya pada pelayan itu apakah kak hasan sering sekali kesini sehingga pelayanan disini hafal dengan permintaan kak hasan tadi itu


“heii kenapa kok kelihatannya kamu seperti orang bingung begitu ada apa annisa ?” tanya kak hasan pada ku “ehh gak apa-apa kak cuma aneh aja sama para pelayan disini dari kita memasuki restoran ini tadi semua pelayan yang melihat kita ataupun hanya melewati kita selalu saja membungkukan badannya sedangkan sama pengunjung lain biasa saja” ucap ku


Kak hasan hanya terkekeh mendengar penuturan ku itu "wajar saja jika mereka begitu karena ini restoran adalah milik ku maka tak heran jika mereka bersikap seperti itu pada kita"ucap kak Hasan lagi “tapi bagaimana apa kamu suka restoran ini ?” tanya nya lagi "wahh jadi ini restoran milik kakak hebat banget deh kakak masih muda tapi sudah jago berbisnis suka banget sih kak restorannya adem nuansa alam nya juga dapat banget padahal kita makannya didalam bukan diluar, setau aku tidak ada restoran seperti ini disini kalaupun ada mungkin hanya beberapa saja dan mungkin aku akan sering-sering kesini untuk memanjakan mata dan perut ku hahaha” ucap ku seraya tertawa


Tak mau membuang-buang waktu aku dan kak hasan segera memakan apa yang sudah kami pesan tadi setelah menyelesaikan makan siang kami kak Hasan pun mengantarkan ku pulang ke kontrakan


-

__ADS_1


Waktu sudah berganti seiring dengan putaran jarum jam yang terus bergerak, orang-orang yang tadinya sibuk bekerja dan melakukan aktivitas nya kini mulai kembali keperaduanya menumui sang keluarga untuk melepaskan penat dipikirannya setelah seharian beraktivitas


Temaram malam ini hanya disinari oleh sang rembulan dan juga bintang-bintang yang bertaburan, tak ada cahaya lampu yang ada hanya cahaya lilin dan lentera, malam ini listrik padam entah mengapa tapi tak seperti biasanya namun hal ini tak mengusik ku sedikit pun karena tak ada nya penerangan yang bersumber dari listrik itu


Mungkin buat pecandu malam dan kegelapan hal seperti ini adalah momen-momen yang ditunggu namun bagi sebagian orang yang menyukai terang dan asik dengan gadget nya mungkin sedikit terusik dengan kondisi seperti ini


Ku lihat langit diatas sana yang bertaburan bintang malam dan memutar kembali segala memori yang ada dibenak ku


Kejadian-kejadian yang lucu, menyedihkan, susah dan senang semuanya berputar perlahan-lahan terkadang aku tersenyum saat mengingat segala hal-hal yang lucu dan menyenangkan


Hingga kejadian yang kelam itu juga berputar dibenak ku ada rasa takut didasar hati ku ketika mengingatnya


Kecewa marah dan benci seolah menyatu dihati dan juga pikiran ku saat ini, jika saja aku melihat nya lagi saat ini mungkin sudah ku balaskan semua rasa sakit ku, namun meskipun begitu tersebulung dihatiku keinginan ku untuk tidak lagi bertemu dengan tiga orang itu


Tiga orang yang sudah menghancurkan masa depan ku

__ADS_1


Mengingat itu aku jadi berpikir jika dimasa yang akan datang ataupun sekarang tak mungkin ada laki-laki yang mau menerima ku terlebih jika mereka semua tau apa yang sudah pernah terjadi pada ku


🌹 Mohon dukungannya readerss 🙏 dengan like komen dan juga vote novel ini biar author semangat nulisnya 💕


__ADS_2