
Malam itu mereka kembali berkumpul dimeja makan untuk makan malam terlebih dahulu,
Setelah selesai makan malam semua laki – laki yang ada dirumah itu beranjak menuju ruang keluarga sedangkan para Wanita membereskan meja makan dan piring – piring kotor terlebih dahulu sebelum akhirnya menyusul para laki – laki diruang keluarga
Kurang leboh sepuluh menitan akhirnya mereka semua sudah berkumpul diruang keluarga
“lagi pada ngobrolin apasih kok kayanya seru banget gitu” ucap mama devon
“adadeh urusan laki – laki jadi kalian gak boleh tau, iya kan ?” jawab papa devon seraya meminta dukungan pada yang lainnya dan sontak saja yang lainnya menganggukan kepalanya seraya mengulum senyum mereka
“ishh kan main rahasia – rahasian gak seru deh” saut mama lagi dan tentu saja hal itu membuat para kau lelaki tertawa dengan lantang
Ditengah – tengah orang tertawa tiba – tiba mira bertanya pada bang tama “oh iya bang tadi katanya ada yang mau diobrolin sama kita tentang apa ?” tanya mira pada bang tama
Mereka semuapun kembali terdiam dan semua mata melihat kearah bang tama, bang tama yang dilihat oleh semua orang kemudian beranjak dari duduknya dan kembali duduk disebelah annisa yang kebetulan disebelah annisa kosong
“hmm jadi gini memang benar abang minta kita semua berkumpul disini karena kebetulan ada orang tua om dan tante dan juga mira sama bagas abang pikir kalian semua berhak memberikan pendapat kalian mengenai hasan..” kemudian bang tama menjeda sejenak ucapannya
lalu ia menarik napas dan menghembuskannya seraya perlahan lalu menggennggam tangan annisa memberikan kekuatan pada sang adik
__ADS_1
Dan berusaha untuk membuat adiknya merasa nyaman dan terlindungi
“sebagai seorang abang, memang seharusnya hal ini abang yang menyelesaikannya tetapi karena ada orang yang lebih tua daripada abang sekaligus juga menyayangi annisa bahkan dengan sukarela menganggap annisa sebagai anak kalian, abang sangat – sangat berterimakasih pada kalian semua maka dari itu kami ingin mendengarkan masukan kalian mengenai hasan agar nantinya annisa tidak bimbang dalam mengambil keputusan karena jujur saja sebelumnya annisa sempat berpikir untuk menerima lamaran itu tetapi karena ucapannya tadi yang seolah – olah akan memisahkan annisa dari kita semua membuat annisa menjadi merasa bimbang” ucap bang tama
Semua orang mengangguk – anggukkan kepalanya berusaha mendengarkan dengan seksama dan memahami ucapan bang tama
Kini papa mira angkat bicara mengenai hal itu “terimakasih saya sama mamanya mira tentu saja merasa kalian ini benar – benar anak kami, mengenai lamaran hasan kepada mu nis kami serahkan semuanya padamu karena kamu yang akan menjalaninya jangan takut terpisahkan dengan kita semua karena itu tidak akan terjadi meskipun nantinya kamu akan tinggal bersama dengan suami itu tidak akan memisahkan kamu dengan kita semua karena saat ini kita bukan lagi orang lain tapi keluarga mu” ucap papa mira
“setiap akan mengambil keputusan tentu kita akan mengalami kebimbangan tapi coba tanyakan hatimu kami akan selalu mendukung mu dan akan selalu ada dibelakang mu yang akan selalu melindungi dirimu nak” saut mama mira melanjutkan ucapan suaminya
Mendengar hal itu membuat annisa terharu dan dengan begitu saja air matanya mengalir dengan derasnya bak air terjun
Kini giliran orang tua devon yang memberikan pendapatnya mengenai lamaran dari kak hasan pada annisa
“jika hatimu sudah menerimanya jangan lagi pikirkan hal – hal lain yang membuat mu ragu nak, pernikahan itu bukan hanya sebulan dua bulan tetapi seumur hidup mu maka dari itu coba tanyakan hatimu jika hati mu berkata iya maka lakukanlah, kami akan selalu ada dibelakang mu bersamamu melindungi mu jika suatu saat nanti kamu ada masalah atau merindukan kami semua datanglah nak kami akan selalu terbuka untuk mu terutama mama” ucap mama devon
“annisa lihat papa” ucap papa pada annisa, kemudia secara perlahan annisa mengangkat kepalanya dan menatap sang papa angkatnya itu
“kamu satu – satunya anak gadis papa dan akan selamanya seperti itu tidak akan berubah dan tidak aka nada yang bisa mengubahnya karena kamu ada dihati kita semua, jangan pernah takut akan hal – hal yang tidak pasti nak, menganai ucapan hasan waktu itu kita semua masih bisa bertemu, berkumpul dan bercanda tawa lagi bersama – sama hanya saja ada hasan yang akan menjadi anngota baru dikeluarga kita anggap saja seperti itu karena kamu sudah menikah nak, benar apa yang dikatakan oleh orang tua mira dan juga mama mu kita semua akan selalu mendukung mu, bersama mu dan akan selalu ada dibelakang mu untuk melindungi mu dan tidak aka nada orang yang bisa memisahkan kita semua karena kita semua adalah keluarga kecuali satu yaitu maut” ucap papa devon
__ADS_1
Mendengarkan kata – kata yang terlontar dari papanya devon membuat semua orang meneteskan air matanya
Kini suasana diruangan itu menjadi sangat haru sekali
“kita bertiga juga akan selalu mendukung mu dan menjaga mu jika ada yang ingin memisahkan kamu dari kita semua tentu saja orang itu harus berhadapan sama kita bertiga terlebih dahulu, iya gak dev gas ? ucap mira seraya bertanya pada dua laki-laki disebelahnya itu
“apa kalian tidak akan membenci nisa nantinya kalau nisa mungkin akan sulit menemui kalian semua ?” tanya annisa pada semua orang yang ada disana
“tentu saja tidak kamu ini mikir apa sampai – sampai berpikir kalau kita akan membencimu” ucap bagas dengan suaranya yang terdengar sedikit berteriak itu dan tentu saja semua orang menjadi mengalihkan pandangannya mengarah kepada bagas
Bagas belum sadar jika semua orang memandanginya kemudian mira membisikan sesuatu kepada yang hal itu sukses membuat bagas memperhatikan orang – orang disekitarnya yang sedang memandanginya
“ehh.. kenapa jadi pada ngeliatin aku benerkan apa yang aku bilang kalau kita tentu saja tidak akan membenci annisa ?” tanya bagas lagi karena takut jika ucapannya salah
“gak ada yang salah sama ucapan mu hanya saja kami semua terkejut kenapa tiba – tiba kamu berteriak dodol” ucap mira
Bagas yang merasa malupun hanya bisa mengaruk – garuk kepalanya yang tidak gatal itu dan kini semua orang menyunggingkan bibirnya karena ulah bagas meskipun mata mereka masih terlihat sembab
Duh di bagian ini gimana nih perasaan kalian ?? apa kalian juga ikut mewek atau biasa aja nihh ?? tulis jawaban kalian dikolom komentar ya
__ADS_1