Ketulusan Hati Suamiku

Ketulusan Hati Suamiku
Bab 18


__ADS_3

“Jangan… jangan sentuh gue ahhhh sakitt”


Racau annisa dalam pingsannya itu “tolongg…tolongg aku..tolong.. siapa saja tolong aku” racaunya lagi


“tenanglah aku disini aku akan menjaga mu disini” ucap annisa seraya menggenggam tangan annisa


Tes


Tes


Sakit rasanya melihat wanita yang ia sayangi di sakiti oleh orang lain,


Sesaat sampai dirumah ia langung turun dan memutari mobil untuk membawa annisa masuk kedalam rumah


“San sebenarnya siapa wanita itu apa yang terjadi?” tanya jack sahabatnya “ntar aku jelasin ke kamu aku bawa dia kekamar dulu”


Selepas membawa annisa ke kamar nya dia menelpon teman perempuannya “assalamualaikum re”


“kamu sibuk kah ?”


“bisakah kamu kerumah ku sekarang aku membutuhkan bantuan mu”


“okey aku tunggu thanks ya re”


Ucap hasan pada salah satu sahabat perempuan nya itu


Rere dan Jack


Mereka adalah sahabat hasan, meskipun rere perempuan tetapi taka da perasaan apapun diantara merekahasan dan jack memang tak begitu dekat dengan perempuan yahh bisa dibilang antilah pada perempuan, namun mereka bukan berarti tak mau berteman dengan perempuan buktinya mereka berteman baik dengan rere

__ADS_1


Dulunya rere adalah wanita tomboy, rere bukan orang yang friendly ketika dengan orang baru dulunya mereka bisa berteman baik hingga saat ini karena jack dan hasan memandang rere adalah sosok yang apa adanya dan tidak seperti perempuan lain diluaran sana


Dahulu jika kemana-mana mereka selalu bertiga hingga mereka terpisah saat memasuki kuliah namun hal ini tidak membuat persahabatan mereka hancur yang ada justru persahabatan mereka sangat erat


“assalamualaikum” ucap rere saat memasuki rumah hasan


“waalaikumsalam, masuk re” ucap jack


“iya masa si hasan ?”


“sebentar lagi mungkin dia turun”


Dan benar saja hasan turun kebawah dengan keadaan yang lusuh “udah lama datang re ?” tanya hasan “tidak baru saja”


“apa yang terjadi kenapa kamu begitu lusuh dan apa yang bisa ku tolong?” tanya rere lagi


“tolong aku bersihkan badannya re dan juga gantikan pakaiannya” ucap hasan lesu, rere menganggukan kepalanya sebagai jawaban iya pada hasan


Jack dan hasan pun pergi meninggalkan rer dikamar itu tak lupa hasan menutup pintu kamarnya


Rere yang tadinya ingin bertanya banyak ia urung terlebih dahulu sebab melihat wajah sahabatnya yang lesu itu menjadi tidak tega


Rere segera mengambil air di kamar mandi yang ada dikamar itu begitu juga handuk yang sudah disiapkan hasan sebelum dirinya datang tadi


Rere kembali kedalam kamar dimana annisa terbaring, ia perlahan membuka selimut dan baju yang menutupi tubuh annisa itu dan betapa terkejut rere ketika melihat ada banyak memar keungu-unguan ditubuh annisa


Ia pun pelan-pelan menyeka tubuh annisa disaat sedang menyeka tubuh annisa, annisa kembali meracau “jangan… jangann sentuh akuu” “tolongg.. tolongg aku…. Tolong kalian semua jahat” racau nya rere yang mnedengar itu kembali kaget “apa yang sebenarnya terjadi sama wanita ini ? dan apa hubungannya dengan hasan?” batinnya


Setelah selesai membersihkan tubuh annisa dan memakaikan baju yang tadi sempat ia bawa atas permintaan sahabatnya itu ia pun keluar dari kamar itu dan menuruni anak tangga menuju ruang keluarga rumah itu dimana kedua sahabatnya duduk disana tapi sepertinya tidak ada percakapan apapun diantara mereka

__ADS_1


“apa sudah selesai re ?” tanya hasan pada rere tat kala melihat rere turun dari tangga “sudah bisa kau jelaskan padaku apa yang terjadi ?” tanya rere yang penasaran sejak tadi “nanti akan ku ceritakan semuanya pada kalian, tapi sekarang jack tolong kau periksa bagaimana kondisinya” jack pun menganggukkan kepalanya dan menaiki tangga menuju kamar hasan


Lima belas menit kemudian jack turun “bagaimana keadaanya jack ?” “sepertinya dia trauma atas apa yang sudah terjadi pada dirinya dan banyak sekali lebam pada tubuhnya”


Hufft


“sebenarnya ada apa san ceritalah pada kami dan katakana sipa wanita itu ?” ucap kedua sahabatnya itu


“namanya annisa dia slah satu mahasiswi yang kuliah di kampus ku aku tak sengaja melihatnya dibawa oleh tiga laki-laki secara paksa tapi saat itu aku tak menyadari jika itu adalah dirinya…” hasan menjelaskan pada dua sahabatnya itu tanpa ada yang ia tutup-tutupi, inilah salah satu hal yang membuat persahabatan mereka semakin erat hingga saat ini mereka saling terbuka jika ada masalah sehingga saling bahu membahu dalam menyelesaikan masalah tersebut


“sebaiknya kau perlu bawa dia kerumah sakit untuk visum karna banyak sekali lebam ditubuhnya” ucap jack “kapan aku harus membawanya jack ?” “saat ini juga bisa jika kau mau” “baikklah kita akan kerumah sakit sekarang re kau ikut dengan kami ya” rere menganggukkan kepalanya tanda setuju pada permintaan hasan


Mereka semua kerumah sakit menngunakan mobil jack rere dan annisa duduk di jok tengah sedangkan hasan duduk disamping jack


Jack melihat guratan kekhawatiran pada wajah sahabatnya itu semakin tak tega setelah menempuh perjalan 20 menit akhirnya merek sampai di rumah sakit, sudah ada beberapa perawat yang menyambut jack dan sahabatnya itu sebab sebelum mereka kerumah sakit jack sudah menelpon pihak rumah sakit untuk menyiapkan brankar dan beberapa perawat sebab ia membawa pasien khusus


Hasan tak banyak bicara namun dalam hatinya terus berdoa untuk annisa jujur saja melihat annisa terbaring lemah seperti ini membuatnya sakit ia takut terjadi apa-apa pada annisa


Mereka semua menuju UGD “kalian sebaiknya tunggu diluar aku sendiri yang akan menanganinya” ucap jack kemudian ia berlalu masuk kedalam UGD tersebut


Setelah menunggu 30 menit lamanya akhirnya jack keluar menemui kedua sahabatnya itu “bagaimana jack ?” tanya rere melihat hasan tak mampu bertanya pikirannya kacau bahkan sesekali rere melihat hasan menyeka air matanya “kita tunggu hasil visumnya dulu ya” “apakah lama ?” “mungkin sekitar satu jam” jawab jack “san apa kau mau membawa pulang annisa saat ini atau bagaimana ?” “yang terbaik saja menurut mu bagaimana jack” ucapnya pasrah


“baiklah kalau begitu kita tunggu dulu hasil visumnya baru kita akan membawa annisa pulang” dan hanya diangguki oleh kedua sahabatnya


50 menit berlalu ternyata hasil visum annisa sudah keluar “permisi dokter ini hasil visum nona annisa” ucap salah satu suster seraya memberikan amplop coklat itu padanya “terimakasih suster”


🌹


Haii.... haiii semuanya jangan lupa buat like, komen dan vote novel aku ya thank you all ❤️

__ADS_1


__ADS_2