
Pov bang tama
Sejak dulu annisa dan bayu senang sekali bermanja-manja dengan ku, meskipun ketika di depan orang lain kerap kali hanya terlihat tak lebih daripada seorang adik yang menjahili kakaknya ataupun sebaliknya,
memiliki orang tua penggila kerja namun sosok yang penyayang dan penuh kasih membuat kami semua tak keberatan, dan jika dilihat-lihat kedua adik ku lebih manja dengan ku ketimbang orang tua kita,
diriku sudah bak orang yang memiliki anak dua jika sedang bersama mereka saja.
Tapi aku sama sekali tak merasa risih ataupun kesal karena kemanjaan mereka, justru sebaliknya aku sangat senang mereka begitu dekat dengan ku dan tak segan untuk bermanja-manja,
Jika seringkali orang bilang jika keluarga kami harmonis berkat ayah dan ibu, namun bagi ku tidak begitu,
Hari ini aku merasa senang, bingung sekaligus kecewa, bagaimana tidak hari ini annisa adik perempuan ku itu kembali bermanja seperti beberapa tahun lalu sebelum dirinya menginjak bangku kuliah,
Namun aku juga merasa bingung sebab adik ku yang satunya lagi mendesak ku untuk bisa ikut bersama ku dan annisa, katanya dirinya tak betah berada dirumah karena terlalu sepi sebab ayah dan ibu sibuk bekerja dan setelah itu masuk kedalam kamar tanpa mau bersenda gurau terlebih dahulu seperti biasanya,
Aku juga merasakan perbedaan kedua orang tua ku itu akhir-akhir ini entah apa yang sebenarnya terjadi aku tak tau,
Tanpa ku sangka-sangka kedua orang tua yang dulu penyayang dan penuh kasih kini mengabaikan kami semua, bahkan dengan ringannya mereka mengusir kami,
meskipun kami tak melakukan kesalahan yang terjadi dibawah kehendak kami sungguh demi apapun hal ini sangat membuat ku kecewa pada mereka.
Hari ini bayu kembali menelpon ku dan mendesakku untuk mengijinkannya bertemu dengan annisa,
Dengan menampakkan raut wajah kesedihannya ia berhasil merayu ku untuk mengijinkan dirinya menghampiri ku dan annisa yang saat ini sedang berada dirumah sakit,
Tetapi karena jarak yang begitu jauh dan dirinya yang terbilang masih remaja awal yang membuatku tak mengijinkannya pergi sendiri kesini,
Beruntung papa dan mama baru ku ini memahami isi hati ku karena aku tak ingin orang lain tahu keberadaan kami, mereka mengirimkan supir untuk menjemput adikku bayu dirumah.
__ADS_1
Dan beruntungnya lagi bayu bisa keluar rumah dengan bebas karena kedua orang tua kami sedang bekerja jadilah dirinya tak perlu ijin, padahal dirinya bisa saja mengirim pesan kepada ayah ataupun ibu tetapi dirinya enggan untuk melakukan itu
Pukul satu siang dirinya sampai dirumah sakit, dan langsung diantar keruangan dimana aku, annisa dan yang lainnya berada
“assalamualaikum” ucapnya seraya membuka pintu menampakkan dirinya
“waalaikumsalam” jawab kami semua yang berada disana, aku tak lantas menghampiri bayu karena posisi ku yang masih dipeluk oleh annisa sehingga tak membuat ku bisa kemana-mana.
Melihat annisa yang memeluk diriku bayu menghampiriku dan ikut memelukku, akhirnya kami bertiga berpelukan tetapi lagi-lagi annisa seperti tak mengenali adiknya itu, terasa bagaimana kuatnya dirinya mencengkram pinggang ku
Aku mencoba berbicara padanya pelan-pelan, namun sepertinya dirinya tak mengindahkan ucapan ku karena cengkaramannyapun tak kunjung merenggang.
Lalu aku mengalihkan situasi tak nyaman ini, aku meminta bayu untuk bersalaman terlebih dahulu pada devon dan juga orang tuanya dan bayupun menuruti perkataan ku.
Aku mengernyitkan dahi tat kala aku melihat supir membawa tas ransel yang aku kenal sekali jika tas ransel itu adalah milik bayu.
“ini pasti bayu kan sini duduk samping kakak” ucap devon seraya menepuk-nepuk sofa disampingnya yang kosong
Karena merasa canggung sekaligus malu bayu hanya bisa menundukkan kepalanya, dirinya semakin malu saat ketiga orang dewasa didepannya itu mentertawakan dirinya
“makanlah dulu ini jangan malu-malu laki-laki pantang malu saat dirinya tak melakukan kesalahan” ucap papa
Bayupun menerima makanan itu dan perlahan memakan makananya karena memang dirinya belum makan sejak pagi tadi,
dirinya juga tak lupa untuk menawari ketiga orang dewasa dihadapannya itu untuk makan tetapi hanya gelengan kepala saja yang ia dapat.
Disaat sudah menghabiskan separuh makanannya bang tama datang duduk tepat disamping bayu, saat bang tama sudah mendudukkan tubuhnya disofa bayu menatap kearah bang tama,
ada rasa tak enak dan takut membuat abangnya itu malu karena dirinya datang-datang langsung makan, bang tama tau maksud dari tatapannya itu,
__ADS_1
lalu dirinya berkata "makanlah sampai kenyang” ucap bang tama seraya menepuk-nepuk pundak adiknya seakan memberikan isyarat untuk tidak merasa tak enak.
Setelah menghabiskan makanannya kini bang tama kembali bersuara, “kenapa kamu kemari membawa ransel ?” tanya bang tama pada bayu
“aku mau ikut sama bang tama dan kak annisa saja aku malas berada dirumah” jawab bayu
Bang tama tak menyangka jika bayu ikut-ikutan keluar dari rumahnya hanya karena ingin ikut bersama dirinya dan juga annisa, bang tama menarik nafasnya dalam-dalam dan menghembuskannya sedikit kasar.
Entah apa lagi yang akan terjadi setelah ini, dirinya benar-benar bingung, bang tama sudah seperti orang tua pengganti kedua adiknya itu.
Namun dirinya tak melangkahi kedua orang tuanya untuk mengambil keputusan tapi jika sudah seperti ini apa boleh buat.
Papa dari satu orang anak itu mengajak bang tama keluar dengan alibi menemaninya ke kafe depan rumah sakit, tapi saat sudah keluar dari ruangan annisa justru bang tama diajak ke taman rumah sakit
“hm maaf pa bukankah papa minta temani tama ke kafe di depan kenapa kita malah ke taman ?” tanya bang tama hati-hati
“maaf itu hanya alibi papa saja untuk mengajak mu keluar tam, papa tau kamu butuh masukan dan tempat bercerita makannya papa mengajak kamu untuk keluar dari ruangan agar kamu nyaman jika ingin bercerita,
papa paham kamu tak akan menceritakan kegundahan hati mu pada semua orang,
kamu akan berusaha menyimpannya sendiri, tapi kali ini papa mohon ceritalah sama papa meskipun papa ini bukan orang tua kandung mu tapi papa akan membantu mu dan juga melindungi kalian” ucap papa
“tam sejak awal kami bertemu kamu dan annisa diwisuda waktu itu, kami sudah menyukai kalian kami berharap bisa menganggap kalian sebagai anak kami, dan hal itu kami mulai dari memintanya pada annisa dan annisa menerima hal itu,
bukan maksud kami ingin merebut kalian dari orang tua kalian, sama sekali tak ada maksud untuk itu,
saat kami melihat betapa dekatnya kamu dengan annisa awalnya kami mengira kalian adalah sepasang kekasih tetapi devon mematahkan argument kami dan mengatakan jika kamu adalah kakaknya annisa,
jadi saya berharap kamu juga bisa menganggap kami seperti orang tua mu sendiri seperti halnya annisa” ucap papa lagi
__ADS_1
bang tama yang duduk disebelahnya itu hanya bisa menunduk dan memandang kearah depan dan terkadang menghembuskan nafasnya perlahan-lahan dan sedikit kasar.
🌹Jangan lupa untuk terus dukung novel ini dengan cara like komen dan vote ya 😘