Ketulusan Hati Suamiku

Ketulusan Hati Suamiku
Bab 49


__ADS_3

~Mohon maaf karena up nya lambat 🙏


“tapi kenapa tam bicaralah jangan buat kami bingung, penasaran dan berpikiran macam-macam” kali ini ayah kembali bersuara karena dirinya merasa ada hal besar yang terjadi pada anaknya


“maaf yah jika tama salah, tapi menurut tama ayah dan ibu berhak tau atas kejadian yang pernah menimpa annisa, annisa dinyatakan mengalami trauma pasca terjadinya kejadian yang menimpanya oleh dokter dan juga psikolog, dan tadi itu obat yang diberikan oleh dokter untuk jaga-jaga jika trauma annisa kembali kambuh karena bukan hanya pingsan tetapi annisa pernah melakukan percobaan bunuh diri beruntung hal itu diketahui oleh sahabt annisa yang bernama devon” jelas bang tama


“sebenarnya apa yang terjadi sama annisa kenapa annisa sampai trauma ?” tanya sang ayah


“annisa di pe***** oleh mahasiswa kampusnya dan digilir oleh tiga laki-laki br*ngs*k itu” ucap bang tama


Jedderr……


Bagaikan tersambar petir disiang bolong tanpa hujan, betapa terkejutnya kedua orang tua itu kala mengetahui yang sebenarnya terjadi pada putri satu-satunya itu


“ayah ibu tama mohon berjanjilah untuk tidak menyalahkan atau menghukum annisa atas kejadian ini, ini bukan kesalahan annisa dirinya di paksa dan dibius oleh orang-orang itu dan annisa sudah terpuruk akan kejadian itu, tama yang melihat dengan mata tama sendiri betapa hancurnya annisa kala itu, dan sebagai keluarga tama mohon kita tidak usah menyudutkan annisa tapi kita harus mengembalikan annisa kita yang dulu yah bu” ucap bang tama memohon pada kedua orang tuanya, dirinya takut jika kedua orang tuanya akan menyudutkan annisa


“lalu bagaimana dengan tiga laki-laki itu ?” tanya ayah dengan emosi yang menggebu-gebu “mereka sudah tama penjarakan dan orang tuanya sudah dipecat oleh hasan dari kampus” jawab bang tama.


Setelah itu tak ada lagi pembicaraan diantara mereka semua sampai sang ayah dan ibu beranjak dari duduknya dan masuk kedalam kamar mereka.


Karena tak ada lagi pembahasan tama juga ikut beranjak dari duduknya tapi dirinya tidak ke kamarnya melainkan kekamar sang adik untuk melihat kondisinya.


Siang harinya bayu pulang kerumah dirinya melihat keadaan rumah yang begitu sepi, mungkin karena sudah sangat siang jadi keluarganya pada tidur siang pikirnya

__ADS_1


Dirinya pun segara masuk kedalam kamar dan membersihkan tubuhnya, lalu beranjak menonton televisi karena dirinya tak merasakan ngantuk sama sekali


Tak ada rasa curiga sama sekali mengapa rumahnya terasa sepi sunyi bak rumah tak berpenghuni, sambil menonton film yang ada di televisi dan memakan cemilan serta es jeruk, hingga dirinya tak sadar sudah pukul setengah empat sore.


Bayu Nampak berpikir kenapa taka da satupun keluarganya yang menujukkan batang hidung mereka, tak mungkin jika keluarga nya tidur siang sampai sesore ini


Karena merasa ada yang aneh dirinyapun beranjak dari duduknya menuju kekamar abangnya yaitu bang tama, namun saat mengetuk pintu kamar bang tama tak ada sahutan sama sekali.


Akhirnya dirinya membuka pintu kamar bang tama, namun dirinya tak menemukan sosok yang dicarinya karena merasa tak menemukan abangnya kini bayu beralih menuju kamar sang kakak, annisa.


Kebetulan sekali pintunya terbuka setengah lalu ia segera masuk kedalam, namun saat dirinya sudah masuk, ia mengerutkan keningnya karena melihat bang tama yang tidur di sofa dan kak annisa yang tidur diranjangnya.


Bukan apa dirinya merasa bingung pasalnya abangnya itu akan begini jika adiknya sakit entah itu annisa maupun bayu, dirinya merasa heran apa kakaknya itu sakit ?


Ia mencoba meletakkan punggung tangan nya pada dahi sang kakak untuk memastikan apa kakaknya itu sakit atau tidak, sesaat sesudah menempelkan punggung tangannya bayu tak merasakan jika suhu badan kakaknya panas,


itu berarti kakaknya itu tidak sedang sakit, tapi mengapa bang tama sampai tertidur disini


karena tak ingin mengganggu dua kakaknya kini bayu melangkah keluar kamar dengan seribu rasa penasaran tapi dirinya tak akan menanyakan, jika dirinya tidak diberitahu apa-apa itu berarti memang belum waktu nya ia mengetahui.


hari sudah semakin sore tetapi ia tak melihat kakak, abang maupun kedua orang tuanya muncul dihadapannya. Namun sesaat kemudian terlihat bang tama yang melangkah menuju dapur


setelah sampai diruang tengah bang tama mendudukkan dirinya di atas karpet, karena rasa penasaran nya sebab rumahnya sepi sekali hingga sore bahkan taka da yang keluar dari kamarnya bayu memberanikan dirinya untuk bertanya pada bang tama

__ADS_1


“abang..” ucap bayu “hmm.. ada apa ?” tanya bang tama “kenapa dirumah sepi sekali bahkan ini sudah sangat sore biasanya ayah dan ibu ada disini ketika sore tapi kenapa taka da satupun yang keluar dari kamar, apa ayah dan ibu pergi ? tanya bayu mengungkapkan isis kepalanya pada bang tama


“mungkin ayah dan ibu sedang istirahat “ jawab bang tama tanpa memberitahukan keadaan yang sebenarnya dan bayu hanya menganggukan kepalanya.


Siang berganti sore dan kini sorepun sudah berganti malam, sudah pukul tujuh malam biasanya dijam segini mereka akan berkumpul dimeja makan untuk makan malam bersama,


Tapi malam ini berbeda, tak ada makan malam bersama bahkan hidangan makan malampun tak ada, suasananya sangat sepi tak ada tanda-tanda kedua orang tuanya keluar dari tempat peristirahatan mereka


Sebagai seorang abang melihat keadaan rumahnya yang sedang tidak baik-baik saja, memutuskan untuk memesan makanan melalui online untuk makan malam keluarganya


Annisa masih tak berani keluar kamar dirinya teramat sangat takut pada kedua orang tuanya, dirinya takut jika dirinya tak dimaafkan oleh kedua orang tuanya, meskipun itu bukanlah kesengajaan tetapi tetap saja itu memalukan dan menyakitkan


Bang tama sesekali kekamar annisa untuk melihat adiknya itu, sejak dia tersadar dari pingsannya taka da senyuman ataupun kata-kata yang keluar dari bibir manisnya hanya ada isakan tangis saja disana


Bang tama mencoba menenangkan annisa namun dirinya bingung harus bagaimana skeras apapun dirinya menenangkan annisa dirinya tetap saja menangis


Sebagai kakak pertama dirinya juga mempunyai tugas sebagai pengganti kedua orang tuanya tat kala kedua orang tuanya tak ada, maka dari itu tama banyak keluar kamar dan duduk di ruang keluarga menemani bayu agar bayu tak merasakan kesepian.


Tak lama terdengar bunyi ketukan pintu dari arah depan bang tama menyuruh bayu untuk membukakan pintu dan memberika beberapa lembara uang untuk membayarkan pesanannya


Bayupun segera bergegas kearah luar dan saat membuka pintu tampaklah seorang kurir yang mengantarkan pesanan abangnya, tanpa menunda-nunda bayu segera menerima pesanan abangnya dan membayarkan pesanana tersebut lalu dirinya kembali keruang tengah menemui bang tama.


🌹Jangan lupa like komen dan vote nya teman-teman

__ADS_1


__ADS_2