Ketulusan Hati Suamiku

Ketulusan Hati Suamiku
Bab 30


__ADS_3

“mama…”


Rezka terus menyebut dirinya mama tanpa mau melepaskan pelukannya


“gimana ini dev rezkanya masih gak mau lepasin gue ?” tanyaku pada devon namun bukannya menjawab pertanyaan ku devon justru bertanya pada ibu itu


“ibu apa boleh jika teman saya ikut bersama ibu melihat rezka nya yang tak mau melepaskan teman saya kasihan jika rezka dipaksa akan menganggu tidurnya, nanti saya mengikuti arah mobil ibu menggunakan motor saya” ucap devon


Aku mendengar penuturannya itu sontak saja merasa takut jika akan terjadi sesuatu nantinya ku lihat kearah devon dan sepertinya devon mengerti maksud pandangan ku


“gak apa lo tenang aja gue bakalan ikutin lo terus pake motor oke jangan takut” ucapnya “lalu bagas dan mira bagaimana ?”


“gak masalah nanti gue kabarin mereka” jawabnya


Begitu pula dengan ibu itu yang meminta persetujuan pada sopirnya


“jika tidak merepotkan nona ikutlah dengan kami” ucap ibu itu


Mau tak mau aku harus ikut dengan sang ibu dan rezka dan devon sesuai pada janjinya jika dia akan mengikuti kami dari belakang rasa khawatir akn terjadi yang tidak-tidak sedikit membuatku tenang tatkala melihat devon yang masih setia mengikuti arah mobil kami melaju


Didalam mobil


“maaf non nama anda siapa ?” tanya sang sopir “nama saya annisa pak” jawab ku “nama yang bagus, apa non tinggal disini ?” tanya nya lagi “iya pak saya ngekos disini tapi dalam waktu dekat saya akan kembali ke kota x” jwab ku


Suasana didalam mobil yang tadinya hening an seakan terasa mencekam bagi ku kini justru yang terjadi adalah sebaliknya hingga sampai – sampai aku lupa melihat posisi devon


Setelah menempuh perjalanan yang entah ada dimana ini mobil mulai memasuki salah satu halaman yang ada disana


Kamipun bersama-sama turun dan ku lihat devon masih berada diposisinya yang sama


Setelah menunggu devon memarkirkan mobilnya kami semua mulai memasuki rumah tersebut dan sang sopir menuju k epos satpam yang ada disana


Rumah yang sangat megah nan mewah namun suasananya terlihat sangat sepi


“hmm maaf non kalau saya boleh minta tolong dan tidak merepotkan non tidurkan langsung rezka dikamarnya saja non” ucap ibu itu


“mari bu antarkan saya kekamar rezka mungkin dia akan lebih nyenyak ketika tidur dikasur” ujar ku


Kamipun melangkah memasuki salah satu ruangan yang di dominasi dengan warna biru dan berbagai macam gambar mobil-mobil

__ADS_1


Setelah aku meleakkan rezka dikasurnya dengan masih ada sedikit drama dari rezka akhirnya aku bisa lepas darinya tentunya dengan bantuan sang ibu dan juga devon


Lalu kami semua kembali kedepan da nada pelayan yang menyuguhkan kami minuman dan tak lupa juga dengan camilannya


Aku yang penasaran mengapa rezka selalu saja menyebut ku dengan sebutan mama akhirnya memberanikan diri bertanya


“hmm maaf ibu jika saya lancang sejak tadi rezka selalu menyebut-nyebut mama lalu kemana mamanya bu ?” tanyaku ku lihat ibu itu menarik nafasnya panjang seolah berat baginya untuk menceritakan hal ini pada ku


“maaf sebelumnya nona jika membuat ada rishi dengan ungkapan rezka.. tapi jujur saja saya tadi sempat terkejut saat tiba-tiba rezka meminta gendong pada anda bahkan hingga tidurnyapun dia tidak mau melepaskan anda” “mama tuan rezka pergi meninggalkannya saat usianya masih satu minggu” ucap ibu itu


Aku dan devon sama-sama mengucap istighfar mendengar penuturan ibu itu, sedih sekali rasanya menjadi rezka hingga tak dapat lagi ku bendung cairan bening yang sudah menumpuk dipelupuk mata ku


Genggaman erat ku rasakan saat air mata ku menumpahkan segalanya hingga tak sengaja aku memeluk devon dengan masih berderai air mata


Devon mencoba menenangkan ku dan setelah aku tenang kamipun pamit pada sang ibu untuk kembali pulang karena waktu sudah malam


Saat kami akan melewati pintu utama rumah itu tiba-tiba muncullah sosok laki-laki bertubuh tegap nan tinggi dengan segala kewibawaannya melihat nya masuk kamipun menghentikan langkah kami begitupun dengan pria tersebut


“selamat malam tuan” ucap ibu itu “malam bi ini siapaada keperluan apa mereka malam-malam kesini apa mau meminta uang” ucap laki-laki itu


Sebelum ibu itu menjawab aku langsung pamit dan pergi dari hadapannya begitu pula dengan devon tak ingin berlama-lama berbincang dengan pria bermulut tajam kami segera meninggalkan rumah itu


Disepanjang jalan aku terus saja ngedumel “dasar laki-laki sensi aja bukannya bertanya baik-baik malah asal nuduh saja mentang-mentang kaya” ucap ku


“bukan lo yang gue maksud ah.. masa lo gak lihat sih tu tadi laki-laki sombong amat” ucapku lagi


“jangan marah-marah lo udah lupain aja sih laki kaya gitu” “gimana kalau malam ini kita jalan – jalan aja sambil ngilangin bête daripada gue antar lo ke kos takutnya lo hancurkan kos lo” ucap devon lagi


“enak aja lo mana bisa gue hancurin kos” ucap ku kesal


“jadi gimana mau gak lo jalan-jalan kalau gak mau yaudah” ucapnya


“iya-iya gue mau serah lo aja mau lo bawa kemana yang penting lo jagain gue awas aja kalu lo ninggalin gue” ucap ku


Setelah itu taka da lagi percakapan diantara kami, kami sama-sama larut dengan pikiran masing-masing


Sedangkan di rumah rezka


“bi ikut saya keruang kerja saya” ucap papa rezka

__ADS_1


“baik tuan” kemudian ibu itu atau sang bibi mengikuti tuannya masuk kedalam ruang kerja


“duduklah bi” ucapnya lagi setelah meletakkan jas dan juga tas kerjanya papa dari rezka itu melangkahkan kakinya menuju sofa dimana sang bibi sudah menunggu


“apa bisa bibi jelaskan kenapa ada dua pemuda dirumah ku ? bukankah aku sudah mengatakan jika taka da orang asing yang masuk kedalam rumah ku ?” ucap nya begitu santai namun kata-katanya begitu mencekam


“maaf… maaf tuan tadi saya sama rezka pergi ke alun-alun karena rezka meminta untuk jalan-jalan, disaat tengah bermain tiba-tiba nona dan tuan itu mendekati kami dan tuan rezka langsung meminta gendong pada nona tersebut tanpa mau melepaskan nona tersebut hingga tak sadar jika tuan rezka tidur didalam gendongannya nona tadi…” sang bibi menjelaskan


“apa bibi serius ? apa bibi sedang tidak membohongi ku dengan cerita bibi itu ?” ucapnya lagi seolah-olah tak percaya dengan penjelasan sang bibi


“beneran tuan saya tidak mungkin berbohong saya sudah bekerja lama dengan tuan mana mungkin saya membohongi tuan” ucap sang bibi seraya menundukkan kepalanya ketakutan


“baiklah bibi boleh kembali”


“baik tuan permisi” ucap sang bibi


Sepeninggalan sang bibi papa dari rezka itu terlihat sedikit pusing dengan semua yang terjadi hari ini dan memijat-mijat pelipis nya


Lalu ia menelpon seseorang entah siapa yang sedang di telponnya itu


“segera cek seluruh cctv yang ada dialun-alun saya tunggu dua jam” tanpa menunggu jawaban dari sebrang sana dirinya memutuskan telepon itu secara sepihak


Pov papa rezka


Aku terkejut ketika melihat dua pemuda ada dirumah ku.. aku begitu tidak menyukai ada orang asing berada dirumah ku biasanya orang yang datang kesini hanya mencari perhatianku lalu meminta uang pada ku


Kulihat kedua pemuda itu entah apa maksud dan tujuannya kerumah ku namun saat aku menanyakan pada nya sepertinya dirinya begitu tak menyukai kata-kata ku lantas pergi meninggalkan ku dan pertanyaan ku dilayangkannya begitu saja


Tentu saja hal ini membuat ku marah, namun aku mencoba untu tidak emosi dihadapan semua orang yang ada dirumah ini karena takut jika rezka anakku akan mendengarnya


Ku minta bibi yang ku tugaskan menjaga rezka ikut dengan ku keruang kerja disana aku menanyakan padanya tentang pemuda tadi


Terlihat sekali jika bibi ketakutan menghadapi ku terlihat jelas ketakutannya saat ku liat jari jari tangannya menyatu seolah-olah saling menguatkan


Ku minta beliau menjelaskan apa yang terjadi setelah mendengarkan penjelasannya aku sedikit terkejut dan sekaligus tak suka jika rezka anak ku berdekatan dengan orang asing yang tidak ku kenal sama sekali


Aku begitu tak mempercayai ucapan bibi karena bagiku mustahil sekali anak ku menyebut mama


Bukan apa selama ini rezka tak pernah menyebut kata mama tapi dengan orang asing yang entah siapa namanya itu dia menyebutnya mama padahal rezka tidak pernah suka berdekatan dengan orang asing

__ADS_1


Aku tak mengira jika rezka yang masih sangat kecil begitu merindukan sosok mama dalam hidupnya padahal aku selalu memberikannya perhatian dan seluruh kasih sayang ku padanya untuk menggantikan sosok ibu yang tak bertanggung jawab itu


🌹Mohon dukungannya readerss dengan like komen dan vote novel saya


__ADS_2