
Tetesan embun masih terlihat pagi ini...
Sinar matahari mulai muncul menampakkan wujudnya ... udara sejuk yang menenangkan membuat siapa saja yang menghirupnya akan terasa seakan-akan terhipnotis dengan kesejukan pagi ini
Ku buka pintu kamar dan melangkah menuju halaman belakang penginapan ini, ku lihat disana ada ayah dan ibu yang sedang duduk berdua sambil melihat tanaman bunga yang mungkin sengaja ditanam oleh pemiliknya dihalaman belakang penginapan agar suasanya lebih membuat siapa saja nyaman berada disini
" Dorrr ..."teriakku mengagetkan ayah dan ibu yang sedang berduaan itu, "Astagfirullah kakak.... ngagetin aja untung ayah sama ibu gak punya riwayat penyakit jantung kalau ada pasti aja udah jantungan" kata ayah dan ibu hampir bersamaan ketika kaget, " Hehe... maaf bu ... maaf yahh.. habisnya kalian asik banget sih berduaan sampe-sampe anaknya datang gak dihiraukan" ujarku kepada ayah dan ibu, "Abang sama bayu belum bangun bu ? tumben padahal sudah pagi begini" tanyaku lagi, "Mungkin mereka masih lelah karena perjalanan kemarin" kata ayah ku
"Gimana udah siap belum berkas-berkasnya nis ?" tanya bang Tama padaku, "sedikit lagi bang ini tinggal foto copy kartu keluarga aja kok..... dahh beresss..." jawab ku
hari ini bang Tama akan mengantarkan sekaligus menemaniku daftar ulang dikampus yang akan menjadi tempat ku menempuh pendidikan nanti, sedangkan ayah, ibu dan bayu dirumah bersiap-siap karena setelah ini kami akan berkunjung ke keluarga ibu dan juga ayah
__ADS_1
Setelah menempuh perjalanan beberapa menit, akhirnya aku dan bang Tama sampai dihalaman depan kampus ku, aku begitu terpukau ketika melihat bangunan nya yang begitu menjulang tinggi dan memukau, "Ahh... ga sabar rasanya pengen cepat-cepat kuliah dan menduduki salah satu ruangan dari salah satu gedung disana" batinku
Aku dan bang Tama mencari dimana tempat pendaftaran ulang, maklum saja jika kami tak tau karena memang ini pertama kalinya kami menginjakkan kaki dilingkungan kampus ku ini.
"Permisi pak, numpang bertanya tempat pendaftaran ulang bagi calon mahasiswa baru dimana ya pak ?" tanya bang Tama ketika melihat salah satu penjaga disana, bapak tersebut langsung mengarahkan kami kesalah satu gedung yang berwarna biru muda "Terimakasih pak" ucapku dan bang Tama yang hampir bersamaan. Kamipun langsung berjalan kearah gedung yang diarahkan bapak tadi, dan benar saja disinilah tempat para calon mahasiswa mendaftar ulang.
kulihat banyak sekali calon mahasiswa yang mengantri untuk mendaftar ulang, berbagai kalangan dapat kulihat disini, tapi ada satu orang yang begitu menarik perhatian ku, senyumannya yang manis terus saja terngiang-ngiang dibenak ku "Hei bocah.... malah bengong" tegur bang Tama "Kesem-sem sama laki-laki itu ya ?" seolah-olah bang Tama tau akan isi kepala ku dan siapa laki-laki yang sejak tadi ku pandangi "Ishh... abang ngagetin aja sihh..... siapa juga yang mandangi laki-laki itu, aku melihat anak-anak yang berlarian disana tau" kilah ku sambil menunjuk kearah anak-anak yang memang ada didekat laki-laki itu mungkin usianya 2 atau 3 tahunan yang sedang bermain kejar-kejaran.
setelah mengantri cukup panjang akhirnya giliran ku untuk menyerahkan berkas yang diminta oleh pihak kampus sebagai bentuk kepastian ku untuk menempuh pendidikan disini "Ini mba berkas saya" kataku pada salah seorang yang bertugas menerima berkas dari para calon mahasiswa, akupun diberondong dengan berbagai pertanyaan mulai dari jurusan yang aku inginkan sampai kepada pihak kampus yang memberikan penawaran untuk asrama, namun aku menolak sebab aku berencana akan mencari kos-kosan saja agar lebih terasa leluasa menurut ku... tohh.. niatku untuk mencari kos-kosan juga telah disetujui oleh keluarga ku sehingga aku tak akan pusing akan mempermasalahkan hal ini lagi...
Aku duduk dibawah pohon yang begitu rindang, angin sepoi-sepoi menemaniku menunggu Abang yang sedang ke toilet.... samar-samar ku lihat laki-laki yang tadi ku pandangi melintas bersama seorang wanita ahh.... mungkin itu pacarnya pikir ku sebab mereka terlihat begitu serasi....
__ADS_1
tak lama setelah laki-laki itu melintas datanglah bang Tama yang tadi izin ke toilet, "Sudah selesai bang ?" tanya ku basa-basi, "Yaelah anak baru gede udah mau jadi mahasiswa juga masih aja ga bisa bedain keadaan, balik aja ke SD sonoo..." katanya "Ishh... Abang ini ditanya baik-baik malah gitu jawabnya... kali ajakan abang ga jadi ke toilet karena gak nemu toiletnya.. habisnya abang juga cepet banget" jawabku sambil memasang wajah cemberut dan jalan deluan meninggalkannya,
"Heiii... anak nakall... tunggu abang" teriak Abang ku ketika sadar aku lebih dulu berjalan meninggalkannya.
"Dasar anak nakal, bukannya terimakasih sudah ditemani malah abangnya ditinggal, nanti kalau abangnya hilang baru tau" ucap bang Tama ketika telah sejajar berjalan di sampingku, abang ku juga mencubit pipiku gemasss...... "Ihh... abang ini apaan sih cubit-cubit pipi ku nanti kalau banyak yang lihat gimana ? inikan lagi di kampus ku, lagian aku sudah besar abang..... gimana nanti kalau ada yang mengira kita pacaran ???" ucapku, dan benar saja ada sekumpulan anak laki-laki yang melintasi kami dan dengan kerasnya mengatakan "Kalau mau pacaran jangan disini mas mba" kata salah satu anak laki-laki diantaranya, ku tengok sekumpulan laki-laki tersebut dan degg... degg.... "dia…" batin ku, yahh... lelaki yang tadi sempat ku lihat sedang berjalan dengan seorang wanita kini ada dihadapan ku bersama sekumpulan laki-laki lainnya dan tanpa sengaja pandangan kami bertemu....
Abang ku yang memang notabenenya tidak bisa diam dan tak mau kalah mejawab perkataan salah satu lelaki yang ada disekumpulan anak itu, "Yeeee.... terserah kita dong mau pacaran dimana lagian disini banyak juga tuh yang pacaran.... iriii bosss... bilang dong..... hahahaha" ucap bang Tama pada lelaki itu sambil menunjuk beberapa orang yang memang terlihat sedang pacaran, setelah itu bang Tama menarik tangan ku agar kami berjalan lebih cepat mendahului sekumpulan anak laki-laki itu, aku dan bang Tama langsung saja menuju ke parkiran
didalam mobil menuju perjalanan pulang aku terus menampakkan wajah cemberut pada bang Tama, "Heiii anak gadis... tu muka cantik tapi napa ditekuk mulu dari tadi ?" tanya bang Tama sambil menoel pundak ku, "Abang..... abang tadi kenapasih malah bilang kalau kita ini pacaran nanti kalau mereka benar-benar..... ahh abang ngeselin ihhh...." keluh ku pada bang tama, bukannya bang Tama tersinggung malah justru dia tertawa terbahak-bahak, akupun semakin cemberut melihat tingkahnya ituu
sesampainya didepan penginapan aku langsung turun meninggalkan bang Tama di mobil
__ADS_1
"Hahaha..... beneran ngambek rupanya diaaa..." batin bang Tama sambil menggelengkan kepala dan tersenyum...
🌹 Mohon dukungannya readerss dengan like, komen dan vote novel saya 🙏