
Pov hasan
__ADS_1
Malam ini aku ingin sekali ke taman menghilangkan penat di pikiran ku, akupun berjalan menuju taman seorang diri di tengah-tengah langkah ku, aku merasa lapar akupun memutuskan untuk makan di tempat langganan ku, namun saat aku ingin pergi kesana aku merasa ada yang sedang mengikuti ku, ku tengokkan kepala ku ke belakang untuk melihat siapa yang sedang mengikuti ku, akupun menatapnya jengah lagi-lagi perempuan itu yang mengikuti ku, yaah dia adalah kekasih sahabat ku, tak heran melihatnya mengikuti ku sebab sudah sebulan lebih perempuan itu selalu mengikuti ku, aku yang malas ketika harus berurusan dengan perempuan terlebih perempuan itu mendambakan ku, sengaja aku berhenti di pinggir jalan dia pun menghampiri ku “untuk apa kau selalu mengikuti ku ada urusan apa kau selalu memata-matai ku, apa kau tidak bosan atau malu dengan tindakan mu ini” ucaoku padanya melampiaskan rasa kesal ku “aku mengikuti mu sebab aku mencintai mu bukan teman mu, aku hanya menginginkan dirimu bukan dia” ucapnya “lalu untuk apa kau berhubungan dengannya jika kau tak mencintainya” tanyaku “sebab aku tau kau begitu dekat dengannya sehingga dia ku jadikan alasan untuk bisa dekat dengan mu, lagian siapa juga yang mau mencintai laki-laki bodoh seperti dia” betapa murkanya aku ketika mendengarkan ucapannya “ingat kata-kata ku ini, berhentilah mengikuti ku, berhentilah memata-matai diriku, cintailah Alvin sebab dia mencintai mu dan satu lagi Alvin bukanlah laki-laki bodoh seperti yang kau katakan itu” ucapku seraya pergi meninggalkannya. Yahh aku tau siapa Alvin dan bagaimana dirinya, dia tak akan menampakkan hartanya dan tak akan menampakkan kepintarannya kepada orang lain bahkan kepada rekan bisnisnya sekalipun sebab itu aku nyaman bersahabat dengan nya, tampil biasa saja jauh lebih menyenangkan ketimbang harus memperlihatkan segalanya. Namun sayang Alvin mencintai wanita yang salah sejak awal aku tau jika perempuan itu hanya menginginkan harta, namun tak sampai hati aku mengungkapkan segalanya kepada Alvin. Setelah kepergian ku meninggalkan perempuan itu, aku menuju warung nasi goreng, setelah memesan makan dan minum akupun melihat ada seorang wanita yang terlihat anggun sekali akupun mencoba meminta izin padanya untuk duduk satu meja dengannya, diapun mengizinkan ku walaupun tak melihat kearah ku, kulihat dia asik dengan ponselnya entah apa yang sedang dia perbuat pada ponselnya itu. Ketika pesanannya datang barulah dia melihat kearah ku namun wajahnya terlihat jengah sekali entah mengapa akupun tak tau, tak ada obrolan diantara kami saat itu, hingga akhirnya aku menemui dirinya lagi sedang duduk di kursi taman yang sering ku duduki, ku melihat dirinya merentangkan tangannya dan kepalanya mendongak keatas menikmati hembusan angin malam, ku coba berbicara padanya namun jawabannya sungguh jutek sekali, namun hal ini justru membuat ku tertantang hingga akhirnya aku mengetahui jika dirinya menganggapku memiliki pasangan, mungkin sebab itu dirinya bersikap seperti itu pada ku pikir ku, akupun menjelaskan kepadanya tentang apa yang telah ia lihat tadi, yaa dia melihat ku ketika sedang berbicara pada pasangan Alvin, setelah aku sedikit menjelaskan padanya, dirinya terlihat merasa bersalah sebab telah salah paham padaku, setelah itu barulah dia terlihat biasa saja kepadaku tak ada ucapan juteknya seperti tadi akupun terus mengajak nya bercerita hingga aku tau namanya adalah annisa, nama yang bagus kata ku. Kamipun saling bercengkrama hingga akhirnya dia pamit pada ku jika harus pulang sebab sudah pukul Sembilan, akupun mempersilahkannya untuk pulang, tapi ahhh sungguh sial bagi ku…. Aku lupa meminta nomornya atau menanyakan alamatnya. Ahhh tapi paling tidak aku tau jika dirinya tinggal disekitar sini
__ADS_1
🌹Jangan lupa tinggalkan jejak kalian denga like komen dan vote novel ini
__ADS_1