Kiblat Cinta A

Kiblat Cinta A
Selalu Begini


__ADS_3

"Jadi, kamu mau tinggal sama Nenek?"


Kedua mata Nenek Imma berbinar bahagia, dia tidak menyangka kalau Sang Cucu- yang belum mengingatnya itu memutuskan untuk tinggal bersamanya. Nenek Imma kira Arion tidak akan pernah mau lagi bersamanya- selain karena sang cucu tidak mengingat dirinya sama sekali, bukankah Pramono sudah menjamin hidup Arion.


Nenek Imma yakin, kalau Pramono memberikan fasilitas mewahnya pada Arion. Hingga Nenek Imma berpikir, kalau Arion tidak akan mungkin pernah mau tinggal bersamanya- di rumah sederhana ini.


"Apa Nenek tidak mengizinkan aku tinggal disini?"


Nenek Imma menggeleng cepat, wanita sepuh itu segera mendekat pada Arion. Kedua tangan keriputnya menangkub wajah sang cucu, netra sayu nan sendu Nenek Imma terlihat berembun.


"Nenek malah seneng, kalau kamu mau tinggal sama Nenek disini- di rumah sederhana ini. Nenek mengira kalau kamu lebih memilih tinggal bersama Kakek mu, dari pada sama Nenek."


Arion tidak dapat berkata apa pun, salah satu sudut bibirnya terangkat- pria itu kemudian memeluk tubuh renta Neneknya. Arion memejamkan kedua mata, kala merasakan usapan lembut di kepalanya. Usapan seorang ibu yang sudah lama tidak pernah Arion rasakan.


Kedua cucu dan nenek itu terhayut, hingga tidak menyadari kehadiran Aisya, yang tengah melihat interaksi keduanya- dengan senyum mengembang.


                           🌾🌾🌾


"Ais pulang dulu ya Nek," pamit Aisya.

__ADS_1


Gadis berhijab itu menyalimi takzim Nenek Imma, senyum ramah nan manis Aisya terus saja mengembang- membuat pria berkucir yang tidak jauh darinya, diam diam menipiskan bibir.


"Terimakasih sudah banyak bantu Nenek. Titip salam buat Bunda Ayah sama Nenek Mar ya,"


Aisya mengangguk semangat, senyuman di wajahnya tidak luntur sama sekali. Setelah selesai berpamitan, Aisya segera bergegas keluar dari rumah.


Namun langkahnya melambat, kala melihat Arion sudah mencegat jalannya- sembari memasukan kedua tangan kedalam saku celana.


"A-aku pulang dulu ya Bang, Assalamualaikum,"


Aisya sedikit menundukkan tubuhnya kala melewati Arion, tidak lupa senyuman ramah nan manisnya juga dia tunjukan pada Arion. Membuat pria itu mengalihkan pandangannya ke arah lain.


Langkah Aisya terhenti, jantungnya memompa dua kali lebih kencang. Bahkan gadis itu sama sekali tidak berani untuk berbalik atau hanya sekedar menoleh.


"Iya," sahutnya pelan.


Aisya memejamkan kedua mata, kala merasakan kalau Arion semakin mengikis jarak padanya. Apa yang diinginkan pria ini? kenapa Arion memanggilnya?


"Ayo aku antar pulang!"

__ADS_1


"Hah!"


Otak Aisya sedikit loading, kedua telinga serta otaknya masih mencerna perkataan Arion. Pria berkaos putih ini akan mengantar dia pulang? apa tidak salah? yang benar saja. Jarak antara rumah Nenek Imma dan rumahnya hanya sekitar beberapa puluh meter saja, kenapa harus diantarkan segala.


Aisya malah merasa seperti balita yang baru selesai bermain dari rumah tetangganya, lalu saat dia hendak pulang si anak tetangga mengantarnya sampai rumah dengan selamat.


"Aku mau bertemu dengan Shaka, dan mungkin kedua orang tua kamu juga."


Kesadaran Aisya kembali, gadis itu berdehem pelan sebelum dia mengangguk kaku. Aisya segera melanjutkan langkahnya mendahului Arion. Gadis berhijab itu berkali kali menghela napas pelan, kedua kakinya terasa kebas dan lemas- saat dia merasakan Arion mulai menyamakan langkah dengannya.


"Kenapa cepat sekali jalannya? rumah kamu kan dekat, santai saja."


Aisya tidak bersuara, gadis itu mengangguk kaku. Arion tidak bisa merasakan saja, betapa tremornya dia saat pria berkucir kecil ini berada di dekatnya.


Anggap saja Aisya terlalu lemah saat berhadapan dengan Arion. Tidak ada pembicaraan antara keduanya selamanya- namun dari gestur tubuh mereka, orang lain dapat melihat dan menyimpulkan kalau Arion dan Aisya sama sama salah tingkah.


Keduanya saling membuang wajah, kala tidak sengaja menatap satu sama lain. Bahkan Arion sampai menggaruk pundaknya karena itu, Aisya pun diam diam mengulum senyum. Hingga mereka tidak sadar, kalau ada seseorang tengah memperhatikan keduanya, dari atas motor sport mahal dengan kedua tangan terkepal erat.


__ADS_1


TREMOR YA AI 😂😂😂😂😂😂


__ADS_2