Kiblat Cinta A

Kiblat Cinta A
Takkan Menyerah


__ADS_3

"Berubah, berubah- di kira power ranger kali berubah," Shaka menggerutu sepanjang jalan.


Pria itu segera meninggalkan Salma begitu saja. Shaka semakin tidak respect pada gadis berhijab itu, dia tahu kalau Salma mendekatinya karena gadis itu sudah gagal mendapatkan Aska- adik kembarnya.


Karena Aska sudah memiliki calon istri di pesantren, tempat Aska menuntut ilmu dan memberikan ilmu pada anak muridnya.


"Assalamualaikum wahai penghuni rumah,"


Suara Shaka terdengar menggema, tapi sepertinya tidak ada sahutan dari dalam. Kemana para penghuni rumah dua lantai ini pergi? kenapa sepi sekali- seperti suasana hati Shaka saat ini.


"Harumi Subagiyo!" panggilnya lagi.


Kali ini suara Shaka terdengar lebih kencang, tapi tetap saja tidak ada balasan. Bahkan sekarang Shaka terlihat sudah mengintip kedalam rumah lewat jendela kaca, persis seperti bocah yang ingin mengajak temannya bermain.


"Rumi, main yuk!" Shaka sudah frustasi, pria itu mendudukkan dirinya di ubin. Kedua matanya terus saja memindai area rumah, suasana sore hari membuat area itu terlihat lebih sepi dari biasanya.


"Harumi, kita main yuk. Nanti aku beliin cilok di dekat lapangan, kita joging ke alun alun kampung,"


Plak!


Shaka memukul nyamuk nakal yang menggigit lengannya. Baru beberapa puluh menit Shaka menjaga kediaman Harumi- sebuah mobil Yaris berwarna merah memasuki area rumah.

__ADS_1


Shaka yang sedari tadi terduduk dilantai, kini bangkit- kedua matanya berbinar saat melihat gadis yang dia cari keluar dari mobil.


"Ngapain Bang Shaka di sini?"


Belum sempat Shaka bersuara, Harumi sudah mendahuluinya. Kedua mata gadis itu memicing pada pria yang selalu membuat hatinya terluka, tapi bodohnya Harumi tetap cinta.


"Kamu dari mana?" Bukannya menjawab, Shaka malam memberikan pertanyaan pada Harumi.


Pria itu segera mendekat pada Harumi, saat sang gadis hendak membuka pintu rumah.


"Bang Shaka ngapain sih?" Harumi terlihat risih saat melihat Shaka terus saja memepetnya.


"Jauhan dikit, nanti kalau Ayah Alkan lihat baru tau rasa ya!" sambung Harumi.


"Ayo kita joging!" ajak Shaka, terdengar santai tapi sarat akan paksaan.


Harumi bahkan di buat spceleesh di buatnya, kedua mata sipitnya memicing curiga. Pasti Shaka tengah menginginkan sesuatu darinya.


"Males, capek," sahut Harumi tidak berselera.


Gadis berambut panjang itu segera membuka pintu, namun gerakan tanya terhenti saat Shaka menahannya.

__ADS_1


"Jalan aja enggak usah lari," bujuknya lagi.


Harumi memejamkan kedua matanya sejenak. Jujur hari ini Harumi lelah sekali, setelah mengantarkan kedua orang tua serta Kakeknya ke bandara- Harumi berencana untuk tidur hingga malam.


Tapi sekarang apa? semua rencana tinggal rencana. Harumi harus menghadapi pria yang berusaha dia lupakan akhir akhir ini.


"Enggak mau Bang Shaka. Aku mau tidur, capek!"


"Ayolah, nanti aku beliin somai sama cilok," rayu Shaka lagi.


"Enggak mau! udah sana Bang Shaka pulang aja. Udah sore, nanti Bunda Cici nyariin," Harumi mendorong tubuh Shaka agar menjauh.


Tapi sepertinya pria berkaos abu abu itu sama sekali tidak menyerah. Shaka kembali mendekat, kini satu tangannya meraih ujung kemeja yang di pakai oleh Harumi.


Kedua mata Shaka menatap sendu pada sang gadis, bahkan Shaka terlihat seperti bocah yang di larang bermain oleh ibunya.


"Astaga Bang Shaka! ya udah ayo, awas aja kalau enggak beliin aku jajan!" seru gemas Harumi, membuat senyuman Shaka mengembang.



**PAKSA TEROOOSSS AMPE MAMPOS

__ADS_1


SEE YOU TOMORROW


BABAYY MUUAACCHH**


__ADS_2