Kiblat Cinta A

Kiblat Cinta A
Bersatu Untuk Keluarga


__ADS_3

Aisya memeluk Arion tanpa ingin melepaskannya. Wanita itu mengabaikan tatapan menyelediki para saudaranya.


Bahkan Aisya sampai memejamkan kedua mata saking nyamannya. Selepas acara doa yang di laksanakan di kediaman Samudera, atau lebih tepatnya di rumah Nagara dan Lovyna.


Kini keluarga besar itu memilih untuk berbincang, sebelum pulang ke kediaman masing masing. Walaupun Eyang Damar dan Eyang Anin sudah terlebih dahulu pulang bersama Bara dan Agatha.


Saat ini tinggal tersisa Ragata dan keluarga kecilnya, Yasmine serta Elvier pun masih berada dikediaman Opa Nagara. Bahkan Sang Putra Mahkota sudah mengakrabkan diri dengan para saudara mereka yang begitu banyak.


Padahal sedari tadi Sang Putra Mahkota terlihat acuh tak acuh. Yasmine yakin kalau Lord Erkan tengah memikirkan seseorang di negara bergurun itu.


Seluruh keturunan keluarga Prayoga, mulai bangkit. Melanjutkan keharmonisan yang selalu di pertahankan leluhur mereka, jangan pernah ada hal kecil yang mengguncang kebersamaan mereka. Selesaikan semuanya dengan kepala dingin dan bersikaplah dewasa- itulah pesan dari mendiang Kakek buyut mereka Dellon Prayoga.


"Kak Aska katanya mau nikah? kapan?"


Aska yang sedari tadi tidak lepas dari Al-quran kecil ditangannya, terlihat menoleh pada gadis berkucir kuda- yang tengah asik bermain monopoli bersama Shaka.


"Doain aja secepatnya, harusnya kamu tanya Bang Shaka dulu- bukan tanya sama Kakak," goda Aska.


Pria yang sifatnya sama persis dengan Nagara itu tersenyum tipis, saat melihat saudara kembarnya mendelik padanya.


"Ngapain bawa bawa gue sih, noh anak anak nya Opa Raga aja belum, Bang Aryan yang udah tua juga sama belum kawin,"

__ADS_1


Prince Aryan yang sedari tadi tenang, aman dan damai mulai terusik. Pria berwajah bule India Turki itu menoleh pada adik sepupunya. Kedua mata tajamnya memicing pada Shaka, membuat anak bujang kesayangan Bunda Cia itu meringis.


"Ish ish ish, Bang Shaka kalah sama Pangeran Erkan. Dia udah punya calon istri, eh Bang Shaka belum laku juga. Udah ah aku gak mau main lagi sama Bang Shaka, nanti malah ketularan jomblo," sinis Galexis.


Gadis yang baru berusia 17 tahun itu membuang wajahnya, saat melihat Shaka mendelik tajam padanya.


"Wah wah wah, anaknya Om Galaska. Mulut sama perbuatan kenapa sama sama pedes sih, heran deh. Keturunan cabe setan kali ya, ck jadi kangen kan sama si setan Jepang," Shaka mengecilkan suaranya diakhir kalimat.


Pria itu bangkit, kedua mata dan telinganya merana- saat mendengar beberapa saudara sepupunya tengah bertelepon mesra dengan kekasih mereka masing masing.


Tidak, hanya Putra Mahkota Albarack yang tengah di mabuk cinta, karena sekarang Prince Aryan malah terdengar tengah marah marah pada seseorang yang ada di ujung telepon.


Sementara di ruang tamu, Opa Nagara terlihat tengah berbicara serius dengan Arion.


"Opa sudah mendapatkannya," Opa Nagara membuka pembicaraan.


Arion yang tengah memeluk tubuh Aisya hanya menatap lurus, pada video yang ada di ponsel pintar Sang Opa.


Arion semakin mendekap erat tubuh Aisya, saat mendengar suara erangan pria yang tertutup kain hitam di video.


"Opa dapat dari mana? siapa dia?" tatapan Arion terlihat menajam, dia sangat ingat dengan suara orang yang menusuknya.

__ADS_1


Dan suara yang ada di dalam video, sama persis dengan bedebah sialan itu. Arion yakin, kalau pelaku penusukan nya adalah orang suruhan, tapi bukan Jeffri atau pun Haris- melainkan-,"


"Dia mengaku, kalau ada seorang wanita yang membayarnya mahal, kalau dia bisa melenyapkan mu,"


Arion terdiam, otaknya berkelana pada seorang wanita penuh obsesi gila- yaitu Marina.


"Opa mendapatkan sidik jari pelakunya dari kemeja kamu, untung saja Ayah mu segera memberikannya pada Opa, kalau sampai kemeja itu di berikan pada istri atau Bunda mu- Opa yakin kemeja itu sudah mereka kubur." sambung Opa Nagara, pria sepuh itu terlihat menyesap jus buah tanpa gulanya dengan hikmat.


"Sudah jangan di pikirkan, sekarang bawa Ais ke kamar. Ini sudah malam, kalian istirahat. Opa juga akan menyuruh anak anak bandel itu pergi ke kamar masing masing," ujar Opa Nagara lagi, menutup pembicaraan mereka berdua.


Arion menurut, pria itu sekuat mungkin mengangkat tubuh Aisya dan menggendongnya menuju kamar. Walaupun luka yang ada di perut Arion terasa sedikit tertarik, hingga mengakibatkan rasa linu dan sakit.



**PRINCE ARYAN DEWANGGA MALIK 😘😘😘😘


CALON SUAMI AKU, YA AWOOOHHHHHHHH, TREMOR ADEK BANG


SEE YOU TOMORROW


BABAYYY MUUAAACCHH**

__ADS_1


__ADS_2