Kiblat Cinta A

Kiblat Cinta A
Kesal


__ADS_3

Aisya dan Cia membulatkan kedua matanya, saat melihat seorang gadis bermata sipit tengah tersenyum tanpa rasa bersalah sedikit pun.


Bahkan mereka sama sekali tidak melihat luka atau pun cidera di tubuh gadis, yang selama beberapa jam ini mereka tangisi.


"Maaf, Bunda sama Ais kenapa lihatin Rumi kayak gitu sih? Nenek Mar juga, Emangnya Rumi punya dosa ya?" ucap polos Harumi, si gadis berwajah oriental yang membuat keluarga Syarief kalang kabut.


"Kamu enggak jadi ke Jepang?" tanya Aisya yang begitu sangat penasaran.


Ada rasa syukur didalam hatinya, saat melihat gadis yang menjadi sahabat baiknya ini tidak mengalami apa pun. Tapi jangan di tanya, seberapa jengkel dia saat melihat senyuman tidak bersalah sahabatnya itu.


"Hehehe, harusnya jadi sih. Tapi- pas aku mau ke bandara- Papa nelepon lagi, katanya Kakek udah sampai rumah. Ya- aku balik lagi lah ke rumah, gak jadi deh ke Jepangnya,"


Harumi menggaruk kepalanya yang tidak gatal, saat melihat tatapan dalam- sarat akan tuntutan padanya.


"Jadi- pas berita pesawat hilang kontak itu kamu di rumah?"


Harumi mengangguk polos


"Papa sama Mama kamu juga?"


Harumi kembali mengangguk, dahinya berkerut saat melihat wajah datar dan mengintimidasi Bunda Cia.


"Bun-,"


"Kamu ngapain dirumah? kenapa enggak ngabarin sama kita, kalau kamu enggak jadi berangkat ke Jepang."

__ADS_1


Harumi yang masih belum paham, hanya menatap heran pada calon Ibu mertua pujaannya.


Kenapa calon ibu mertuanya terlihat kesal? apa dia berbuat salah? atau mungkin ada kesalahan yang tidak sengaja dia buat?


"Rumi ketiduran Bunda, maaf. Ponsel Rumi juga lowbatt, dipakai main game kebablasan jadi mati deh," sahut Harum apa adanya.


Sementara Cia dan Aisya hanya menghela napas pelan, namun tak urung wanita setengah baya itu segera memeluk tubuh gadis, yang sangat mencintai putra sulungnya dari usia belasan tahun.


"Kamu tahu, kita semua disini ngira kalau kamu sama Papa Mama kamu, jadi korban pesawat hilang kontak. Bunda sampai shock dengarnya, jantung Bunda kayak udah mau loncat ke lambung tau gak. Tuh lihat, Nenek sampai enggak jadi panen cabe gara gara mikirin kamu, Harumiii binti Aslam Subagiyo!" celoteh kesal Cia, membuat gadis yang ada di pelukannya meringis.


"Ya maaf, Rumi kan enggak tau," alasannya.


Cia menghela napas pelan, dia mengurai pelukannya- kedua tangannya menangkub wajah cantik gadis bermata sipit itu.


Tanpa pamit dan menunggu, Harumi segera bangkit- kedua kakinya melangkah cepat menuju kamar Shaka yang tidak jauh dari ruang tengah. Sementara anggota keluarga Syarief hanya menggeleng melihat kelakuan Harumi yang tidak ada jaimnya sama sekali.


Harumi melangkah cepat, dia merogoh kantung celana baggy yang dia pakai untuk mengambil sesuatu.


Ponsel,


Ya, Harumi harus mengabadikan kejadian langka ini bukan. Arshaka Adithama Syarief gundah gulana karenanya, ini benar benar momentum yang sangat langka sekali. Mungkin hanya datang di tahun kabisat saja, jadi sebisanya Harumi harus mengabadikan.


Dengan tingkah seperti intel, Harumi perlahan mendekat ke arah pintu. Tapi sialnya, pintu kamar Shaka ternyata terkunci dari dalam.


Dia harus mencari cara, agar bisa mendapatkan momentum yang sangat langka.

__ADS_1


"Jendela! oke cuss kita ke jendela!" gumamnya.


Langkah Harumi membawanya ke arah jendela kaca kamar Shaka, dan kebetulan jendela itu sedikit terbuka, saat Harumi sampai.


"Harumiiiiiii!"


"Iya Bang?"


Secara reflek Harumi menyahut, bahkan gadis itu menepuk mulut latahnya sendiri. Sang gadis meringis, dia takut kalau Shaka akan mengetahui keberadaannya. Tapi selang beberapa menit kemudian, Harumi menganga lebar saat mendengar ocehan Arshaka.


"Awas aja, aku tagih kamu Bang!" desisnya, sembari tersenyum saat dia mendapatkan apa yang diinginkannya.


Rekaman kelakuan Shaka dan segala ucapannya.



OTW NAGIH UTANG 😂😂😂😂



**BENTAR LAGI PUYENG LU BANG


SEE YOU TOMORROW


BABAYY MUUUAACCHH**

__ADS_1


__ADS_2