
Arion memijit pelipisnya, saat merasakan kepalanya kembali berdenyut. Sudah dua hari ini sakit Ini Arion rasakan, tapi dengan pandai dia menutupinya dari Aisya.
Arion tidak ingin melihat istrinya kembali khawatir. Dia yakin kalau sakit ini adalah efek dari ingatannya yang mulai kembali pulih, walaupun secara perlahan.
Tok
Tok
Tok
Arion menoleh, pria berambut gondrong itu meletakan kaca mata bacanya- kemudian menghela napasnya pelan.
"Masuk saja Pak Aslam!"
Tidak lama Pak Aslam masuk kedalam ruang kerja Arion. Pria paruh baya itu terlihat membawa beberapa map, dan laptopnya.
"Saya hanya ingin memberikan laporan Pak,"
Arion mengangguk, satu tangannya terulur untuk meraih map yang Aslam letakan. Dengan teliti Arion membuka satu persatu kertas penting yang ada didalamnya. Dahi Arion mengernyit saat melihat nama seseorang yang tercantum diatas kertas.
"Altezha Devajuan Vins?"
Arion melirik pada Aslam, pria itu menatap secara bergantian pada map dan Aslam.
"Iya Pak, beliau ingin menjual perkebunan sawit yang ada di Sumatera, karena Pak Altezha memutuskan untuk mengurus perusahaan keluarganya yang ada di Kanada, bersama istri dan ketiga anak kembarnya. Saya hanya ingin merekomendasikannya untuk Pak Arion, perkebunan milik Pak Altezha begitu luas dan sangat terawat- siapa tahu Pak Arion berminat membelinya,"
__ADS_1
Aslam pun terlihat membuka laptopnya, membuka beberapa file gambar yang di kirimkan oleh pihak PT DD GRUP- perkebunan kelapa sawit milik keluarga Vins.
"Ini lahan perkebunannya, silahkan Pak Arion lihat sendiri,"
Arion menatap layar laptop dengan seksama, pria berjambang tipis itu menatap serius dan terlihat sedang berpikir.
"Akan saya pikirkan, dan mungkin akan membicarakan masalah ini pada istri saya terlebih dahulu," final Arion.
🌴🌴🌴
Shaka menautkan jari jemarinya, saat melihat tatapan tajam seseorang yang sedari tadi terus saja tertuju padanya.
"Bang Shaka ngapain mau ketemu sama aku?"
Shaka menghela napas pelan, saat mendengar suara Harumi. Dia bersyukur karena gadis itu mau menemuinya, walaupun saat ini dia harus berhadapan dengan prajurit samurai.
Brakk!
"Setan Jepang!" latah Shaka spontan, saat pria berwajah Asia yang merupakan Kakek dari Harumi itu menghantamkan satu tangannya ke meja.
"Ojichan wa kare o kowagara semasu," [Kakek membuanya takut,]
Harumi menatap memohon pada Kakeknya, gadis yang pandai 3 bahasa itu merasa kasihan pada Shaka.
Pria muda itu terlihat pucat pasi, untung saja Kakeknya tidak tahu apa itu setan Jepang- jadi Shaka tidak sampai mendapatkan masalah baru.
__ADS_1
"Kare wa bakadesu ka?" [Dia gagu]
Harumi menghela napas pelan, dengan terpaksa dia menengangguk- agar Sang Kakek tidak banyak bertanya lagi.
"Ojichan?"[Kakek] rengeknya lagi, saat Harumi melihat Sang Kakek menatap tajam pada Shaka.
Udara terasa semakin menipis, Harumi dapat melihat kalau Shaka terlihat gugup karena tatapan intimidasi Kakeknya.
Yujiko Hakamoto- Sang Kakek memang terkenal dengan kegalakan serta kesangarannya. Harumi bahkan sempat di buat frustasi oleh Kakeknya, saat dia masih tinggal di Jepang beberapa waktu lalu- karena Yujiko begitu over protektif pada cucu perempuan satu satunya.
Karena ketiga cucu Yujiko yang ada di Jepang, semuanya berjenis kelamin laki laki. Haranari merupakan putri bungsunya, dan putri satu satunya dari 3 bersaudara.
Shaka dan Harumi menghela napas pelan, saat melihat pria tua itu beranjak meninggalkan keduanya. Namun tetap saja Shaka merasa terintimidasi saat melihat sorot tajam kedua mata sipit pria tua itu.
"Kakek kamu mirip pemain kamen rider kuga," celetuk Shaka, membuat Harumi melotot tajam padanya.
"Kenapa? emang benerkan? untung gak mirip sama monsternya," Harumi semakin dibuat keki oleh Shaka, namun dia mencoba bersabar menghadapinya.
JURAGAN KELAPA NIH BOSS
**SETAN JEPANG BANG SHAKA
__ADS_1
SEE YOU NEXT TOMORROW
BABAYY MUUUAAACCHH**