Kiblat Cinta A

Kiblat Cinta A
Provokasi


__ADS_3

Aisya menahan lengan Arion, saat emosi suaminya tidak dapat lagi ditahan. Aisya tidak ingin melihat Arion menjadi cucu durhaka pada Kakeknya, dengan tenang Aisya membisikan kata kata pelan dan lembut agat Arion tidak sampai di kuasai api amarah.


"Kamu bahkan semakin tidak sopan pada Kakek mu sendiri Arion! lihat, baru beberapa bulan kamu tinggal bersama mereka- sikap mu sudah seperti ini. Padahal Kakek sudah memberikan semua yang kamu butuhkan selama 6 tahun ini, apa ini balasan kamu?" Pramono menatap tajam pada Arion.


Cucu semata wayangnya ini semakin tidak bisa dia kendalikan, dan itu semua di karenakan oleh wanita berhijab yang saat ini tengah memeluk erat lengan Arion.


Bukannya merasa bersalah, Arion malah menyunggingkan salah satu sudut bibirnya, saat mendengar ucapan Pramono. Arion tidak menyangka kalau Sang Kakek akan mengungkit jasa jasanya selama 6 tahun yang lalu.


"Jadi Kakek ingin aku membalas budi, membalas semua yang pernah Kakek berikan pada ku?" senyuman sinis Arion semakin terpatri.


Pria berambut gondrong itu melepaskan perlahan pegangan Aisya di lengannya. Arion masih sempat mengecup pucuk kepala istrinya, sebelum dia mendekat pada Nenek Imma.


"Lalu, apa kabar dengan Nenek ku, yang sudah mengurusku dari balita hingga aku berusia 18 tahun? bukan hanya harta yang beliau habiskan- tapi juga kasih sayang serta kebebasan memilih. Bahkan dari dulu aku tidak pernah berharap kalau anda Tuan Pramono yang terhormat- sudi menampung anak yatim piatu seperti ku.  Lalu, kenapa dulu anda tidak mengembalikan aku pada nenek ku? kenapa dulu anda malah menahan saya di rumah itu? memanfaatkan kekosongan otak pria yang tidak tahu balas budi ini, kenapa Tuan Pramono?"


Suara Arion sedikit tercekat, dia merasa kalau selama ini dirinya hanya menjadi boneka untuk Kakeknya. Boneka yang harus menurut dan membalas budi pada tuannya.

__ADS_1


"Bang?" Aisya kembali mendekat pada Arion.


Wanita itu tahu kalau saat ini Arion tengah menahan amarah sekuat tenaga, Aisya juga tidak menyangka kalau Kakek dari suaminya itu menginginkan balas budi dari Arion. Kalau begitu ceritanya, berarti selama ini, Pramono tidak menyayangi cucu kandungnya dengan tulus.


Pramono bungkam, pria sepuh itu merenung. Dia sedang memikirkan apa yang sudah dikatakannya tadi, Pramono mengigit lidahnya sendiri. Pria tua itu tidak bisa berkata apa pun, bahkan dia tidak sadar kalau ucapannya akan membuat Arion sakit hati.


"Arion, maksud Kakek bukan seperti itu, kamu jangan gampang ke hasut sama wanita mis-,"


"DIAM!"


Marina terperanjat kaget saat mendengar bentakan pria yang dia sukai. Bahkan Milka, balita itu terlihat hendak menangis, mendengar pria yang sering dia panggil Papa itu membentak Mamanya.


"Jangan pernah berani menyebut apa pun tentang istriku. Dari sudut mana pun, Ais ku lebih dari segalanya dari mu Marina," ucap rendah Arion, membuat Marina menelan salivanya susah payah.


"Lebih baik wanita miskin yang terhormat, dari pada wanita gila harta yang tidak tahu diri-," Arion menatap tanpa ekspresi pada Marina dan Pramono.

__ADS_1


"Seperti mu!" sambungnya.


Ucapan Arion yang terdengar tajam dan kejam mampu membuat harga diri Marina tergores. Baru pertama kali ini dia dipermalukan, terlebih lagi di permalukan oleh pria yang sangat dia sukai- dari 5 tahun yang lalu.


Marina bangkit, demi harga diri yang masih tersisa. Sudah cukup Arion merendahkannya serendah mungkin. Mungkin benar dia memang menikah dengan Gibran karena harta, tapi tidak bisakah Arion menyimpannya sendiri.


Wanita beranak satu itu keluar dengan tergesa, dia tidak ingin lagi menoleh kebelakang. Sedangkan Milka yang ada didekapannya terisak pelan.


"Apa anda tidak ingin mengikuti cucu menantu kesayangan anda itu, Tuan Pramono?" ujar Arion pedas, saat melihat Sang Kakek tidak kunjung menunjukan eksistensinya.


"Aku hanya takut kalau wanita itu akan mengambil seluruh aset yang anda miliki, lalu membawa semuanya pergi. Anda tidak ingin itu terjadi kan? karena kalau sampai itu terjadi, aku tidak menjamin, Tuan Pramono akan tidur dengan nyenyak malam ini," sambungnya lagi, kali ini terdengar penuh provokasi. 



**TATAPAN RIMBA KE AIS

__ADS_1


JANGAN LUPA LIKE VOTE KOMEN HADIAH DAN FAVORITNYA


SEE YOU NEXT PART MUUUUAAAACCHH 😘😘**


__ADS_2