
Aisya dan Bunda Cia terlihat sibuk di dapur, kedua wanita beda usia itu terlihat tengah menyiapkan makan malam. Tidak jauh dari keduanya, ada seorang gadis sedang sibuk memanen beberapa sayuran bersama Nenek Imma dan Nenek Mar.
Gadis itu adalah Harumi, Harumi memutuskan untuk membantu kedua wanita sepuh itu sebelum pulang. Sembari ingin melihat bagaimana ekspresi Arshaka saat pria tahu kalau dirinya masih hidup.
Sementara Alkan dan Arion terlihat tengah bermain catur di ruang keluarga. Kedua pria itu begitu serius, dengan kemenangan yang imbang.
"Ini mau kita apain Bun?"
Cia menoleh, wanita setengah baya itu terlihat berpikir- akan mereka apakan paha ayam yang sudah Aisya cuci bersih itu.
"Panggang aja deh, kayaknya kita udah lama enggak masak itu,"
Aisya mengangguk patuh, wanita berhijab itu terlihat cekatan saat bergulat dengan alat alat dapur.
"Nanti kita bikin sambal merahnya Bun, Bang Rimba enggak suka pakai sambal ke-,"
"Bundaaa, Shaka lapar,"
Ucapan Aisya terputus, saat mendengar suara rengekan Shaka dari belakang tubuhnya. Aisya menatap kakak kembarnya dari ujung rambut hingga kedua kaki telanjangnya. Bahkan saat ini Arshaka hanya mengenakan kolor pendek di atas lutut dengan kaos oblong hitam tanpa lengan.
Berantakan!
Satu kata yang bisa Aisya diskripsi kan pada Arshaka saat ini. Pria yang usianya lebih tua beberapa menit darinya itu benar benar tidak seperti biasanya.
__ADS_1
"Abang mandi, apa habis nangis?" Aisya mengernyit, saat melihat kepala Shaka basah- tapi wajah dan keduanya terlihat sembab.
"Cuci muka," sahutnya lemah.
Tanpa aba aba Arshaka segera memeluk tubuh adik kembarnya. Pria bertubuh tinggi itu menyembunyikan wajahnya di bahu sang adik, terisak kecil persis seperti bocah.
"Rumi ninggalin Abang. Abang udah jahat nyuruh dia pergi,"
Aisya dan Cia saling lirik, keduanya ingin sekali tertawa- namun ditahan sekuat mungkin. Aisya bahkan dengan sabar mengusap punggung lebar Arshaka, mencoba menenangkan pria yang tengah dilanda rasa sedih dan bersalah.
"Makanya jadi orang jangan suka gedein ego, kalau udah kayak gini baru terasakan- sakit," cibir Bunda Cia, membuat Shaka semakin mengeratkan pelukannya pada Aisya.
"Shaka lapar, Bunda," lirihnya pelan.
Bahkan dulu Aska sering protes pada kakaknya, karena sikap manja Shaka yang bertolak belakang dengan kelakuannya saat sehat.
"Duduk, Abang duduk dulu- Ais mau masak ayam bakar buat kita,"
Aisya yang sudah tidak kuat untuk menopang tubuh Shaka, membawa pria itu menuju kursi. Aisya menghela napas kasar, kedua tangannya bertumpu di pinggang- saat dia merasakan beban yang sejak tadi dia bawa hilang.
"Abang enggak seberat itu, kenapa muka kamu ngeselin sih, Dek!" sungut Shaka tidak terima, saat melihat Aisya bernapas lega dan menampilkan wajah lelahnya.
"Kamu keberatan dosa sama Rumi, Bang. Makanya Ais keberatan buat nopang badan kamu," cibir Cia lagi, membuat Shaka menenggelamkan kepalanya di meja.
__ADS_1
Pria muda itu mengangguk pelan, Shaka mengakui kalau dia memang banyak dosa pada si setan Jepangnya. Shaka tidak mengelak, dia memang banyak memiliki dosa- terutama pada Harumi.
"Shaka harus gimana Bunda? Rumi udah ninggalin Shaka. Padahal Shaka belum minta maaf sama dia, Shaka-,"
"Enggak usah minta maaf, aku udah maafin Bang Shaka kok. Mungkin aku aja yang enggak tau diri, mulai sekarang aku bakalan ikhlasin Bang Shaka buat orang lain- yang penting orang yang aku sayang bahagia,"
Tubuh Shaka menegang, jakunnya naik turun, kedua matanya membulat- bahkan semakin membulat saat Shaka menoleh ke belakang, dan melihat seorang gadis bermata sipit tengah tersenyum padanya.
"Rumi udah rela kok, kalau Bang Shaka lebih milih gadis lain dari pada Rumi- semoga Abang bahagi- aaaakhhh!"
Harumi memekik kencang saat tubuhnya melayang di udara, bahkan gadis bermata sipit itu merasa mual- kedua matanya berkunang-kunang dibuatnya. Shaka, pria itu tiba tiba berlari ke arahnya- lalu membawa tubuhnya ke udara.
"Setan Jepang diam! gak usah ngomong! kalau berani ngomong lagi- aku bacain yasin juga kamu!"
BERAT NANGGUNG DOSA BANG SHAKA 😂😂😂
**KITA BUAT PAHALA YUK AI
JANGAN LUPA LIKE VOTE KOMEN HADIAH DAN FAVORITNYA
__ADS_1
SEE YOU NEXT PART MUUAAACHH**