Kiblat Cinta A

Kiblat Cinta A
Siap Menunggu


__ADS_3

"Bagaimana?"


Pramono menatap datar pada salah satu ajudannya. Pria yang sudah mengabdi selama puluhan tahun itu mengangguk pelan- membuat Pramono menggebrak meja dengan keras.


Rahang pria sepuh itu mengetat, menandakan kalau dia tengah emosi. Namun sebisa mungkin Pramono menahannya, dia tidak ingin membuat keributan di kediamannya sendiri.


"Jadi Arion sudah menikah tanpa sepengetahuan dan izin dari ku?" Pramono mengeram rendah, dia tidak menyangka kalau cucu semata wayangnya akan bertindak sejauh itu.


"Benar Tuan, Tuan Muda sudah menikah dengan gadis itu,"


PRANG!


Akhirnya Pramono tidak dapat menyembunyikan emosinya, satu buah asbak berbahan kristal hancur begitu saja- saat Pramono melemparnya ke arah pintu.


Membuat seseorang yang tengah menguping dibalik pintu terkejut setengah mati. Bukan hanya karena lemparan benda itu, namun kebenaran yang baru saja dia dengar.


'Jadi Arion dan gadis itu- sudah menikah?' gumamnya dalam hati.


Dia juga masih tidak percaya, kalau Arion akan melakukan hal itu. Dia kira Arion hanya berusaha untuk mengingat masa lalunya, bukan untuk kembali pada masa lalunya.

__ADS_1


"Anak itu sudah keterlaluan! persiapkan semuanya besok, aku akan menyeret Arion kembali ke rumah ini!" final Pramono.


"Baik Tuan Besar!" sahutnya patuh.


Walau pun Sang Ajudan berharap, kalau Tuannya menerima semua ini. Belajar dari kejadian di masa lalu, tidak berbuat egois. Yang akhirnya bisa membuat Pramono kehilangan kembali.


🌴🌴🌴


Arion mengusap wajahnya kasar, saat melihat laporan keuangan dari Aslam. Perkebunan kelapa yang saat ini dia garap mulai merangkak naik.


Padahal sebelumnya masih stay di tempat, belum ada perubahan selama beberapa bulan ini. Tapi setelah Arion turun tangan sendiri, perkebunannya mengalami peningkatan drastis- terlebih setelah dia menikah dengan Aisya.


Dahi Arion mengernyit saat dia menyadari sesuatu. Dia lupa kalau tadi Aisya membuatkannya wedang jahe. Pria berambut gondrong itu segera bangkit, menutup laptopnya lalu berjalan menuju kamar.


Arion menghela napas pelan, saat melihat Aisya sudah tertidur. Posisi tidur Aisya yang seperti bayi didalam kandungan, membuat Arion menipiskan bibirnya.


Perlahan pria itu naik ke atas tempat tidur, setelah meletakan laptopnya diatas meja rias. Perlahan Arion mulai merapatkan tubuhnya pada Aisya. Satu tangannya terulur untuk menyentuh rambut istrinya, malam ini Aisya melepaskan hijabnya.


Mahkota indah yang selalu gadis itu sembunyikan di balik hijabnya, kini dapat Arion lihat dengan jelas.

__ADS_1


Sangat Indah!


Dua kata yang mewakili semuanya. Arion bahkan tidak henti hentinya mengendus wangi rambut istrinya, sampai akhirnya Aisya sedikit terganggu. Gadis itu menggeliat pelan, bahkan gadis itu sudah berbalik menghadap Arion, untuk mencari kenyamanan.


Satu kaki Aisya dengan lancang membelit tubuh Arion, sementara tangan putih mulus sang gadis memeluk erat tubuh suaminya tanpa sadar. Bahkan deru napas Aisya dapat Arion rasakan di dadanya. Walau pun tubuhnya masih terbalut kaos oblong, tapi napas hangat Aisya sangat terasa- membuat seluruh tubuhnya berdesir hebat.


Arion pria normal, wajar saja dia terangsang karena ulah Aisya. Terlebih lagi, yang melakukannya adalah kekasih halalnya. Tapi biar pun itu adalah haknya, Arion tidak akan bertindak tanpa seizin dari Aisya. Arion tidak ingin bersikap egois, dia akan menunggu Aisya siap lahir dan batin- bukan terpaksa karena kewajiban.


Arion ingin melakukan semuanya saat cinta kembali hadir, cinta yang akan menjadikan semuanya semakin indah.


Cinta yang akan menghadirkan banyak buah hati didalam rahim Aisya. Arion akan menunggu waktu itu tiba, sekarang nikmati saja alurnya. Berbagi pelukan dan kecupan di dahi serta pipi, sudah cukup bisa membuat Arion dan Aisya semakin dekat.


"Selamat malam, Bidadari ku," gumam Arion, sebelum dia ikut memejamkan kedua matanya.



**BULUNYA KAGAK NAHAN BAAANGGGG


SEE YOU TOMORROW

__ADS_1


BABAYYY MUUUAACCHH😘😘😘😘😘😘**


__ADS_2