
Aisya memilin jari jemarinya gugup, gadis berhijab itu terlihat gugup dan was was- saat melihat Arion tengah duduk berhadapan dengan Alkan. Tidak, bukan hanya Alkan- sang Ayah tapi Alzaska ternyata sudah kembali ke rumah. Alhasil pria yang berwajah sangat mirip dengan Shaka itu ikut serta, menghadapi tatapan tenang Arion.
Aisya menghela napas pelan, dia mengira kalau Arion sedang bercanda saat mengucapkan kalimat ' ayo kita menikah', ternyata itu sangat serius. Buktinya Arion memberanikan diri untuk meminangnya langsung.
"Apa alasan kamu, kenapa tiba tiba ingin menikahi Aisya? bukannya kamu tidak mengingat siapa putri saya, dan semua orang di sini?"
Alkan terlihat tenang, namun setiap kata yang di ucapkan oleh si Bapak Penghulu berlesung pipi itu menegaskan bahwa, dia tidak akan membiarkan Arion mempermainkan Aisya- Sang Bidadari keluarga Syarief.
"Otak saya memang tidak bisa mengingat siapa dia, tapi tidak dengan hati saya. Hati saya mengatakan kalau Aisya pernah menjadi orang yang paling spesial didalam sini, walaupun hanya ingatan kelabu yang sering kali muncul- tapi saya yakin kalau gadis yang sering muncul di dalam mimpi saya setiap malam, adalah Aisya."
Arion mengucapkan kata perkata dengan mantap. Tidak ada keraguan, walaupun dia belum sepenuhnya mengingat- tapi dia yakin dengan seiringnya waktu ingatannya akan perlahan kembali. Apa lagi saat otaknya di paksa untuk mengingat, ketika dia bersama Aisya.
Kedua matanya menatap berani pada pria paruh baya berwajah teduh yang ada dihadapannya. Sedangkan Alkan- pria itu melirik pada Aisya, yang saat ini tengah duduk bersama Cia, Bunda Marwah dan Nenek Imma.
Sang Bidadari sama sekali tidak berani untuk menegakan kepalanya. Jujur Aisya masih belum percaya kalau Arion akan melakukan hal ini padanya.
"Saya tidak bisa memutuskannya sendiri, pernikahan ini kalian berdua yang akan menjalaninya. Jadi, yang paling berhak menjawab dan menerimanya adalah Aisya sendiri,"
__ADS_1
Tatapan Alkan tertuju pada Cia, Ayah dari tiga orang anak itu seakan mengisyaratkan Cia untuk membawa Aisya mendekat pada mereka- lewat tatapan.
"Ais, ayo Ayah mau bicara sama kamu,"
Cia menyentuh lengan putrinya lembut. Wanita berhijab biru itu menangkub wajah Aisya, bahkan kedua mata Cia berembun saat melihat tatapan sendu yang di tunjukan Aisya padanya.
Cia kembali nostalgia saat dimana Alkan langsung menikahinya- padahal dulu si Bapak Penghulu berencana melamar bukan untuk menikahinya detik itu juga, yang membuat Cia tak sadarkan diri seketika.
Dan sekarang, Aisya pun mengalami hal yang sama. Arion yang 6 tahun lamanya menghilang, lalu melupakan semua orang yang dia sayang karena mengalami amnesia total- tiba tiba saja meminta izin untuk menikahi sang Bidadari tanpa rencana.
Salutnya Cia pada Aisya adalah, gadis itu tidak sampai pingsan seperti dirinya. Sepertinya Aisya lebih tangguh dari yang Cia kira, di balik sikap lemah lembut, penyayang dan terlihat lemah- didalam diri sang gadis memiliki sesuatu yang tidak di miliki gadis lain.
Dengan langkah perlahan, Cia dan Aisya mendekat pada Alkan- dan duduk tepat di sebelah Sang Penghulu.
"Ais?" panggilnya lembut.
Alkan menatap Bidadari kesayangannya dengan lembut. Bahkan Alkan tersenyum tipis saat melihat Aisya terus saja menunduk- karena tidak berani untuk menatapnya maupun Arion.
__ADS_1
"Iya Ayah," sahutnya pelan.
Satu tangan Alkan terulur untuk menyentuh wajah Aisya, Alkan mengangkat wajah sang gadis agar bisa menatap padanya. Lalu Alkan membawa wajah Aisya menghadap Arion, kedua anak cucu Adam itu sempat terpaku kala tatapan keduanya bertemu.
"Jawab pertanyaan Ayah," Alkan menjeda.
"Apa kamu mau menerima pinangan Arion, dan menikah dengannya? menerima segela kekurangan dan kelebihan Arion, mendampingi Arion dalam suka mau pun duka. Berbagi rasa sakit dan bahagia, patuh dan berbakti padanya?" sambungnya.
Aisya yang sedari tadi diam, perlahan menghela napas- lalu gadis itu mengangguk. Kedua matanya menatap lembut pada Sang Ayah.
"Iya, Ais mau menerima pinangan Bang Rimba. Menerima semua kekurang dan kelebihannya, dulu, saat ini, dan sampai kita tidak muda lagi," sahut Aisya yakin.
BANG RIMBA SAAT PUTIH ABU ABU
__ADS_1
SENYUMNYA LEBAR BNGT YA NENG