Kiblat Cinta A

Kiblat Cinta A
DiPersalahkan


__ADS_3

Arion menatap datar pada pria paruh baya, yang saat ini tengah duduk dihadapannya. Satu tangan Arion terus saja menggenggam erat tangan Aisya.


Pria berkucir dan berkaos hitam itu tidak membiarkan Aisya menjauh darinya. Bahkan saat Aisya ingin membuatkan teh untuk Pramono, Arion melarangnya. Arion tidak membiarkan Aisya bersusah payah menjadi tuan rumah yang baik- untuk tamu yang sama sekali tidak ingin di perlakukan baik.


Karena Arion yakin, kalau Pramono sama sekali tidak akan meminum teh buatan istrinya.


"Jadi ini hidup yang kamu pilih Arion," Pramono menyunggingkan senyuman remeh dan sinis pada Nenek Imma dan Aisya.


Terlihat sekali kalau pria sepuh itu begitu tidak suka pada besan dan cucu menantunya.


"Ada perlu apa Kakek kemari?" Arion mengabaikan ucapan Pramono, dia malah memberikan pertanyaan pada Kakeknya.


"Baru beberapa hari kamu tinggal di gubuk ini, sudah merasa hebat. Apa yang kamu cari disini Arion? masa lalu huh?!" sentak nya.


Kedua mata Pramono menatap tajam pada Cucu semata wayangnya. Pria sepuh itu tidak menyangka kalau Arion bisa keluar dari genggamannya. Padahal selama 6 tahun ini Pramono yakin, kalau Arion tidak akan pernah bisa menolak semua keinginannya.

__ADS_1


"Bahkan kamu sampai menikahi gadis miskin ini, demi masa lalu mu yang tidak berguna. Padahal Kakek sudah menjamin hidup dan masa depan mu, tapi kamu lebih memilih hidup disini bersama wanita yang menjadi ibu dari pria- yang sudah membuat Cinthya ku pergi!" sambungnya lagi.


Pramono terdengar begitu emosi saat membahas Putri semata wayangnya yang sudah berpulang. Kedua matanya memancarkan amarah, dia ingin sekali menyalahkan seseorang- namun orang itu pun ikut pergi bersama putrinya.


"Kamu sendiri yang membuat Cinthya pergi Pramono! bukan siapa pun, apa lagi putraku. Putraku yang selalu kau salahkan tanpa alasan, padahal kita semua tahu, bahkan kamu sendiri tahu kalau menantu dan putra ku pergi akibat sikap egois dan angkuh mu, Tuan Pramono yang terhormat!"


Nenek Imma ikut angkat bicara, dia terlalu muak saat Pramono mulai semena-mena pada Arion dan Aisya. Dia tidak akan membiarkan nasib yang menimpa Rizal dan Cinthya, terjadi juga pada kedua cucunya.


"Dan jangan pernah menyebut cucu menantuku macam macam. Kamu pasti akan menyesal saat tahu kebenarannya. Tanpa mengurangi rasa hormat, silahkan anda keluar dari gubuk saya, Tuan Pramono!"


" Pulang Arion! kalau kamu tidak pulang, Kakek akan mencabut semua fasilitas dan semua yang kamu miliki. Kakek yakin, kalau gadis yang kamu nikahi ini hanya menginginkan uang mu saja. Tidak ada wanita yang bersikap tulus, mereka semua senang dengan uang. Jadi, Kakek sarankan- berikan dia uang lalu ting-,"


"Cukup! jangan pernah berani melanjutkannya!" Arion menyela ucapan Pramono.


"Aku diam, bukan berarti Kakek bisa seenaknya menjudge istriku macam macam. Aku bisa menjamin dengan seluruh hidupku, kalau Aisya bukan gadis seperti yang Kakek pikirkan. Tolong jangan buat aku benci sama Kakek, sama seperti Mama dulu," sambungnya.

__ADS_1


Kedua mata Arion menatap tajam pada Pramono. Arion benar benar tidak menerima kalau Pramono menilai negatif Aisya, bahkan pria sepuh itu menjudge buruk sang istri, sebelum Pramono mengenal Aisya lebih dekat.


"Kamu akan menyesal karena sudah memilih mereka dari pada Kakek Arion. Kakek yakin, sebentar lagi gadis ini akan meninggalkan kamu, saat kamu miskin nanti. Karena mulai hari ini Kakek akan menyita semua fasilitas yang kamu miliki. Silahkan kamu bekerja di perkebunan yang kamu beli itu, Kakek yakin kamu tidak akan bertahan tanpa campur tangan Kakek!" Pramono terus saja berkata jumawa, pria sepuh itu menatap remeh pada Arion.


"Terimakasih atas doa buruknya, kalau sudah selesai- silahkan pintu keluar ada di sebelah sana," ujar Arion geram.


Mati matian dia berusaha menahan emosinya agar tidak meledak di depan Aisya. Arion bahkan tidak peduli kalau Pramono akan marah dan membencinya nanti, karena mengusir pria sepuh itu secara terang terangan. Arion tidak ingin istrinya atau Neneknya terus dipersalahkan, oleh Pramono.



**SEMOGA COCOK BUAT PRAMONO WKWKWK


SEE YOU NEXT TOMORROW


BABAYYYY MUUUAACHH**

__ADS_1


__ADS_2