Kiblat Cinta A

Kiblat Cinta A
Pulang Bersama


__ADS_3

Arion memijit keningnya, saat pria itu mulai tersadar. Rasa pening yang menghantam kepalanya berangsur pulih. Kedua mata Arion perlahan terbuka, walaupun masih belum terlalu jelas.


Ingatannya berputar kembali pada mimpi yang baru saja dia alami. Terlihat begitu nyata, bahkan Arion dapat melihat dengan jelas wajah dan senyum sang gadis.


"Aisya,"


Tanpa menunggu lagi, Arion segera menstater mobilnya. Pria berkucir satu itu tahu harus pergi kemana, dia akan menemui seseorang yang memang harus ditemuinya sejak tadi.


Sepanjang perjalanan Arion terus saja mengingat semua adegan yang ada didalam mimpinya tadi. Tidak ada hal dewasa, tapi entah kenapa terasa begitu manis untuknya. Apa memang dulu, hubungannya dan Aisya semanis itu.


Ingin rasanya Arion menghantamkan kepalanya ke stir mobil sekarang. Dia berharap setelah kepalanya menghantam stir, otak kosongnya itu akan kembali terpenuhi oleh banyak kenangan.


"Bantu aku Ai, bantu aku!"


Arion terus saja bergumam pelan, kedua tangan beruratnya itu begitu lincah memutar kemudi. Namun saat berada di belokan, Arion memperlambat laju mobilnya- saat melihat seorang gadis berhijab tengah berjalan sendirian. Kedua tangannya terlihat penuh dengan buku dan sebuah paper bag.


Arion semakin memperlambat laju mobilnya, pria itu bahkan sedikit memepetkan mobil Strada yang dia bawa- agar bisa melihat dengan jelas siapa gadis berhijab itu.


"Aisya?"

__ADS_1


Sang gadis menoleh, kedua mata indahnya menatap tak percaya. Namun tidak lama kedua sudut bibirnya terangkat, membentuk senyuman tipis nan manis.


"Bang Rimba," sahutnya lembut.


Arion bahkan dibuat sulit bernapas saat mendengarnya- bahkan saat melihat senyuman Aisya, ingin rasanya Arion memejamkan kedua mata agar senyuman manis itu selalu tertanam di ingatannya- tanpa ingin terhapus lagi.


"Mau pulang?" tanya Arion sedikit kikuk.


Aisya masih mengembangkan senyum, kemudian gadis berhijab itu menganggukkan kepalanya pelan. Sorot kedua mata indahnya berbinar, bahkan sedikit berembun- kala mendengar suara pria yang selama 6 tahun ini hilang bagaikan di telan bumi.


Aisya masih belum percaya kalau Rimba-nya akan kembali- walaupun tanpa ingatan. Ingatan tentang kebersamaan mereka berdua, tentang ucapan serta celotehan konyol yang keduanya lontarkan.


"Ayo pulang sama Abang!"


Kalimat itu tercetus begitu saja dari mulut Arion. Bahkan Arion sendiri seperti tidak menyadari, otaknya seolah sudah di stel sedemikian rupa agar mulutnya berucap sendiri.


Arion mengigit bibir dalamnya saat melihat Aisya terdiam. Banyak spekulasi yang hadir di dalam otak Arion saat ini. Aisya terdiam karena tidak mau atau mungkin karena malu dan enggan.


Tanpa Arion ketahui, kalau keterdiaman Aisya saat ini karena otaknya berputar ke masa lalu.

__ADS_1


'Mau Bang Rimba antar pulang, hm?'


'Jangan pulang kalau Bang Rimba atau Shaka belum jemput!'


"Aisya ayo pulang, Bunda Cici sudah ngasih izin. Shaka gak bisa antar pulang, dia ada pertandingan di sekolah tetangga,'


'Mau pulang sekarang?'


Kedua sudut bibir Aisya semakin naik, bahkan kabut di kedua matanya semakin menebal. Entah kenapa Aisya malah merasa kalai ingatan Arion perlahan mulai pulih..


Hanya tinggal menunggu waktu, bersabarlah sedikit lagi Ais- semua akan indah pada waktunya. Itulah kata kata motifasi, yang tertanam di pikirannya.


"Ayo! Ais juga ingin pulang sama Bang Rimba,"


Aisya segera menaiki mobil, saat Arion memberikan akses masuk. Senyuman tipis nan manis Aisya tidak pernah surut. Bahkan saking senang dan bahagianya, Aisya sampai tidak menyadari kalau Arion terus saja menatap intens padanya.



TENANG BENTAR LAGI OKE, HEALING DULU BARENG ILALANG😂😂

__ADS_1


__ADS_2