Kiblat Cinta A

Kiblat Cinta A
Hukuman Setimpal


__ADS_3

Arion mendekap erat tubuh Aisya yang bergetar, kedua mata datar Arion menatap lurus pada pria yang tengah di interogasi oleh warga dan aparat setempat.


Saat ini Arion dan Aisya tengah berada di kantor polisi. Selepas Jeffri tersungkur- ada beberapa warga yang kampung melintas di lokasi kejadian, dan disinilah mereka bertiga sekarang, termasuk dua orang pengawal yang memberikan satu timah panas di betis Jeffri. Untung saja tembakannya tidak terlalu dalam, jadi pihak medis tidak terlalu sulit saat menanganinya.


Jeffri di interogasi oleh Bapak Kepala Dusun dan beberapa anggota kepolisian. Bahkan Haris- pria yang pernah berurusan dengan Arion, sudah terlihat dan tengah berbicara dengan orang orang yang menginterogasi putranya.


"Saya yakin kalau ini hanya salah paham, anak saya enggak mungkin melakukan semua yang di tuduhkan oleh pria-,"


Brak!


Ucapan arogan Haris terhenti, saat salah satu pengawal Opa Nagara melemparkan ponsel keatas meja interogasi.


"Kalian bisa melihat semuanya di sana. Itu merupakan kesalahpahaman, atau suatu kejahatan. Tolong anda semua kooperatif dalam kasus ini, nyawa Nona Muda dan menantu keluarga Linochyl sempat terancam- karena ulah pria itu," ujar pria berambut cepak, yang tengah berdiri disisi Arion.


Haris terlihat meradang, pria bercincin hampir di seluruh jarinya itu menatap tajam pada sang pengawal. Bahkan sangat terlihat sekali, kalau Haris tidak menyukai Arion- saat kedua mata mereka bertemu.


"Bukan anak ku yang jadi penjahat disini, tapi kalian! lihat, kaki Jeffri di tembak oleh mereka. Lalu kalian masih ingin menyebutnya penjahat, dan mengancam nyawa kedua orang itu? cih yang benar saja," decihnya meremehkan.

__ADS_1


Haris menyunggingkan salah satu sudut bibirnya. Haris memang sedikit kecewa pada putra semata wayangnya karena kejadian ini, ceroboh dan bodoh. Jeffri merupakan putra dari istri keduanya, karena istri pertama Haris, tidak dapat memberikan anak laki laki- hanya memberikan 3 anak perempuan untuknya- maka dari itu Haris akan melakukan apa pun demi Jeffri, agar putranya itu tidak terjerat hukum.


"Kalau anak mu itu tidak mengancam keselamatan majikan kami, kami juga tidak akan melakukan hal itu," ujar sang pengawal tenang.


"Saudara Jeffri mengancam Nona Aisya menggunakan pisaunya, menganiaya Tuan Arion- hingga membuat luka jahitan di perutnya kembali berdarah. Apa itu bukan suatu tindak kejahatan? kalau memang tindakan yang kami ambil itu salah di mata hukum, maka biarkan kami berdua yang akan menanggungnya. Tapi, pihak kepolisian jangan pernah membebaskan saudara Jeffri, hukum dia sebagaimana mestinya," lanjutnya lagi.


Terdengar begitu serius, terlihat sekali kalau pengawal senior itu begitu bertanggung jawab dengan tugasnya.


"Kalau pihak kepolisian berani membebaskannya, maka jangan salahkan kami- kalau saudara Jeffri akan kami hukum sendiri,"


Rahang Haris mengetat, kedua tangannya terkepal erat. Matanya terus saja menyorot pada Jeffri yang tengah menunduk dalam.


Suara seorang pria dan beberapa orang di belakangnya, membuat semua atensi orang orang yang ada di sana teralihkan. Mereka saling pandang dan berbisik, saat melihat keluarga Syarief tiba di sana.


"Ini bukan pertama kalinya, saudara Jeffri mengganggu anak kami. Awalnya kami diam, karena tidak ingin memperpanjang masalah- tapi untuk yang sekarang, kami tidak akan diam. Maaf Pak Haris, saya akan menuntut putra anda karena sudah mengganggu putri dan menantu saya," Ayah Alkan menegaskan sekali lagi, kalau keluarga Syarief tidak akan diam- sudah cukup Aisya dan Arion terpisah selama 6 tahun lamanya.


Alkan, salah satu orang yang menjadi saksi hidup perjalanan Kiblat Cinta Aisya dan Arion selama ini.

__ADS_1


"Cih, penghulu miskin seperti kamu ingin melawanku. Oh tentu saja tidak bisa, aku akan-,"


Grep!


Suara Haris tercekat saat kerah kemejanya di cengkram seseorang. Bahkan para warga dan dua orang polisi yang ada di sana, tidak menyadari kehadiran orang tersebut..


"Siapa bilang kami tidak bisa melawan mu? orang kaya nanggung seperti mu ini, harus tahu apa itu bukti. Jadi kita lihat nanti, dan ingat- jangan pernah berani merendahkan orang lain, terutama keluarga Syarief."


Orang itu menghempaskan tubuh Haris hingga terhuyung kebelakang. Bahkan para polisi dan warga mencoba menenangkan dan membujuknya agar menjauh dari Haris.


"Shaka enggak terima kalau Ayah di gituin sama si Haris!" tukasnya tidak terima.


Alkan menepuk pundak putranya dua kali, sebelum merangkul Shaka agar pria muda itu lebih tenang.



**YA SALAM, LAKIK ORANG 😫😫

__ADS_1


SEE YOU MUUUAAAACCHHH😘😘**


__ADS_2