Kiblat Cinta A

Kiblat Cinta A
Aishiteru


__ADS_3

Ciitt...


Shaka membanting stir motor trail nya ke kiri, saat ada sebuah mobil Brio Merah menghalangi jalannya secara tiba tiba.


Pria muda berjaket hitam itu melepaskan helm full face nya, menatap garang pada mobil di depannya. Orang gila mana yang berani melakukan hal senekat ini?


Shaka beristigfar berkali kali, hampir saja dia mengumpati dan menyumpahi sang pengendara gila.


"Kalau tidak bisa bawa mobil sendiri, setidaknya bawa or-,"


"Bang Shaka!"


Ucapan Shaka terhenti, bahkan langkah pria itu reflek mundur- saat mendengar suara dan orang yang baru saja keluar dari dalam mobil. Ingin rasanya Shaka membanting helm yang ada ditangannya, saat melihat senyum tidak berdosa seorang gadis bergaun peach- yang terlihat mulai mendekat padanya.


'Setan Jepang!' umpat Shaka dalam hati.


"Bang Shaka mau kemana? maaf ya, aku gang-,"


"Kamu gila ya?!" sentak Shaka, membuat sang gadis reflek mundur kebelakang.


"Kalau mau mati, mati aja sendiri jangan bawa bawa orang. Punya otak tuh di pakai, kamu pikir apa yang kamu lakuin tadi enggak bahaya huh!" sambungnya lagi.

__ADS_1


Shaka mengusap wajahnya kasar, dia berusaha untuk tidak meledak ledak. Walau pun rasanya Shaka ingin menceburkan gadis yang berdarah Indonesia Jepang ini kedalam empang Neneknya.


"Salah Rumi apa?" tanyanya polos.


"Kenapa Bang Shaka marah marah? kan Rumi cuma mau nyapa aja, makanya Rumi ngeduluin Bang Shaka." sambungnya lagi.


Shaka menggeplak kepalanya sendiri menggunakan helm. Dia berusaha sabar, namun gadis ini selalu memancingnya untuk tidak sabar. Dengar sendiri apa yang dikatakannya,


'Salah Rumi apa?'


Astaga Shaka sampai bisa kehilangan kata kata. Dia tidak tahu lagi harus berbicara apa lagi, pada gadis yang selalu menjadi stalker nya.


"Ngomong aja sama Sapi noh!" tukas Shaka.


Wajah cantik Harumi sudah tertekuk dalam, kedua matanya menyipit kesal pada pria yang dicintainya- namun sayang Arshaka sama sekali tidak mau melihat ketulusannya selama ini.


Padahal Harumi sudah mengiblatkan hati serta cintanya pada Shaka seorang. Tanpa Arshaka ketahui kalau Harumi pernah menolak banyak pria lajang kaya raya yang ada di Jepang mau pun Indonesia, hanya demi Arshaka Adythama Syarief.


"Awasin mobil nya! aku tumbur nih!"


Dengan gontai Harumi melangkah mundur, namun kedua matanya terus saja tertuju pada Shaka yang terlihat keren dan macho saat duduk di atas motor trail dengan helm full face yang melekat di kepalanya.

__ADS_1


Dengan tidak rela, akhirnya Harumi menyisikan mobilnya ke bahu jalan. Gadis bermata sipit itu menghela napas kasar, saat melihat Shaka melajukan motornya seperti orang gila.


Apa sebegitu inginnya Shaka menghindar, sampai melajukan motor seperti orang kesetanan.


"Buka hatimu, bukalah sedikit untukku, sehingga diriku bisa memiliki mu...


Betapa sakitnyaaa, betapa perihnya hatiku... Selalu dirimuuu tak menganggapku adaaa..." Harumi malah menyanyikan lagu galau, yang memang sama persis seperti yang saat ini di alami.


Dia begitu mencintai Arshaka selama bertahun tahun, diketahui oleh Arshaka sendiri- namun ternyata pria itu sama sekali tidak mau menerima cintanya, jangankan menerima menoleh saja- sepertinya Shaka tidak sudi.


Harumi menyeka air matanya yang tiba tiba jatuh, dia begitu lemah hanya gara gara pria yang bernama Arshaka. Pria sialanan yang selalu mematahkan hatinya, pria sialanan yang selalu membuat luka di hatinya, dan sayangnya pria sialan itu adalah orang yang sudah mencuri setengah hatinya, dan Harumi sulit untuk membuang rasa itu begitu saja.


"Aishiteru, Arshaka," gumamnya pelan, sebelum Harumi kembali melajukan mobilnya.



JAN SONGONG SONGONG NGAPA BANG, KALEM AJA



LAMA LAMA KU JUAL JUGA NIH LAKIK KE YAKUZA!

__ADS_1


__ADS_2