Kiblat Cinta A

Kiblat Cinta A
Jadikan Aku, Istri Mu Seutuhnya


__ADS_3

Aisya terus saja memeluk Arion, tanpa ingin melepaskannya lagi. Gadis itu merasa bahagia, karena suaminya mulai mengingat- walaupun masih secara perlahan.


Tapi itu tidak masalah, Aisya akan salalu sabar menunggu ingatan Arion kembali seutuhnya.


"Abang gak mau makan malam? ini udah jam 8 loh," gumam Aisya pelan.


Gadis berbaju tidur panjang itu tidak bisa menggerakkan tubuhnya, karena selain kedua tangannya melingkar sempurna di perut Arion, suaminya pun melakukan hal yang sama padanya.


Setelah melakukan sholat Isya, Arion dan Aisya memilih untuk berdiam didalam kamar. Selain kondisi rumah sepi, karena Nenek Imma tengah ikut bersama Nenek Mar ke pengajian di rumah saudara jauhnya- sepasang sejoli halal itu juga ingin meluapkan rasa rindu yang tiba tiba datang.


Padahal selama beberapa minggu ini mereka berdua selalu bersama, tapi entah kenapa- setelah ingatan Arion perlahan kembali, rindu itu semakin mencekik.


"Abang gak lapar," sahut Arion pelan.


Lebih terdengar seperti gumaman, karena pria itu lebih menikmati aroma wangi yang menguar dari rambut Sang Bidadari. Arion mendekap erat tubuh gadis, yang dia sukai saat mereka beranjak remaja hingga remaja- dan ternyata sekarang mereka berdua sudah menikah.


Arion sempat tidak menyangka, kalau dirinya bisa menikahi gadis yang dia kagumi dari jauh. Bahkan sekarang Arion bisa mendekap erat tubuh indah, yang sedari dulu tidak bisa dia gapai.


"Nanti Abang sakit,"

__ADS_1


Aisya mendongak, satu tangannya terulur untuk menyentuh rahang tegas Arion yang mulai ditumbuhi bulu halus. Aisya mengusapnya perlahan, membuat kedua mata Arion terpejam karena menikmatinya.


"Kalau kamu kayak gini terus, Abang bisa khilaf- Ai," gumam Arion.


Pria itu semakin merapatkan kedua matanya, saat jari jemari lentik Aisya mulai turun ke area lehernya. Menekan gemas tonjolan yang ada disana, bahkan Aisya membelai lembut area itu- membuat Arion menggeram tertahan.


"Khilaf kenapa?" tanyanya polos.


Bahkan saat ini Aisya sudah menumpukan dagunya di dada bidang Arion. Kedua matanya menatap sempurna pada area wajah suaminya. Aisya dapat melihat dengan jelas, jakun Arion bergerak seirama saat suaminya menelan.


"Ai," peringatnya.


"Kenapa? apa Bang Rimba belum siap jadi suami Ais, seutuhnya?"


Ucapan Aisya terhenti, saat merasakan tubuhnya ditindih oleh seseorang secara cepat. Bahkan Aisya tidak menyadari kalau Arion sudah membalikan posisi mereka.


"Abang cuma takut kamu belum siap Ai," bisik Arion seduktif.


Satu tangan pria itu menyusuri wajah cantik Aisya, untuk menyingkirkan anak rambut yang menutupinya. Bibir Aisya terkatup, saat melihat kabut gairah mulai berkumpul di kedua mata suaminya.

__ADS_1


Sebagai pria normal, Aisya paham apa yang di butuhkan oleh Arion saat ini.


Dan lagi, Aisya juga tidak mau menjadi istri durhaka- yang dilaknat malaikat karena tidak bisa memenuhi kewajibannya sebagai istri.


"Ais udah siap," lirihnya.


Netra keduanya bersitubruk, bertautan satu sama lain, seakan tidak mau terputus. Aisya mengangkat kedua sudut bibirnya saat melihat wajah tegang Arion. Dia yakin kalau pria ini sama gugup sepertinya, ini adalah pengalaman pertama keduanya- belum tahu harus melakukan apa sebagai pembukaannya.


"Kamu yakin?" tanya Arion memastikan, bukannya dia tidak percaya atau tidak mau menyentuh Aisya sebagaimana mestinya.


Tapi karena ingatannya belum kembali 100%, Arion takut kalau Aisya belum siap- karena ingatannya.


Tapi saat melihat senyuman manis yang di berikan Aisya, Arion kembali harus menahan napasnya.


"Jadikan Ais istri Bang Rimba seutuhnya, Ais ridho lillahitaalla."



**GUNUNGNYA BAGUS YA BANG

__ADS_1


JANGAN LUPA LIKE VOTE KOMEN HADIAH DAN FAVORITNYA


SEE YOU NEXT PART MUAACHH😘😘😘**


__ADS_2