Kiblat Cinta A

Kiblat Cinta A
Intimidasi


__ADS_3

Arion menatap datar, pria paruh baya yang ada didepannya. Arion belum tahu apa maksud kedatangan pria ini dan mau apa. Kenapa ingin bertemu dengannya? apa mereka pernah bertemu sebelumnya?


"Saya tahu kalau kamu pasti bertanya tanya, kenapa saya ingin bertemu dengan pemilik perkebunan kelapa ini kan?" tebak si pria asing.


Bahkan pria yang mungkin usianya hampir sama dengan Pramono itu terkekeh kecil, saat melihat wajah tidak bersahabat lawan bicaranya.


"Perkenalkan, saya Haris- Haris Baskoro, juragan tanah di daerah ini. Saya datang kesini bermaksud untuk mem-,"


"Saya tidak menjualnya!" potong cepat Arion.


Arion tahu kemana arah pembicaraan pria ini. Haris Baskoro, pria sepuh ini ingin membeli perkebunan kelapanya- tanpa basa basi dan permisi.


"Saya tahu kemana arah pembicaraan anda, Pak Haris Baskoro. Tapi saya benar benar tidak berniat menjual perkebunan ini, berapa pun harga yang akan anda tawarkan pada saya," sambung Arion tegas dan lugas.


Setiap kata yang diucapkannya, menegaskan kalau dirinya sama sekali tidak tertarik dengan tawaran Haris.


Haris melipat bibirnya, pria itu menatap dalam pada Arion. Kesepuluh jari jemarinya yang bertahtakan banyak cincin batu akik mahal, terlihat saling bertautan. Bahkan Haris mencondongkan sedikit tubuhnya- agar dia bisa melihat wajah Arion dengan jelas.


Raut wajah Haris terlihat menajam, begitu serius dan menyeramkan. Namun Arion berusaha tenang, sama sekali tidak terintimidasi.


"Aku tidak suka dengan penolakan mu anak muda. Aku akan pastikan, perkebunan kelapa ini jatuh ke tanganku!" ucapnya begitu yakin.


Setelah mengatakan hal itu, Haris bangkit- pria berjaket hitam di belakangnya terlihat mengulurkan sebuah topi koboi pada Haris.


"Ayo kita pergi!" ajak Haris pada pria berjaket hitam itu.


Meninggalkan Arion yang masih tertanam di tempatnya. Arion menatap tak terbaca pada punggung pria tua- yang baru saja memberi peringatan padanya.


"Sialan! berani sekali dia mengancam ku!" umpat Arion, sikap arogan dan angkuhnya kembali tidak tepat waktu.

__ADS_1


Sayang sekali.


🌴🌴🌴


Aisya menghela napas kasar, saat melihat pria berjaket denim yang tidak jauh darinya- selalu menatap penuh arti padanya.


Aisya menyesal karena tidak membawa motornya saat ke rumah panti. Dia memilih untuk berjalan kaki, karena memang itu sudah kebiasannya.


"Apa ada hal yang mau Mas Jeffri bicarakan sama saya?"


Akhirnya Aisya tidak kuat untuk membuka suara. Gadis berhijab maroon itu sudah jengah, dia tidak nyaman saat Jeffri terus saja mengikuti langkahnya.


Bagaimana kalau ada orang yang berpikiran buruk, lalu menyebarkan gosip macam macam- membuat orang orang berspekulasi buruk padanya, membuat nama suami dan keluarganya tercoreng.


"Kenapa?"


Kenapa?


Apa maksudnya? apa yang diinginkan Jeffri darinya?


"Maksud Mas Jeff-,"


"Kenapa kamu selalu menghindar Aisya? kenapa kamu tidak mau melihat ketu-,"


"Maaf, kita sudah pernah membahas ini sebelumnya. Bukannya Mas Jeffri sudah pernah mendengar alasannya?apa perlu saya menjelaskannya kembali?" sela Aisya cepat.


Gadis itu menggenggam erat tali tas selempang. Aisya memberanikan diri untuk menatap Jeffri, membuktikan kalau dirinya bukan gadis lemah.


"Tapi itu bukan alasan yang jelas. Bukannya hati itu bisa berubah, bukannya perasaan itu bi-,"

__ADS_1


"Saya sudah menikah!"


Tiga kata yang keluar dari mulut Aisya, membuat Jeffri mematung. Bahkan pria itu membisu seketika, jakunnya naik turun menahan rasa sesak dan sakit yang kini tengah menghantam hatinya.


"Kamu bercanda kan?" tanyanya tidak percaya.


Bahkan Jeffri terkekeh pelan, pria muda itu mengusap rambutnya kasar. Jeffri mengigit bibirnya keras, agar dia tidak mengumpat di depan gadis pujaannya.


"Itu haknya Mas Jeffri, mau menganggap ucapan saya candaan atau serius," sahut Aisya tenang.


Napas Jeffri terlihat memburu, kedua matanya menatap lekat pada Aisya. Bahkan perlahan, pria itu semakin mendekat pada Aisya.


"Siapa? siapa laki laki yang sudah menjadi suami kamu. Bilang padaku siap-,"


Aura intimidasi Jeffri memudar, saat mendengar suara klakson mobil dari arah berlawanan. Aisya bahkan harus menahan napas, lalu menghembuskan nya pelan saat menyadari siapa si pemilik mobil.


"Bang Rimba," gumamnya pelan.



LAKIKNYA AIS, MASYA ALLAH 😘😘😘😘



**UTU UTU MAS JEFF, CINI OTHOR PELUK 😘😘😘


SEE YOU TOMORROW


BABAYYYY MUUUAACCHH**

__ADS_1


__ADS_2